Wish You’re My Love (chapter 4)

Episode 4

“Hmm… permintaanku yang pertamaaa…ajarkan aku menyetir mobil”, ucap Soeun. Tiba2 Kimbum menghentikan mobilnya, “Loh kenapa berhenti? Kau setuju tidak? Kau yang bilang tadi akan melakukan apapun yang kuminta”. “Heum oke aku sutuju”. Merekapun berjabatan tangan menandakan persetuan Kimbum akan mengajari Soeun menyetir mobil.

Beberapa menit kemudian merekapun sampai didepan rumah Soeun. “Bum aku pulang ya”, ucap Soeun sambil membuka pintu mobil. “Eun, kapan aku harus mengajarimu menyetir?”, tanya Kimbum. “Hmm,,,bagaimana jika besok? Lagipula besok tak ada jadwal kuliah kan?”. “Baiklah besok pagi kau kerumahku”. “Ne~”.

Saat Soeun sampai digarasi rumahnya, “Heuh,,dua mobil ini milik siapa?”. “Ibu….ay…yah”, ucapan Soeun langsung terhenti ketika melihat banyak orang didalam rumahnya. “Nah kau sudah pulang, Choi ini putri keduaku”, ucap pak Kim sambil merangkul Soeun. “He..annyeong”, sapa Soeun. “Waah..putri2 mu cantik2 ya Kim”, puji pak Choi. “Hha siapa lagi ayahnya”, canda pak Kim sambil tertawa. “Ayah mereka siapa?”, bisik Seun. “Oya, ini paman dan Bibi Choi”. Soeunpun langsung memandang mereka sambil menundukkan kepala. “Paman Choi ini dulunya teman SMA ayah, dan itu anak mereka namanya Siwon”. “Annyeong”, sapa Siwon, Soeun hanya tersenyum ramah.

Beberapa jam kemudian Siwon, ayah dan ibunya pergi pamit untuk pulang. Soeun, Yoona, ayah, dan ibu turut mengantar mereka sampai depan rumah.

“Huuuh…aku lelah”, ucap Yoona sembari memasuki kamarnya. Sementara Soeun, ibu dan ayah masih berada diluar. “Ibu, ayah, sebenarnya ada tujuan apa mereka datang kerumah kita?”, tanya Soeun. “Kau tau tidak laki2 tadi adalah calon kakak iparmu”, ucap ayah sambil tersenyum sembari berjalan menuju rumah bersama ibu. “hah maksud ayah apa?”, tanya Soeun polos sambil mengikuti ayah dari belakang. “Hmm…sudahlah nanti ayah jelaskan sekarang ayah ngantuk. Kau juga tidur sana sudah malam”, ucap ayah sembari memasuki kamarnya.

Karna masih penasaran Soeunpun menghampiri Yoona dikamarnya. “Unnie..”, ucap Soeun mengagetkan. “Hhhh….ada apa sih? Kau ini ganggu saja aku ngantuk”, ringik Yoona sambil menutupi wajahnya dengan selimut. “Sebenarnya lelaki tadi itu siapa? Masa tadi ayah bilang kalau dia itu calon kakak iparku. Aku jadi makin tak mengerti”, ucap Soeun dengan muka polos. “Mwo? Tadi ayah bilang begitu padamu?”, kaget Yoona sambil membuka selimut yang menutupi mukanya. Soeun mengangguk. “Heeuuuh… ayah ini ada2 saja aku kan belum siap”. “Belum siap apa sih Unn?? Tolonglah jelaskan padaku”. “Kau tau tidak ayah dan paman Choi akan menjodohkanku dengan Siwon, heuh ini benar2 gila”, ucap Yoona. “Mwo? Menjodohkan kalian? Hhahaha itu baguslah Unn, lagipula dia sangat tampan. Harusnya unnie berterimakasih pada ayah, karnanya unnie jadi bisa mendapatkan namja yang keren”, ledek Soeun. “Grr..kau ini cepat keluar dari kamarku”, teriak Yoona sambil melemparkan bantal pada Soeun. “Aww…unnie ini . iya iya aku keluar”, saat Soeun sampai dipintu kamar Yoona, dia memeletkan lidahnya. “Soeun….”, kesal Yoona sambil melemparkan bantalnya lagi lalu menidurkan badannya kembali ke atas kasur. “Tapi dia memang tampan”, ucap Yoona sambil tersenyum.

–keesokan harinya—

Yoona terlihat sibuk mangacak2 tas, lemari, lacinya, menoleh ke sudut bawah kursi, tempat tidur, tapi sepertinya sesuatu yang dicarinya tidak ada. “Omona, sebenarnya dompet ku kemana?”, heran Yoona sembari terus mencari dompetnya yang hilang. “Eon, kau ini sedang apa? Pagi2 sudah ribut?”, heran Soeun. “Dompetku.. aaakh kenapa tidak ada”. “Unnie ini kenapa ceroboh sekali”. “Soeun sudahlah kau ini jgn buat unnie tambah kesal, bantu carikanlah”. “Sebenarnya aku mau saja mencarikannya, tapi sekarang aku ada urusan”. “Huh sok sibuk sekali kau ini, memang ada urusan apa?”. “Aku akan belajar menyetir unn, hhaha jadi nanti aku akan bebas pergi kemana pun tanpa didampingi supir”, ucap Soeun puas. “Sudah yah Unn, aku pergi”, ucap nya sambil berjalan keluar. “Heuh..anak itu”, gumam Yoona. “Iiiiikh dompetku ini kemana sih???”.

Soeun langsung menuju rumah Kimbum, saat itu ia langsung nyelonong masuk kedalam rumah tak taunya ada seseorang yang menyapanya, “Soeun, kau mencari siapa?”. Iapun menoleh kearah suara. “Bibi…”, kaget Soeun. “Apa kabarmu Soeun? Sudah lama kita tidak bertemu”, ucap ibu Kimbum. “He, aku baik bibi. Hmm, bibi dan paman kapan pulang dari Jepang?”. “Oh sebenarnya bibi di Seoul hanya untuk beberapa hari saja”. “Ooh..”. “Kau ingin bertemu dengan Kimbum?”. “Ne bibi, apa dia ada dirumah?”. “ada, sepertinya dia masih tidur kau bangunkan saja dia”.

Soeunpun berjalan menuju kamar Kimbum dilantai 2. Ia membuka pintu dan dilihatnya Kimbum yang sedang tertidur lelap dikasurnya. “BumBumBum ayolah bangun”, ucap Soeun sambil memegang tubuh Kimbum dan menggoyang2kan nya. Tapi Kimbum tetap saja tak mau bangun. Tiba2 Soeun kedapati ide saat melihat segelas air minum di meja belajar Kimbum. Dengan perlahan Soeun memasukkan tangan Kimbum kegelas itu. Tak lama Kimbum pun mulai mengerutkan keningnya dan menggerak2kan tangannya dalam gelas. “Heuh…kenapa tanganku ini rasanya dingin sekali”, gumam Kimbum masih memejamkan matanya. “Bum-ah cepatlah kau bangun”, teriak Soeun tepat ditelinga Kimbum. Kimbum mulai membukakan matanya karna kaget, “Eits…sedang apa kau didalam kamarku?”, kaget Kimbum sambil menutupi badannya dengan selimut. *Omo oppa emangnya Soeunnie mau perkosa oppa apa -_-*. “Aku kesini untuk membangunkanmu. Katanya kau mau mengajarkan aku menyetir mobil. Kau ini bgmn sih”, ucap Soeun. Kimbum menoleh pada jam dinding dikamarnya, “Kim Soeun yang imut, cantik, baik, rajin menabung, sekarang masih jam 7 pagi. Kau ini ganggu orang lagi enak2nya tidur saja. Sudahlah jam 9 saja berlatihnya, aku masih ngantuk aku mau tidur”, ucap Kimbum sembari menarik selimutnya. “Heh Bum kalau kau tak mau bangun aku akan menyiram air ini ke mukamu”, ucap Soeun sambil memegang segelas air minum ditangannya. “Aiiish kau ini, iya iya aku bangun. Tapi kau keluar dulu”. “Iya aku keluar”, ucap Soeun sambil berjalan keluar kamar Kimbum. Tapi ternyata Kimbum malah kembali tidur tak menghiraukan ucapan Soeun. “Tapi Bum jangan lam….Kim Sang Bum kau ini malah tidur lagi. Kau benar2 ingin aku siram air ya”. “Laa Soeun aku benar2 masih ngantuk”, keluh Kimbum. “Lihatlah Bum air ini sebentar lagi akan membasahi seluruh muka mu”, ucap Soeun sembari memutar2kan gelas di atas kepala Kimbum. “Eh..eh..jangan. iya kalau gitu aku bangun sekarang. Kau ini pagi2 sudah bikin aku kesal saja”, ucap Kimbum sambil terpaksa beranjak dari tidurnya. “Haha..gitu dong”, ucap Soeun sambil tertawa licik. “Keluarlah kau dari kamarku”. “Enak saja nanti kau malah tidur lagi, tidak akh”. “Heh anak marmut kau ingin melihat ku telanjang ya”. “Iiikh tak maulah untuk apa”. “Yasudah keluar dulu makanya aku mau ganti baju”. “Iya…iya… jangan lama2”, ucap Soeun sambil keluar dari kamar Kimbum.

Soeunpun mneunggu di ruang tengah sambil mengobrol dengan ibu Kimbum. Selang beberapa menit Kimbumpun turun kebawah menghampiri Soeun dan ibunya. “Soeun ayolah aku sudah siap”. “Oh ne, bibi kami pergi dulu”, pamit Soeun sembari membungkukkan badannya. “Ye, memangnya kalian mau pergi kamana?”, tanya ibu Kimbum. “Ibu, dia memintaku untuk…”, tiba2 Soeun langsung menutupi mulut Kimbum dengan tangannya. “Akh tidak bibi maksudnya aku meminta Kimbum untuk berangkat kerumah teman kelas kita bersama”. “Oh yasudah kalian hati2”, ucap ibu Kimbum. Soeun dan Kimbum pun masuk mobil.

(Dalam Mobil) “Heuh kenapa kau berbohong pada ibuku?”, heran Kimbum. “Kau ini gila ya aku kan malu jika ibumu tau aku tak bisa menyetir mobil”, ucap Soeun sambil memanyunkan bibirnya. “Hhaha ada2 saja”, ledek Kimbum, Soeun hanya menatap kesal.

Pembelajaranpun dimulai [?] pertama2 Kimbum menjelaskan apa2 yang harus dilakukan oleh seorang pengendara mobil. Soeun memperhatikannya dengan begitu seksama. Tapi taukah kalian saat mempraktekannya langsung benar2 acak kadul bin kaba’arba’arba. “Soeun kau ini kalau menginjak gas dengan pelan. Jangan langsung kau tancab saja kau ingin kita mati gara2 kecelakaan”, kesal Kimbum. “Tapi aku sudah menginjaknya pelan, nih aku coba lagi”, Soeun mulai menginjakkan gasnya dan tiba2 “Bluk”, mobil menabrak ketembok. “Soeun aku bilang injaknya pelan2 saja, kau jadi menabrak tembok kan dan aku yakin mobilnya pasti lecet. Untung saja bukan mobil punya ku”. “heuhh…habisnya kau ini cerewet sekali, konsentrasiku jd buyar karna kau”. “Alasan. Yasudah cepat mundurkan mobilnya”. Soeunpun menurut tapi seperti biasa dia malah menginjak gas dengan keras, “Soeun rem, injak remnya”, ucap Kimbum khawatir. Karna panik Soeun mengerem mobil secara mendadak. “Tiiit…”. “Hhh…”, mereka berdua begitu terlihat kaget. “Eun, kau ini mau belajar menyetir mobil atau tidak siih??”. “Kau ini sudah jangan cerewet”, dan lagi2 Soeun tak mendengarkan aba2 dari Kimbum. Tiba2 ada seekor anjing sedang menyebrangi jalan [?]. “Soeun awas”, ucap Kimbum khawatir sambil refleks kedua tangannya memegang setir mobil dan tak sengaja memeluk Soeun. Kimbumpun berhasil membelokkan mobil tapi…jantung Kimbum jadi berdetak begitu cepat. Mereka berdua saling menatap kosong. Soeun terheran karna Kimbum masih memeluknya. Soeun menoleh pada tangan Kimbum. “Heuh..”, Kimbum melepaskan pelukannya. Suasana menjadi canggung pada saat itu. “Ehm..kau mau berlatih lagi tidak?”, tanya Kimbum masih gugup. “Aaaakh tak taulah sepertinya aku memang tak ahli dalam hal seperti ini. Aku berhenti saja”. “Ya baguslah kalau gitu aku jadi tak repot untuk mengajarimukan”. “Awas”, ucap Soeun sembari menoleh pada Kimbum. “heh kau mau apa?”, paniknya. “Kau ini, ya aku mau pindah. Aku duduk disini, kau kan yang membawa mobil. Jadi awas”. Merekapun berpindah tempat duduk dan pulang.

“Aku pulang”, ucap Soeun lemas. “Bagaimana latihan menyetir mobilnya?”, tanya Yoona sambil duduk disofa depan TV sambil bersantai membaca majalah. “Hah semuanya gagal total”, ucap Soeun sambil melemparkan tubuhnya kesofa. “Ternyata menyetir mobil itu sangat sulit tak seperti yang kusangka sebelumnya”. “Hah kau ini panyah sekali”, ledek Yoona sambil tertawa. Soeun hanya menoleh sinis.

Tiba2 ada seseorang yang mengetuk pintu, pelayanSong membukakan pintu. Iapun mempersilahan orang itu masuk kedalam. “Tuan anda tunggu saja dulu disini, biar saya panggilkan nona”. Lelaki itu hanya mengangguk sambil tersenyum.

Yoona masih asyik membaca majalahnya sedangkan Soeun terlihat sedang menonton acara music di TV sambil memakan lollipop.”Nona Yoona ada yang mencari anda”, ucap pelayan Song sopan. “mencariku? Siapa?”, tanya Yoona heran. Pelayan Song hanya berbisik pada Yoona. “Mwo??”. Iapun berjalan menuju ruang tamu. “Siwon ada apa kau kesini?”, heran Yoona. “Oh aku hanya ingin mengembalikan dompetmu, sepertinya ini jatuh dimobilku tadi malam”, ucap Siwon sambil menyodorinya dompet milik Yoona. “Omo, jadi dompetku ternyata? Aaakh lega sekali rasanya. Aku kira hilang, gamsahamnida ya gamsahamnida”, ucap Yoona sambil membungkukkan kepalanya. “Ne, sudahlah tak usah berlebihan. Kalau begitu aku pamit”. “Waeyo? Hmm…kau jgn pergi dulu. Maksudku, heuh..sebagai ucapan terimakasih ku aku akan membuatkanmu sebuah kopi special. Bagaimana?”, tawar Yoona. “Hmm..baiklah”, jawab Siwon sembari tersenyum. “Kalau begitu aku kebelakang sebentar, kau tunggu dulu disini. Tak akan lama”, ucap Yoona, siwon hanya mengangguk.

‘Heum…sebenarnya siapa tamu unnie itu, aku jadi penasaran”, gumam Soeun sambil berjalan ke ruang tamu. “Loh Siwon oppa?”. “Oh kau? Apa kabar?”, sapa Siwon sambil tersenyum. “He..aku baik”. Merekapun berbincang untuk beberapa menit.”Oya oppa ini benar2 pemilik hotel YooWon star?”, tanya Soeun sambil mendekati Siwon. “Bukan aku tapi milik ayahku”. “Akh sama saja, oppa kapan2 aku boleh kan bermalam disana secara gratis?”, Soeun sambil cengengesan. “Ya pasti bolehlah, kenapa tidak”. “Oppa yakin? Aaaa oppa ini baik sekali”. “Oya apa oppa dan unnie ku berpacaran?”. Siwon hanya tersenyum dan tak sempat menjawab pertanyaan Soeun.

Tiba2 Yoona datang sambil membawa secangkir coffea hangat dan beberapa camilan. “Soeun sedang apa kau?”. “Eh unnie tidak aku hanya mengobrol sedikit saja dengan Siwon oppa”, ucap Soeun gugup. “Hmm..Siwon oppa aku masuk dulu ya…Unnie fighting”, bisik Soeun tepat ditelinga Yoona. “Maksudmu?”. Soeun keburu berlari masuk kedalam. “Heuh dasar anak itu, Won tadi dia tak berbicara macam2kan padamu?”. “Tidak, sangat seru jika mengorol dengan adikmu”, ucap Siwon sambil tersenyum. “Seru apanya anak itu begitu cerewet. Oya ini aku bawakan coffea espresso dan waffle”. Lalu Siwon tersenyum. “Kenapa kau malah tersenyum seperti itu?”, heran Yoona. “Kau tak suka?”. “Aniyo, aku suka”, ucap Siwon sembari meraih coffea diatas meja. (author: Siwon oppa itu ternyata paling demen minum coffee espresso + makan waffle,Yoona unn, kok bisa kebetulan gini? Ciee… yoona: ya ini kan dialog dari authornya, gimana sih? Author: oh iya ya :p) “Oya, paman dan bibi kemana?”, tanya Siwon. “Mereka sedang datang kepesta pernikahan anak dari rekan kerja ayahku”, jelas Yoona. “Oh”.

Sementara Soeun berjalan menuju kamarnya, “Huh hampir saja ketauan, kalo tidak nanti aku bisa mati karena dimutilasi unnie ku”, gumam Soeun. Iapun sampai didalam kamarnya, seperti biasa dia langsung menidurkan tubuhnya di atas kasur. “Zzzrrrttt…”, handphone Soeun bergetar menandakan sebuah pesan masuk.

From: Kyuhyun

Soeun besok sepulang kuliah kita bertemu di café kampus ya ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu

 

Eomeona????Kyu oppa mengajakkku berkencan??? *unnie GeeR deh*

To: Kyuhyun

Ne oppa dengan senang hati. Sampai jumpa besok J 

 

Soeun langsung lompat2 dan teriak seraya tertawa *saking senengnya*.

“Blukk” Kimbum melemparkan tubuhnya ke kasur. Kemudian ia membayangkan kembali kejadian tadi saat ia tak sengaja memeluk Soeun. “Heuh..raut mukanya begitu lucu”, ucapnya sambil tersenyum tak jelas. “Ya ampun bicara apa aku ini”, kimbum sembari membangunkan tubuhnya. Kemudian ia menoleh kea rah rumah Soeun tepatnya di jendela kamar Soeun. “Sedang apa anak itu?”, heran Kimbum saat Soeun terlihat sedang lompat2 kegirangan. Sesekali Kimbum tersenyum sambil mengeluarkan Killer Smile nya saat melihat tingkah Soeun *authornya ga tahan liat senyum mbum*. #kebayanggasih?.

Keesokkan harinya saat dikampus Kimbum terlihat sedang duduk tenang. Memakai jacket hitam dan kaos putih sambil memakai earphone membuatnya begitu tampan. Tiba2 ada seseorang yang menghampirinya. “Annyeonghaseyo Kim Sang Bum”, ucap Soeun begitu ceria. “Heuh ada apa dengan dirimu, kelihatannya kau terlihat lebih cerah hari ini”, ucap Kimbum sembari melepaskan earphone dari telinganya dan digantungkan dilehernya. “Akh tidak aku hanya…hmm…kau tau tidak seseorang yang aku suka nanti sepulang kuliah akan mengajakku berkencan”, ucap Soeun sambil tersenyum gaje. “Mwo? Dia….”, batin Kimbum tak percaya. “Heh Bum kenapa diam saja”, ucap Soeun menatap Kimbum. “Ya memangnya aku harus berkata apa”, ucap Kimbum sinis *aeuh oppa cemburu ya :p*. “Huh kau ini, eh Bum karena permintaan ku yang ingin diajari menyetir mobil itu dibatalkan jadi aku akan mengajukan 1 permintaan lagi?”. “Mwo? 1 permintaan lagi?”. “Ne, kau harus mendekatkan aku dengan sahabatmu Kyu oppa”. Mendengarnya Kimbum langsung menatap Soeun kaget. “Soeun menyukai Kyuhyun??”. O.o

Saat didalam kelas Ara, Shinhye dan Soeun terlihat sedang asyik mengobrol, “Mwo? Hari ini sepulang kuliah Eun?”, tanya Shinhye tak percaya. Soeun mengangguk. “Pasti dia akan mengungkapkan perasaannya padamu Soeun, kau harus menyiapkan diri dari sekarang”, ucap Ara menyemangati. “Ne, aduuh kenapa aku jadi dekdekkan seperti ini ya”. Tiba2 dosen Han datang, semuanya pun menjadi sibuk menyiapkan diri dan duduk dibangku masing2.

Beberapa jam kemudian, “Oke, selesai untuk hari ini dan untuk minggu depan tugas yang saya berikan harus sudah dikumpulkan semua”, tegas dosen Han sambil keluar kelas. Kyuhyun, Kimbum dan Hongki terlihat masih sedang membereskan buku2 mereka. “Kyu, kau akan mengajak Soeun kencan ya?”, tanya Kimbum. “Mwo? Kyu kau menyukai Soeun? Kenapa tak bilang pada kami”, ucap Hongki menatap Kyu. “Aniyo…aku mengajak Soeun bertemu hanya pertemuan biasa saja ada sesuatu yang ingin aku katakan padanya. Sudah ya aku pergi”, ucap Kyu sambil meninggalkna mereka berdua. Kimbum dan Hongki hanya saling menatap aneh.

“Bagaimana penampilanku”, ucap Soeun. “Haah rambutmu sini biar aku rapihkan”, ucap Ara sambil merapihkan rambut Soeun. “Selesai, cepat kau temui dia”. “Ne, doakan aku”. Soeunpun masuk kedalam menghampiri Kyuhyun yang sedang duduk.

“Aku tak percaya dengan semua ini, kenapa disaat aku begitu mencintai seseorang dia malah mencintai orang lain”, batin Kimbum didalam hatinya sambil duduk disebuah bangku dipinggir danau. Kimbum mengambil beberapa batu kerikil kemudian ia lemparkan ke tengah danau sembari berteriak dengan begitu kencang. mungkin dengan cara seperti inilah dia bisa menghilangkan kekesalannya.

“Oppa sebenarnya apa yang ingin kau katakan padaku?”, tanya Soeun sambil menatap penuh harapan pada Kyu. “Hmm..sebenarnya aku malu. Tapi aku tidak akan pernah lega jika belum mengatakannya”. “Sudahlah oppa katakan saja (jika kau menyukaiku)”, batin Soeun sambil tersenyum. “Aku menyukai sahabatmu Goh Ara”, ucap Kyu sambil tersenyum . Sedangkan Soeun? Hatinya bagaikan ditusuk oleh beribu2 jarum. Dia begitu kaget dan tak menyangka jika orang yang paling dia sayangi malah menyukai sahabat nya sendiri. Dia benar2 shock namun dia masih berusaha tegar didepan Kyu. “Soeun, sebenarnya aku ingin kau menjodohkanku dengan sahabatmu. Aku benar2 tak berani jika hrs menyatakan langsung padanya”, ucapan Kyu itu semakin membuat Soeun kecewa, dia benar2 tak tau harus berbuat apa, “kau bisa membantuku Soeun-ssi??”. “Hmm…”, ucap Soeun ragu. “Ayolah bantu aku ya”. Pinta Kyu, Soeun hanya mengangguk (terpaksa) dan masih menapakan wajah kecewanya.

Sesampainya dirumah, Soeun terus saja menangis. Ia mngurung diri didalam kamar. “Yoona, sebenarnya apa yang terjadi dengan saengmu??”, tanya ibu yg berada didepan pintu kamar Soeun. “Aku juga tak tau, saat pulang dari kampus kulihat matanya sudah bengkak seperti sudah menagis”, ungkap Yoona. “Nak, keluarlah. Daritadi kau belum makan”, teriak ibu sambil mengetuk pintu kamar. Tapi tak ada respon apapun, Soeun terus saja berdiam dan menangis didalam. “Sudahlah, kalian makan saja. Biar Soeun ayah yang tangani”, ucap ayah. Ibu dan Yoona pun pergi ke ruang makan sementara ayah mencoba berusaha agar Soeun mau membukakan pintu.

“Soeun, kau kenapa?”, tanya ayah masih didepan pintu Soeun. Tapi masih saja Soeun tak menjawab. “Jika kau sedang ada masalah, ceritakanlah. Ayah siap jadi tempat curhatmu”. “Soeun, sekarang ijinkan ayah masuk. Bukalah pintunya”. Sepertinya hati Soeun mulai luluh, iapun membukakan pintu. Dan langsung memeluk ayah seraya menangis. “Sebenarnya apa yang terjadi? Ayo cerita pada ayah”. Merekapun duduk diatas tempat tidur Soeun. Dan Soeun mulai bercerita panjang lebar. “Jadi itu masalahnya, Soeun sini biar ayah jelaskan cinta itu tak harus memiliki”, Soeun langsung memotong. “Tapi ayah aku benar2 mencintainya dan aku benar2 ingin memilikinya utuh”. “Kita akan lebih merasa bahagia lagi jika orang yang kita sayangi bahagia”, ucap ayah singkat sambil tersenyum. “Ayah yakin kau pasti mengerti”. Ucapnya sambil berjalan keluar kamar. Soeun hanya menatap kosong mengingat kata2 ayahnya.

*Keesokkan harinya*

Seperti biasa, Kimbum, Hongki, dan Kyuhyun berkumpul di kantin kampus. Kimbum menatap tajam Kyuhyun dan bertanya, “Kyu, apa yang kau lakukan kemarin dengan Soeun?”. “Aku hanya? Hmm…memangnya kenapa kau ini bertanya seperti itu?”, heran Kyuhyun. “Ya memang salah, aku tanya kau melakukan apa saja kemarin dengan Soeun?”. “Ini privasikulah Bum”, ucap Kyu menggantung sambil tersenyum. “Heh jangan2 kalian menyukai Soeun ya? Gila saja kalian ini memperebutkan wanita yang sama seperti tak ada wanita lain saja”, ucap Hongki sambil asyik memakan bakso [?]. “Enak saja”, teriak Kimbum dan Kyuhyun kompak sambil menatap Hongki. “Hhh…kalian ini kenapa menatapku seperti itu”, ucap Hongki ketakutan. “Akh sudahlah aku pergi ke perpustakaan dulu”, ucap Kimbum sambil meninggalkan Hongki dan Kyu dengan agak sedikit kesal dan BT. “Sebenarnya apa yang sedang terjadi padanya?”, heran Hongki sambil menatap Kimbum yang sedang berjalan dari kejauhan. “Entahlah”, ucap Kyu sambil merebut mangkuk bakso Hongki. “Eh Kyu itu bakso ku kau jangan memakannya”.

Dalam perjalanan menuju perpus Kimbum dengan tak sengaja melihat Soeun yang sedang duduk lemas,”Aku harus mengatakannya pada Ara”, batin Soeun sambil menatap kosong. “Soeun”, sapa Kimbum menghampiri. “Ada apa?”, tanya Soeun. “(Matanya begitu bengkak apa dia sudah menangis) Kau kenapa?”, tanya Kimbum. “Aku tak apa2”. “Sudahlah biar kau tak sedih lagi aku akan bawa Kyu kesini”. “Tak usah”. “Waeyo? Aku kira kau akan senang, bukannya kau yang minta ingin aku dekatkan dengan Kyuhyun?”. “Permintaan ku yang itu aku tarik kembali”, ucap Soeun sambil pergi meninggalkan Kimbum. “Heh Soeun-ah kau ini kenapa?”, Kimbum menarik tangan Soeun.

***To Be Continued***

Tinggalkan komentar

39 Komentar

  1. yeona

     /  Maret 15, 2014

    Kasian,jadi patah hati kan soeun onni

    Balas
  2. Yah seun patah hati

    Balas
  3. pasty nyesek banget jadi soeun unnie #Hiksss . . ;( 😦 Ngemeng” Yoonwonnya ke mana yakk ? *:o:o

    Balas
  4. Huh.kasihan banget

    Balas
  5. Niez

     /  April 2, 2015

    Waaah…ternyata kyu suka ara,, kasian soeun,, jiah…kibum cemburu tp blm sadar, hehe…cieh..yoonwon makin deket aje,, yoona trik na bisaa aja…ga sengaja. Dompet na jatoh d mobil Siwon,, (sebener na tu author yg puna ide) kkkk,,, makin seru….

    Balas
  6. ria

     /  Oktober 6, 2015

    Patah hati skt rasa’a,
    Tys gmn nih sm yoonwon?
    Apa mrk slg cinta ya

    Balas
  7. Kimbum oppa cepet2 dahhhh deketin soeun biar dia gak galau lagi hihihi

    Balas
  8. paris

     /  November 8, 2015

    Sso kasihan banget sih dia udah seneng banget diajak kyu ketemuan, eh kyu nyaa malah bilang dan minta tolong jodohin dia sama temen sso, aduh sso yang sabar yah, udah sama bum oppa aja masih ada dia 🙂
    Apa yoona sama siwon itu udah saling suka?

    Balas
  1. Wish You’re My Love | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: