Wish You’re My Love (chapter 3)

Episode 3

“Bum-ah, sudahlah jangan minum terus, kau membuatku jadi tambah khawatir saja”, resah Soeun sambil memandang Kimbum yang masih minum arak. Kimbum hanya terdiam mengabaikan Soeun. “Heuuuh…..Bum aku ke toilet dulu yah”, saat Soeun baru akan berdiri menuju toilet Kimbum langsung menarik tangan Soeun dan memeluknya. “Bum kau ini apa2an?”, heran Soeun dalam pelukan Kimbum. “Dia selingkuh dibelakangku”, Kimbum kurang jelas sambil menangis dan masih memeluk Soeun. “Bum kau menangis? Sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu?”, tanya Soeun makin khawatir. Kimbum hanya menangis tanpa mengeluarkan kata2. “Baru kali ini aku melihatnya menangis, sebenarnya apa yang terjadi padanya”, batin Soeun dan perlahan tangannya menyentuh punggung Kimbum sambil mengelus2 (menenangkan) Kimbum. *masih pelukan loh ya ini*.

Pak-nyonya Choi dan Pak-nyonya Kim tengah asyik mengobrol bersama, sedangkan Yoona dan Siwon hanya saling diam *kelihatan masih canggung*. “Siwon, kau dingin sekali pada Yoona, ayolah ajak dia keluar sana!”, ucap pak Choi. “Baiklah”, Siwon dan Yoona pun menurut dan berjalan bersama ke depan kolam renang di hotel itu.

Merekapun duduk di sebuah bangku, awalnya mereka sangat dingin satu sama lain, tak berbicara apapun. Perlahan-lahan Siwon memulai pembicaraan. “Kau masih ingat padaku?”, tanya Siwon. “Masa iya aku sudah lupa padamu, kau kan yang waktu itu terlihat buru2 sampai2 saat memasuki butikku kau masih berpakaian baju piama?”, jelas Yoona sambil tersenyum. “Hah, kau masih ingat saja, aku jadi malu jika mengingat kejadian itu”. Suasanapun jadi lebih hangat, “Memangnya saat itu kau akan pergi kemana?”, tanya Yoona penasaran. “ayahku menyuruhku untuk menghadiri sebuah acara penting, dan apa kau tau kemarin malamnya aku baru saja pulang dari Inggris. Ketika sedang tidur, asisten ayahku tiba2 membangunkanku dan menyuruhku untuk segera masuk kedalam mobil dan katanya aku ganti baju di dalam mobil saja. Tetapi ketika dalam perjalanan, ternyata tas yang berisi pakaian yang harusnya aku pakai ketinggalan, makanya aku membeli di tempatmu”, jelas Siwon panjang lebar. “Oh pantas saja, hhaha lucu sekali”, ledek Yoona. “Apanya yang lucu, hari itu benar2 hari yang sial untukku”. Ujar Siwon. “Oya waktu itu kau bilang jika pakaian yang telah kubeli sudah dipesan orang? Bagaimana dgn pembeli itu?”. “Huh kau tau sore harinya dia datang untuk mengambil pakaiannya, dan alhasil diapun memarahiku”, jelas Yoona. “Mwo?? Hmm..maafkan aku ya”. “Ne,,tak apa lupakan saja”. Kini merekapun terlihat lebih akrab.

Sementara Soeun dan Kimbum masih berada di café , “Maaf nona, café sudah akan ditutup”, ucap soerang pelayan. “Oh, tunggu sebentar lagi ya temanku belum sadar”, pinta Soeun. “Tapi nona café ini harus segera ditutup”.

Soeun pun tak ada pilihan lain harus meninggalkan tempat itu sambil membawa Kimbum yang masih setengah sadar. “Kimbum kau ini merepotkan saja”, kesal Soeun. Akhirnya mereka sampai di mobil Kimbum, ia mendudukan Kimbum di kursi depan sebelah kanan dan Soeun duduk di depan setir mobil. “Oke Bum kita sudah berada di dalam mobil, tapi bagaimana menjalankannya aku tak bisa”, ucap Soeun kesal. “Bum-ah cepatlah sadar kalau tidak bagaimana bisa kita pulang”, ucap Soeun lagi sambil memandang Kimbum. “Ibuuu aku lelaaaaahhh”, sambil menunduk diatas setir mobil sampai akhirnya ia (dan Kimbum) tertidur didalam mobil.

“Baiklah, kita pamit pulang”, ucap pak Kim menunduk. “Ne, hati2 kau. Nyonya Kim, Yoona, gomapta sudah datang”, ucap pak Choi. Ibu dan Yoona hanya tersenyum. “Kapan2 Siwon berkunjunglah kerumah kami”, ajak pak Kim sambil memandang Siwon. “Ne paman”, Siwon sambil tersenyum.

Dalam perjalanan, “Yoona, sebenarnya saeng mu kemana?”, tanya ibu penasaran. “Hmm,,tadi saat menjemputku di café Soeun bertemu dengan Kimbum sedang mabuk dan kelihatannya dia sedang ada masalah. Karena aku takut ada apa2 pada Kimbum aku suruh Soeun saja menemaninya, kasian kan jika ditinggal sendiri”, jelas Yoona. “Kimbum tetangga kita maksudmu?”, tanya ibu. Yoona mengangguk. “Kenapa tak antarkan saja Kimbum kerumahnya”, ucap ibu. “Huuuh ibu lupa ya, bukannya kalian sendiri yang menyuruhku agar segera datang ke hotel”. “Ne, tapi Soeun apa dia sudah pulang sekarang?”, tanya ayah. “Mana aku tau, tapi sepertinya mereka sudah pulang lah ayah”.

Beberapa menit kemudian merekapun sampai dirumah, “Pelayan Song, apa Soeun sudah pulang?”, tanya ibu. “Belum nyonya, saya kira nona Soeun berangkat bersama kalian”, jelas pelayan Song sopan. “Mwo? Belum pulang?”, kaget ibu. “Yoona, cepat kamu ke rumah Kimbum. Coba saja Soeun sedang dirumahnya”, ucap ayah. “Ne”, Yoona pun berjalan keluar menuju rumah Kimbum.

“Tok,,tok,,permisi”, ucap Yoona sambil mengetuk pintu. Seseorang membukakan pintu. “Nona Yoona, ada apa malam2 datang kesini?”, tanya pelayan Rim (pembantu rumah Kimbum). “Maaf bibi malam2 mengganggu, apa Kimbum ada dirumah?”. “Tuan Kimbum belum pulang nona, memangnya ada apa?”. “Mwo? Kimbum juga belum pulang? Hmm,,tidak permisi”. Yoona sambil berlari panik menuju rumah.

Ayah, Ibu, dan Yoona pun makin khawatir dibuatnya. Semalaman tak bisa tidur, Yoona dan ibu sibuk menelphone teman2 Soeun, sedangkan ayah dan pak Min mencari kembali ke café yang didatangi Soeun tadi tapi café itu sdah tutup. Ayah mencoba menelphone Soeun beberapa kali tapi tak diangkatnya *yaiyalah, anakmu sedang tidur nyenyak pak :p”.

Keesokkan paginya, langit begitu cerah. Kini Kimbumpun terbangunkan oleh silaunya matahari. saat bangun dilihatnya Soeun sedang tertidur lelap di sampingnya. Kemudian ia keluar mobil, dia keluar mobil bukan mau kabur atau apa tapi dia menggendong Soeun dari mobil dan memindahkannya ke kursi mobil yang ditempati oleh Kimbum sebelumnya *unyu mau dong digendong mbum*.

Dalam perjalanan….

Kimbum membuka telephone genggamnya, ternyata banyak sekali pesan masuk dan panggilan yang tak terjawab olehnya. Saat dibuka.

From: Kyuhyun

Bum,,,pesanan bungamu sudah kami belikan. Kau dimana sekarang??

From: Hongki

Karangan bunganya begitu bagus Bum, apa bunganya sudah dikirimkan kerumahmu ? Lihat ya pasti kau suka, hhahaha pilihan kami begitu bagus bukan??

From: Kyuhyun

Astajim Bum daritadi panggilan kami tak diangkat terus, pesan juga tak kau balas. Kau ini kenapa?

Saat sedang menyetir sambil menatap HPnya tiba2,,,tiiiiiiiit…kimbum mengerem mobilnya secara mendadak. Huh hampir aja tuh bebek ketabrak (?). *oppa sih nyetir kok sambil baca sms*. Soeunpun langsung terbangun kaget, “Omo!!ada apa??”. Kimbum hanya terdiam, wajahnya benar2 tak bergairah. “Aaaaaaaakkh”, teriak Kimbum sambil memukul keras setir mobilnya sampai membuat Soeun kaget. “Hhhh….”, Soeun ketakutan *oppa soeun unnie kasian ikh malah di kaget2in*.

Akhirnya kini mereka sampai didepan rumah Soeun. Soeun segera membuka pintu mobil. “Gomapseumnida”, ucap Kimbum lembut. Soeun berhenti sejenak. “Maafkan aku jika aku sudah menyusahkanmu”. Soeun hanya terdiam dan langsung beranjak kedalam rumahnya. Sementara Kimbum yang masih berada dimobilnya langsung meraih HPnya, ia pun mengirim sebuah pesan pada seseorang.

To: Jessica

Kita putus…. *authornya joget2 xD*

Saat Jessica membuka pesan itu dia tak merasa kaget sama sekali dia malah terlihat senyamsenyum kea orang sinting, “Sepertinya dia ingin memberikan surprise kepadaku, hhaha ada2 saja”. *idiiiiihh Gee R amat lu*

“Ibu aku pul…lang”. “Soeun kemana saja kau ini?”, ucap ibu khawatir sambil memeluk Soeun. “Soeun kau tidur dimana tadi malam?” tanya ayah. “Hmm,,,aku….eeuh….menginap dirumah Ara. Iya aku menginap dirumah Ara”, jawab Soeun gugup. “Kau jangan berbohong Soeun, kemarin unnie menanyakan pada Ara katanya kau tak ada disana”, kata Yoona. “Hmm….sebenarnya aku…*bla bla bla*…”, jelas Soeun panjang lebar. “ya sudah kau pasti lelah, istirahat sana”, ucap ayah. “Ne”, ucap Soeun menunduk sambil beranjak menuju kamar.

Didalam kamar ia langsung menidurkan tubuhnya ke atas kasur, “Hhhh….menyebalkan sekali”, gumam Soeun. Tiba2 HPnya berbunyi. Tertera nama Goh Ara di layar.

“Ne, ada apa?”.

“Soeun kau diundang Jessica di acara ulangtahunnya nanti malam?”.

“Tidak, aku tak mendapatkan undangan”.

“Yaaaa….kalau gitu aku datang bersama siapa?”.

“Shinhye?”.

“Euh…anak itu pasti dia datang bersama Jang Guek Suk oppa lah”.

“Soeun…Soeun…”, teriak Yoona.

“Chingu, nanti telephonenya disambung lagi yah. Nenek lampir memanggilku”

“Ne unnie ada apa?”, tanya Soeun sambil berjalan keluar kamar. “Ini tadi ada yang mengantarkan undangan untukmu. Ibu ayah aku berangkat ya”, ucap Yoona sambil beranjak menuju butiknya. Soeunpun membuka kartu itu, ternyata undangan dari Jessica. “Oh aku kira dia takkan mengundangku”. Ucap Soeun membuka undangan itu sambil berjalan menuju kamarnya lagi yang berada di lantai dua.

Saat sedang duduk tenang di atas kasurnya tiba2 ada suara di jendela kamar Soeun JEDORRR….. “Heuh,,ada apa sih?”, Soeunpun membuka tirai jendelanya dan ternyata itu Kimbum dia sengaja melempar sesuatu tepat ke jendela kamar Soeun dari kamarnya kira2 hanya berjarak beberapa meter *jiiaaah kamar mereka samping2an toh*. “Kimbum kau ini apa2an?”, kesal Soeun sambil teriak dari jendela kamarnya. “Soeun ada yang harus aku bicarakan. Temuiku dibawah sekarang”. Ucap Kimbum menggantung. “Heuuuuh…ada apa lagi sih?”. Kesalnya.

“Soeun, kau mau tidak datang ke acara ulang tahun Jessica bersamaku?”, tanya Kimbum pelan. “Mwo??tidak akh kau datang bersama temn2mu saja, lagipula itu kan acara ulangtahun pacarmu, kau datang sendiri juga itu tak masalah kan?”, tolak Soeun. “aku dan dia sudah putus”, ucap Kimbum murung. “Mwo??Sejak kapan?”. “Tadi pagi, hhh sudahlah kau mau tidak?”. “Oooo…aku mengerti tadi malam kau mabuk2an karna gara2 ini. Memangnya ada masalah apa? Jangan2 kau diselingkuhi oleh kekasihmu itu kan?? Hhahaha…”, ledek Soeun. “Ne, dia selingkuh dibelakangku dan lebih parahnya dia selingkuh dengan kakak sepupuku”, jelas Kimbum murung. “Hah jadi dia…?”, Soeun yang tadinya cengengesan meledekki Kimbum sekarang jadi ikutan prihatin juga. “Ye, jadi tolonglah Soeun kau mau ya datang keacara itu bersamaku, aku hanya sekedar ingin memanas2i dia saja”. “Heh maksudmu apa? Kau ingin memperalatku?”, ucap Soeun sinis. “Tidak seperti itu juga. Soeun ayolah kali ini saja, aku janji aku akan mengabulkan semua permintaanmu”. “Benarkah?”, “Ne”, “Apapun?”, tanya Soeun kurang percaya. “Apa perlu aku ulangi kata2 tadi?”, kesal Kimbum. “haha oke kalau gitu aku mau,,,hmm,,,??”, baru saja Soeun akan memikirkan apa yang akan dia minta pada Kimbum, Kimbum langsung menarik tangan Soeun kedalam mobilnya.”Haah kau ini, masalah itu kau pikirkan nanti saja. Sekarang ayo ikut denganku”.

“Loh Bum kenapa kita berhenti di butik unnie ku?”, heran Soeun. “hah jangan banyak tanya, ayo cepat turun”, ucapnya sambil keluar mobil. “Aniyo, Bum-ah jelaskan dulu padaku”, ucap Soeun masih diam di mobil Kimbum. Lalu Kimbum membukakan pintu mobil , “Hey, jika kau tak mau keluar aku akan mengeluarkanmu secara paksa”. “Grrr…iya iya aku keluar”, Soeun dengan terpaksa sambil mengeluarkan jurus andalannya *manyunin bibir*.

“Soeun, Kimbum, mau apa kalian kesini?”, heran Yoona. “Noona kemarilah”, ucap Kimbum sambil membisikki sesuatu pada Yoona. “Oooohhh…baiklah itu kecil aku akan memilihkannya untuk kalian”, ucap Yoona sambil tersenyum. “memilihkan apa?? Kalian ini sebenarnya berbicara apa sih aku jadi tambah tak mengerti”, ucap Soeun makin bingung. “Gaun berwarna Pink dan jas hitam dengan kemeja berwarna biru muda dan dasi biru tua ini sepertinya cocok untuk kalian. Cepatlah dicoba”, ucap Yoona sambil membawa kedua pakaian itu. “Baiklah”, ucap Kimbum sambil meraih bajunya. “Soeun kau juga coba gaun ini bukannya diam saja daritadi”, ucap Kimbum sambil memandang Soeun kemudian berjalan menuju ruang ganti. “Soeun ayolah coba pakai gaun ini?” ucap Yoona. “Unnie…sepertinya pria itu sudah tak waras. Kenapa bisa2nya dia mengajakku datang bersama keacara ulangtahun mantan kekasihnya”, kesal Soeun. “Mwo??ulangtahun mantan kekasihnya?”, tanya Yoona kaget. Soeun mengangguk. “Cieee…jangan2 dia menyukaimu saeng”, Yoona sambil ketawa puas. “Huuuss…unnie ini tak mungkinlah dia menyukaiku, tiap hari aku dengannya selalu seperti anjing dan kucing. Tak beda jauh jika aku sedang bersamamu onn”. “Huh kau ini yasudahlah cepat coba!”, ucap Yoona sambil menarik Soeun keruangan ganti.

“Waaah Bum kau terlihat sangat tampan dengan jas itu”, puji Yoona pada Kimbum. “Heh noona ini bisa saja”, ucap Kimbum salah tingkah sambil menggaruk2 kepalanya. Beberapa menit kemudian Soeunpun keluar dari ruang ganti. Ia sedikit malu2 saat akan memperlihatkannya pada Yoona dan Kimbum. “Omo!!Soeun kau cantik sekali aku tak menyangka kalau saengku yang satu ini ternyata manis juga”, puji Yoona sambil memandang Soeun. “He, dari dulu aku memang sudah cantik onn”, ucap Soeun sambil tersenyum malu. Sementara Kimbum hanya terus menatap Soeun tanpa berkedip. “Bum,,kau kenapa bengong saja melihatku? Ooh kau pasti terpesona padaku kan?”, ucap Soeun. “Aiish enak saja perempuan seperti mu juga banyak diluar sana”, Kimbum mengelak *halaah padahal suka tuh oppa*.

“Noona kami berangkat ya”, pamit Kimbum. “Ne, kalian hati2. Dan kau Kimbum jangan bawa pulang saengku terlalu malam”, pesan Yoona. “Hh,,baiklah”, ucap Kimbum tersenyum sementara Soeun masih saja cemberut.

Saat pesta terlihat Shinhye dan Geunsuk sedang asyik dudk bersama *beduaan mulu dah ni anak dua* . Sementara Ara hanya diam seorangdiri. Tiba2 Kyuhyun dan Hongki menghampiri, “Ara, kau kenapa tak bergabung kesana? Malah diam diri disini apa kau tak bosan?”, ucap Kyu. “Huh oppa aku tak terlalu kenal dengan orang2 disana”, ucap Ara. Tiba2 ada sebuah mobil hitam, saat keluar ternyata mereka adalah …. Jengjengjengjeng…parapparappappappappaw… “OMO!!!itu Soeun dan Kimbumkan?”, tanya Ara sambil menunjuk ke arah mereka. “Aniyo ini tidak mungkin, Kyu cepat cubit lenganku”. Hongki kurang percaya. Tiba2 Kyuhyun mencubit lengannya begitu keras. “AAAAWWW,,,kyu kau ini gila. Hadeeuh sakit sekali”, ringik Hongki. “Siapa suruh tadi kau yang minta”, Kyu membela diri. “Iya tapi tak usah kencang2 seperti ini”, kesal Hongki.

“Hay Bro”, sapa Kimbum *jiaah gaul gila*. “Annyeong….”, ucap Soeun pelan sambil menghampiri Ara. “Haii…Soeun katanya kau tak diundang. Kenapa kau malah datang bersama Kimbum”, ucap Ara. “Aniyo, kau jangan salah sangka seperti itu. Tadinya aku kira aku tak dapat undangan darinya tiba2 sore tadi ada seseorang yang mengantarkan undangan itu. Mian ya chingu kau jangan marah”, ucap Soeun sambil memegang tangan ara. “Ne, tak apa, tapi kenapa bisa kau bersamanya”, tanya Ara sambil mengerutkan keningnya. “Heuh ceritanya panjang nanti kujelaskan”.

“Bum kenapa kau malah datang bersamanya? Ini acara ulangtahun kekasihmu. Huh jahat sekali kau ini”, bisik Hongki. “Kenapa kau tak membawa bunga itu? Apa kau tak suka dengan pilihan kami?”, tanya Kyu. “aniyo, pilihan kalian bagus tapi itu terlalu bagus untuk orang seperti dia”, ucap Kimbum menggantung. “Maksudmu?”, tanya Hongki dan Kyuhyun bebarengan. “Akh sudahlah nanti juga kalian akan tau sendiri, Soeun ayo cepat!”. Soeun mengikuti Kimbum dari belakang. “Heuh…sebenarnya ada apa dengan mereka? Aku jadi bingung”, ucap Hongki smabil menggaruk2 kepalanya. Ara-Kyuhyun-Hongki à bengong sambil mangap.

Saat sedang dibutik dan berniat untuk pulang. Yoona menunggu taxi lewat tapi tak kunjung datang. Sesekali ada taxi lewat tapi taxi itu sudah ada penumpangnya. Tiba2 ada sebuah mobil berhenti tepat didepan Yoona. Ia membuka kaca mobilnya. “Annyeong, kau sedang apa disini malam2 begini?”, tanya Siwon. “Hmm…aku sedang menunggu taxi”. “kau mau pulang?”, tanya Siwon. Yoona mengangguk. “Masuklah!”, tawar Siwon. “Mwo??”. “Ayo masuk mobil biar aku yang antar kau pulang lagipula sekarang sudah malam”. “Aniyo, nanti aku merepotkanmu”. “Tak usah sungkan ayolah masuk!”. Yoonapun tak ada pilihan lain dan masuk kedalam mobil.

“Saengil Cukkae hamnida”, ucap Kimbum sambil mengulurkan tangannya. “Omo? Oppa sudah datang aku jadi tak sabar sebenarnya kejutan apa yang akan dia berikan untukku”, batin Jessica sambil nyengir. “Oppa…kenapa baru datang?”, tanya Jessica dengan logat manjanya sembari memeluk Kimbum #authornyangamuk. Kimbum melepaskan pelukan Jessica, “Sudahlah tak enak dilihat orang lagipula sekarang kita sudah tak ada hubungan apa2 bkan”. “aakh sudahlah oppa jangan bercanda terus”. “Kau pikir aku ini bercanda, selama ini aku tak pernah berbohong padamu kan?”, ucap Kimbum tegas. “Ne, selama ini aku tak pernah membohongimu tak seperti kau Jessica”. “Maksud oppa aku tak mengerti?”, Sicca dgn muka polos. “Heuh kau ini masih bisa saja mengelak, sudahlah sekarang aku sudah tau semuanya”. “Oppa ini kenapa?”. “Soeun ayo kita pulang”, ucap Kimbum sambil menarik tangan Soeun keluar.

“Sebenarnya ada apa dengan mereka?”, ucap Ara. “Ini benar2 masalah besar”, kata Kyuhyun. Hongki hanya diam sambil menatap kosong. Shinhye dan GeunSuk menghampiri Ara, Kyu dan Hongki. “Ada apa dengan mereka?”, tanya Shinhye. “Kami juga tak tahu”, jawab Hongki. Jessica mengejar Kimbum keluar pesta itu.

“Oppa,,,tunggu. Oppa belum menjelaskan semuanya. Sebenarnya apa yang membuatmu ingin putus denganku? Apa karna gara2 perempuan ini”, ucap Jessica sambil menatap tajam Soeun. “Mwo? Kau bilang apa…aku tak ada apa2…”, pembicaraan Soeun langsung dipotong Kimbum. “Kau tak usah menyalahkan ku atau dia (re.Soeun). kenapa aku ingin putus denganmu? Alasannya Cuma satu karna kau selingkuhkan”, ucap Kimbum sigap. “Aniyo oppa tau darimana? Aku sama sekali tak…”, Kimbum langsung memotong, “Kemarin aku melihatmu kencan dengan Donghae hyung. Heuh padahal kau tau sendiri kalau aku adalah adik sepupunya. Kau tau betapa sakitnya hatiku ini”, ucap Kimbum dengan keras sembari matanya mulai berkaca. “Oppa tapi….”. “Sudahlah Soeun ayo kita pergi”, ucap Kimbum sembari menarik tangan Soeun kedalam mobilnya. Mobilpun dinyalakan, Kimbum dan Soeun pergi dari pesta itu. “Oppa apa ini hadiah ulangtahunmu untukku?”, teriak Jessica sambil menangis.

Yoona dan Siwon sampai dirumah Yoona. Ia menghentikan lajuan mobilnya. “Mobil siapa itu?”, ucap Yoona sambil menatap mobil yang berada tepat di depan rumahnya. “Sepertinya aku kenal dengan mobil ini”, ucap Siwon, Yoona lngsung menatap. “Maksudmu?”.

Mereka berdua turun dari mobil, “Sepertinya orangtuaku sedang berada dirumahmu”, ucap Siwon. “Mwo??”. Kaget Yoona. Pengawal tuan Choi yang berada didepan pintu melihat mereka berdua (re.Siwon-Yoona). “Tuan, Nyonya, nona Yoona sudah pulang. Dan kulihat dia sedang bersama tuan Siwon”, ucapnya sambil membungkukkan kepala. “Mwo?? Bersama Siwon, ayah apa tadi kau menyuruhnya kesini?”, tanya nyonya Choi sambil menatap tuan Choi. “Aniyo aku tak menyuruhnya”. “Sepertinya tujuan kita untuk menjodohkan mereka berjalan dengan lancar Choi”, ucap pak Kim sambil tersenyum. “hha, ne kau benar”. “Oya suruh mereka berdua masuk”, pinta pak Kim kepada salahseorang pengawal.

Saat Siwon akan pergi tiba2, “Tuan anda jangan pulang dulu, tuan Choi menyuruh anda untuk masuk dulu kedalam”, ucap pengawal Wook. Siwonpun menurut, ia masuk kedalam bersama Yoona.

“Annyeong”, sapa Yoowon membungkukkan kepala mereka. “Ne, duduklah”. “Oya kenapa kalian bisa bebarengan seperti ini?”, tanya nyonya Choi. “Heuum…tadi saat akan pulang dan menunggu taxi tiba2 aku bertemu dengan Siwon dan dia mengajakku untuk pulang bersama”, jelas Yoona. “Sepertinya kalian sudah akrab ya”, ucap pak Kim sambil tersenyum. “Bagaimana jika kalian secepatnya menikah”, ucap pak Choi. Mendengarnya Siwon dan Yoona langsung kaget, “Mwo?? Menikah??”, ucap Siwon. “Ne, itu ide yang bagus”, ucap pak Kim. “Tapi….aku dan Siwon sama sekali tak ada hubungan apa2”, ucap Yoona. “Heuh,,sebenarnya kami sudah menjodohkan kalian berdua. Sudahlah lagipula kalian berdua juga sangat serasi. Benar tidak?”, ucap pak Choi.

(Didalam mobil) “Bum, kau tak apa?”, tanya Soeun sembari menatap Kimbum yang terlihat sangat sedih. “Akh tidak, lagipula untuk apa aku memikirkan perempuan seperti dia”, ucap Kimbum tersenyum berusaha tegar. Tapi mukanya tak bisa berbohong, hatinya benar2 masih terluka. “Bum kau jahat sekali, gara2 ini aku jadi terlibat dalam masalah kalian. Huh ini semua gara2 kau”, ucap Soeun sambil manyun. “He…aku kan sudah bilang aku akan melakukan apapun yang kau minta. Sekarang kau ingin apa?”, tanya Kimbum. “Hmm… permintaanku yang pertamaaa…ajarkan aku menyetir mobil”, ucap Soeun. Tiba2 Kimbum menghentikan mobilnya, “Loh kenapa berhenti? Kau setuju tidak? Kau yang bilang tadi akan melakukan apapun yang kuminta”. “Heum oke aku sutuju”. Merekapun berjabatan tangan menandakan persetuan Kimbum akan mengajari Soeun menyetir mobil.

~To Be Countinued…^^

Tinggalkan komentar

40 Komentar

  1. yeona

     /  Maret 15, 2014

    Lanjut lanjutkan
    Keren abis

    Balas
  2. nina

     /  Maret 19, 2014

    daebakkk.

    Balas
  3. Lucu jg deh

    Balas
  4. Mia

     /  Juli 3, 2014

    Aku suka banget nih

    Balas
  5. thor udh chap 3 knp momen yoonwon masih Sedikit😦 , Ceritanya udh seru . . 😦 Banyakin dong thor

    Balas
  6. ria

     /  Oktober 6, 2015

    Crita’a bgs tp kok yoonwon moment’a cm dikit

    Balas
  7. Yey smoga yoonwon cepet2 nikahhh hahaha yee senneng baca ff ini

    Balas
  8. paris

     /  November 8, 2015

    Soeun minta permintaan sama kimbum nyaa cuman pengen di ajarin mobil hehe, jessica tega banget dia selingkuh ari kimbum, tapi bagus deh kan mereka jadi putus🙂, wah yoona sama siwon di suruh cepet2 nikah, udah yoonwon nikah aja kalian serasi kok🙂

    Balas
  1. Wish You’re My Love | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: