Wish You’re My Love (chapter 2)

Episode 2

Saat Kimbum sudah berada di tengah jalan ia keheranan karena Soeun tak juga mengikutinya, “Soeun ayolah nanti kita bisa telat”, Teriak Kimbum. “Aku tak berani Kimbum”, teriak balik Soeun. “Heeeuh”, Kimbumpun kembali dan menghampiri Soeun. Dan kini ia memegang tangan Soeun. Saat menyebrang muka Soeun terlihat salting dan merasa aneh, “Tumben sekali dia perhatian padaku”, batin Soeun.

“Ara, Soeun kemana? Kenapa dia belum datang juga padahal sebentar lagi kelas dimulai”, cemas Shinhye. “Tak taulah kukira dia masih mencari buku”, jelas Ara tiba2 dosen Han memasuki kelas. Semuapun mencoba mempersiapkan diri dan duduk di kursi masing2. “Semuanya….”, dosen Han tak sempat menyelesaikan pembicaraannya tiba2 Soeun dan kimbum membuka pintu kelas dan terlihat ngos2an. “Mianhe pak kami telat”, ucap Kimbum sambil membungkukkan kepala, begitupun dengan Soeun. “Cieee Bum jadi sekarang kau dengan Soeun”, “Apa yang sudah kalian lakukan?”, ledek teman2 kelasnya. “Heuh berbicara apa kalian ini”, kesal Kimbum. “Sudahlah kalian jangan ribut, Soeun, Kimbum duduklah!”, pinta dosen Han. “Bumsso pun mengangguk dan duduk di kursi masing2.

Beberapa jam kemudian kelaspun dibubarkan, dan Soeun kembali pulang diantar oleh Ara dan shinhye.

~ keesokan Harinyaaa ~

“Pak Min masih sakit yaaa?”, Soeun sambil cemberut. “Sudah kali ini kau berangkat bersamaku”, ujar Yoona. “Tumben sekali unnie baik hari ini”. “heeeuh kau”, Yoona mulai kesal. “Yasudah Bu, ayah kami berangkat. Ayo Soeun”, ajak Yoona sambil keluar. “Ibu, ayah aku berangkat”, pamit Soeun. “Ne, hati2”, teriak ibu. “Coba saja mereka terus akur seperti itu”, ucap ayah sambil tersenyum.  “Ayah ini”, jawab ibu sambil tertawa.

Didalam mobil….

“Unnie, nanti pulang jam berapa?”, tanya Soeun sambil memandang Yoona. “Tak tau, lihat situasi nanti saja, memangnya kenapa?”, ujar Yoona yang sedang menyetir. “Hmm,,tidak”, Soeun lemas. “Bagaimana butik unnie sekarang?”. “Baru2 ini ada sedikit masalah”, jawab Yoona. “mwo? Masalah apa memangnya?”, tanya Soeun penasaran. “Kau tau tidak kemarin ada consumer yang memaki2 unnie gara2 pesanan bajunya malah terlebih dahulu diambil orang….”, Soeun memotong pembicaraan, “Yah unnie yang salah sih kenapa pesanan orang malah dijual pada oranglain. Pantas saja dia marah”. “Hey aku belum selesai bicara, kau tau siapa yang membelinya?”, tanya Yoona dengan sigap. “Aniyo, aku tak tau lah eon”. “Anak dari pemilik Hotel YooWon star”. “Mwo?? Hotel yang selalu dipakai orang2 penting itu? Pasti mereka membayarnya lebih kan eon?”, tanya Soeun sambil tersenyum. “Ne, mereka membayarnya 3xlipat dari harga asli”. “Hah? Cuma 3xlipat saja, unnie bodoh sekali padahal jual saja 10xlipat, pasti mereka mampu membayarnya”. “Haaa sudahlah cepat turun , kita sudah sampai”, ucap Yoona sambil menghentikan mobilnya. “Oh”, Soeunpun keluar dari mobil Yoona. “Gomawo eon, hati2”, teriak Soeun sambil melambaikan tangannya. Begitupun dengan Yoona.

Tiba2 ada yang menyentuh pundak Soeun dari belakang, iapun mengalihkan pandangannya kebelakang, “K..yu…hyun op..pa..??”, Soeun dengan gagap #sakingkagetnya. Merekapun berjalan berdua menuju kelas, diperjalanan Soeun terlihat senang dan tak percaya orang yang ditaksirnya sedang berada di sampingnya *Oooh diem2 unnie naksir sahabat oppa -_-*. Merekapun mengobrol berdua.

Kemudian datanglah Shinhye dan Ara. “Soeun”, sapa mereka sambil memeluk kencang Soeun. “Annyeong”, ujar Kyuhyun sambil menatap Ara, hanya Ara (?) #Whaattt. “Annyeong”, jawab Shinhye dan Ara kompak. “Soeun, Ara, Shinye aku duluan ke kelas”, ucap Kyuhyun. “Ne”, jawab Soeun sambil tersenyum. Kyuhyun pun pergi meninggalkan mereka bertiga.

“Waaa Soeun apa yang sudah kalian lakukan?”, tanya Shinhye cengengesan. “Sepertinya ini awal yang baik untukmu Soeun”, ucap Ara. “Ne, aku harap begitu. Ooh Kyuhyun oppaaaa…”, Soeun sambil membayangkan wajah Kyuhyun. “Huuus, kau ini masih pagi sudah menghayal”, ledek Ara. Merakapun bercanda sambil memasuki kelas.

Di tempat berbeda saat menuju kantor tiba2 mobil yang dinaiki oleh ayah Soeun mogok. “Pak Jung mengapa berhenti?”, tanyanya kepada supir pribadinya. “Hmm tak tau tuan, biar saya cek dulu”, ujar Pak Jung sambil keluar dari mobil dan mengecek mesin mobil. Saat dibuka mesinnya mengeluarkan banyak asap, “pak Jung ada apa ini? Saya harus segera menuju kantor”, kesal pak Kim. “Sepertinya ini memakan waktu lama tuan”. “heuh yasudah saya naik taxi saja. Jika masih tak bisa diperbaiki kau panggil mobil Derek saja”, jelas pak Kim. “Ne, tuan”, ucapnya sambil membungkukkan kepala.

Pak Kimpun dengan terpaksa harus menaiki taxi menuju kantor. Sementara ada seorang laki2 tua *seumuran pak Kim* yang sedang berada didalam mobilnya, saat ia menengok ke jendela  ia seperti melihat seseorang yang tak asing baginya. “Kim Joo Gyo??”, kagetnya. “Pak tolong hentikan mobilnya!”. “Ne tuan”. Kemudian ia pun turun dari mobil dan menghampiri orang yang sedang berada di pinggir jalan itu.

“Kim Joo Gyo”, teriaknya sambil mendekati. Saat itu pak Kim terlihat kebingungan karena ia pun merasa tak asing dengan orang itu. “hey kenapa kau malah terlihat seperti orang linglung, kau masih ingat padaku?”. “Choi Min Wo?? Hahaha kemana saja kau?”, ucap pak Kim sambil memeluknya.

Yup ternyata mereka sudah bersahabat  sejak  SMA. Namun saat mereka sudah menikah dengan pasangan masing2 mereka jadi kehilangan kontak.

Oke back to story –>

Pak Kim pun diajak oleh pak Choi untuk menaiki mobilnya. Ketika dalam perjalanan mereka berbincang panjang lebar dan kembali mengenang masa2 sekolah mereka dulu.

@kampus^^

“Ara antarkan aku pulang lagi ya”, pinta Soeun. “Mian Soeun hari ini aku ada urusan jadi tak bisa pulang sekarang. Kau duluan saja dan minta Shinhye yang mengantarmu, ya kau jangan marah, maafkan aku”, ucap Ara. “heuh tak apa lah, Shinhye bisakah kau antar aku pulang. Kumohon!!”, pinta Soeun lagi. “Ta…ta…pi sudah ada yang menjemputku”, ucap Shinhye sambil menunjuk kearah Geunsuk yang berada dimobilnya. “Yaaah”, lesu Soeun. “Kau pulang bersama dengan kami saja”. “Akh tidak nanti aku malah mengganggu lagi”, tiba2 Kimbum, Kyuhyun, dan Hongki sedang berjalan dan berniat untuk pulang. Namun Soeun tiba2 saja menarik tangan Kimbum,”Kau tak usah khawatir Shinhye aku pulang bersama Kimbum saja. Lebih baik kau temui dia”, ucap Soeun sambil tersenyum dan masih memegang tangan Kimbum. “Ne”, Shinhye pun pergi.

“Hey apa2an kau ini? Seenaknya saja menarik tanganku”, ucap Kimbum sambil menatap Soeun. “Heuh”, seperti baru tersadar ia langsung melepaskan tangan Kimbum sambil menatapnya. Saat Kimbum (and friends) baru berjalan beberapa langkah Soeun langsung menarik tangannya lagi, “Ikh kau ini kenapa?”. “Bum aku ikut dengan mu lagi ya”, bisik Soeun. “Aaakh aku tak mau”. “Hmm,,, Kyuhyun oppa, Hongki oppa bolehkan jika aku ikut bersama kalian”, pinta Soeun dengan raut muka yang manja. “boleh saja itu tak masalah”, ucap Hongki. “Ne, kau ikut bersama kami saja”, ujar kyuhyun. “Hey kalian ini berkata apa? Akh tidaklah Soeun kau naik taxi saja!”, Kimbum bersikeras. “kau tak boleh begitu bum, berlaku lembutlah pada wanita”, ucap Kyuhyun. “Ye, sudahlah biarkan saja dia bersama kita”, ujar Hongki. “Kalian ini lupa ya kita kan akan ngegym hari ini, dan tak ada waktu untuk mengantar anak tengil ini dulu”. “KimBum….”, Soeun dengan kesal. “Yasudahlah biar Soeun yang aku antar pulang, kalian duluan saja nanti aku menyusul”, ucap Kyuhyun. “Hmm,,terserah kau saja”, Kimbum dan Hongki memasuki mobil Kimbum dan pergi.

“Mwo?? Aku diantar pulang oleh Kyuhyun oppa?? Mimpi apa aku semalam??”, batin Soeun sambil senyum2 sendiri. “Soeun,,kau kenapa??”, heran kyuhyun. “Oh tidak oppa”, Soeun salah tingkah. “Kalau begitu ayo masuk mobil”. “Oppa aku tak merepotkan mu kan?”. “Hhh kau ini berpikiran apa ya tidaklah kau kan teman sekelas ku, ayolah masuk mobil”, Kyuhyun sambil menarik tangan Soeun.

“Sudah sampai”, ucap Kyuhyun. “Hmm,,,gomawoyo oppa!”. “Ne cheonmaneyo. “Apa oppa tak ingin mampir dulu kedalam??”. “hh tak usah, lagipula aku kan sudah ditunggu Kimbum dan Hongki”. “Ne, kalau begitu aku masuk dulu”, saat Soeun baru saja akan membuka pintu mobil Kyuhyun menarik tangan Soeun, “Eh Soeun tunggu!”, ucap Khuhyun. “Ada apa oppa?”, tanya Soeun sambil membalikkan badan. “Hmm,,,bolehkah aku meminta number ponselmu??”, Kyuhyun dengan malu. “Heuh ya bolehlah oppa”, merekapun bertukaran number ponsel. Saat memasuki rumah Soeun hanya senyamsenyum sendiri. “Hh andai saja setiap hari seperti ini”, gumam Soeun.

“Kimbum, Hongki”, teriak Kyuhyun sambil menghampiri mereka. “Lama sekali kau Kyu”, ucap Hongki. “Hah sudahlah aku ganti baju dulu ya”, Kyuhyun pun beranjak keruang ganti. Merekapun nge gym bersama, dan hal yang pertama mereka melakukan pemanasan dahulu. Kemudian berbagai macam olahraga dan terakhir  mereka mengangkat besi untuk melatih otot2 agar terlihat shexsiw :p. “Bum, Kyu, otot2 kalian besar sekali tapi kenapa punyaku masih seperti buah pisang”, ucap Hongki sambil memandangi tubuhnanya dicermin. “Hhhaha sudahlah aku lelah”, ucap Kimbum. “Ne sepertinya sudah cukup untuk hari ini”, ujar Kyuhyun. “Hmm,,kalian istirahat saja dulu aku masih ingin membesarkan otot ku ini”. “Yasudah”, Kimbum dan Kyuhyun pun istirahat dan duduk di sebuah bangku.

“Kyu 3 hari lagi pacarku ulangtahun, tapi aku masih belum tau akan memberi apa untuknya”, jelas Kimbum sambil membawa air mineral ditasnya. “Heuh aku juga tak tau” singkat Kyu. “Hah untuk apa aku memikirkan hal ini, memesan bunga saja sudah beres”, cuek Kimbum. “Mwo?? Kau ini dari dulu selalu saja seperti ini, harusnya kau kasih yang lebih special untuk pacarmu, heran sekali”. “Wooy sedang apa kalian? Serius sekali. Kyu aku minta minum”, ucap Hongki sembari merampas botol minuman Kyuhyun. “Eeeugh kau ini”, kesalnya. “Ada apa sih?”, Hongki penasaran. “Kau tau Jessica pacarnya tiga hari lagi ulangtahun dan dia sedang kebingungan akan memberi apa untuknya, tadi dia malah bilang “pesan saja bunga itu sudah beres” heuh itu kan terlalu biasa, dia memang bukan tipe pria romantis ”, jelas Kyu. “Oh masalah itu, kenapa kau tak memberinya karangan bunga”, Hongki sambil tersenyum puas. “Hey itu sama saja”, ledek Kyu. Hongki hanya menatap marah. “nanti karangan bunga itu kau masukkan kado special didalamnya”, ucap Hongki kembali. “Heuh kali ini aku setuju denganmu Ki, ada gunanya juga kau sebagai teman”, ledek Kimbum. “Grrr…kalian ini sama saja”, kesal Hongki sambil manyun.

—-Pak Kim – Pak Choi—-

“Aku tak menyangka kita akan bertemu hari ini”, ucap pak Kim sambil tersenyum lebar. “Ne, Oya bagaimana bisnis mu? Bekerja dimana kau sekarang?”, tanya pak Choi. “Aku hanya pemilik perusahaan kecil biasa, kau sendiri?”. “Heh kau tak boleh begitu, aku sebenarnya sedang ada proyek diJepang, tapi karna anakku yang dulu kuliah di Inggris sudah menyelesaikan sampai menjadi sarjana jadi sudah saatnya dia untuk melanjutkan usahaku. Dan sekarang mau tak mau aku harus menunda dulu pekerjaanku di Jepang dan sementara membimbing anakku dulu disini”. “Sibuk sekali kau sepertinya, memangnya usahamu disini apa?”, tanya pak Kim penasaran. “Hotel YooWon Star, tahukah kau?”, Pak Choi kurang jelas. “Maksudmu kau pemilik hotel itu?”, kaget pak Kim. “Ne”, pak Choi sambil tersenyum. “Hah aku benar2 tak menyangka jadi kau…”. “Hhhh sudahlah aku jadi malu. Oya kau sendiri bagaimana dengan anakmu?”. “Putri pertamaku sekarang sudah bekerja dan mempunyai bisnis pakaian sendiri, dan putri keduaku masih kuliah”. Jelas pak Kim. “Apa putramu sudah menikah?”. “Belum, membawa teman kencan saja sepertinya dia belum pernah. Putrimu bagaimana?”, tanya balik pak Choi. “Ya tidak beda jauh dengan anakku”, singkatnya. “Kalau begitu kenapa tidak kita jodohkan saja mereka?”, ucap pak Choi. Mendengarnya pak Kim langsung kaget, “Mwo???”.

Saat sedang dikamar tiba2 handphone Soeun berbunyi (tanda sms), iapun langsung meraih handphone di mejanya.

To: Soeun

From: +986657

Hai Soeun sedang apa kau??

“Heuh siapa ini??”, gumam Soeun.

To: +986657

From: Soeun

Mian, kau siapa??

To: Soeun

From: +986657

Oh aku lupa tak memberitahukan number ponselku, ini aku kyu!

“MWO?????oppa Kyu?????aaaakh tidak rasanya dadaku sesak”, ucap Soeun sambil ketawa2 tak jelas. Pada saat itu Soeun dan Kyu pun terus berkiriman pesan sampai larut malam.

Keesokkan harinya saat di kampus…

Kimbum tengah asik memaikan bolpen diatas kertas dan begitu terlihat serius, “Bum sedang apa kau? Serius sekali?”, tanya hOngki mengagetkan. “Akh tidak aku hanya sedang menggambarkan barang yangakan aku beri untuk kekasihku”, Kimbum sambil tersenyum. “Tumben sekali kau terlihat sangat semangat?”, heran Kyu. “Tak taulah sepertinya cintaku padanya semakin kuat”. “Haha baguslah kalau gitu, sering2lah seperti ini jangan berlaku dingin terus pada kekasihmu”, ledek Kyu. Kimbum hanya tersenyum. “Haduuuh kenapa tiba2 aku jadi ingin kencing, aku ke toilet dulu yah?”, ucap Hongki sambil berlari menuju toilet.

“Hufh legaaaaa….”, ucap Hongki menghembuskan nafasnya sambil keluar dari toilet. Tiba2 saat akan memasuki kelas, “Mwo?? Jessika bersama siapa itu?? Dong…hae oppa ???? kelihatan akrab sekali, sedang apa mereka. Hah mungkin saja sedang ada urusan merekakan satu jurusan”, cuek Hongki sambil melanjutkan berjalan menuju kelas.

“Soeun, kau kenapa??”, tanya Shinhye sambil menatap Soeun yang sedang senyum2 tak jelas (menghayal) dibangkunya. “Hey Soeun kau dengar aku?”, “Heuh sepertinya nak ini sudah tak waras…..SOEUN SEDANG APA KAU???”, teriak Ara tepat didepan muka Soeun, alhasil diapun menjadi kaget, “Ara, Shinye, kalian mengagetkanku saja!! kenapa?”, bentak Soeun. “Heh kau yang kenapa daritadi senyemsenyum sendiri, seperti orang gila saja, sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan?”, tanya Ara sigap. “Heee…”, Soeun tersenyum tak jelas. “Heh,hah,hih,huh,hoh,,kau ini kalau bicara yang jelas”, ucap Shinhye sedikit kesal. “Tahukah kalian?”, “tidak!!”, Shinhye dan Ara bebarengan sambil menggelengkan kepala mereka. “Menunduklah”, perintah Soeun. Merekapun menurut, “Ada apa sebenarnya?”, tanya Shinhye tak sabar. “Kemarin aku diantar pulang oleh Kyu oppa dan tadi malam dia mengirimkan pesan padaku”, bisik Soeun sambil tersenyum girang. “Mwo?? Maksudmu kau dan dia??”, tanya Ara sambil melirik pada Kyu yang tengah mengobrol asik dengan Kimbum. “Ye”. “Soeun sebentar lagi mungkin dia akan menembak mu”, ujar Shinhye. “Benar, siapkan dirimu dari sekarang”, ucap Ara dengan sigap sambil memegang pundak Soeun. “Heuh kalian membuatku jadi dekdekkan saja”, ucap Soeun sambil memandang Kyu dari jauh.

Kelaspun dibubarkan, semua mahasiswa bartaburan keluar. “Kyu, Ki, boleh tidak jika aku minta tolong?”, tanya Kimbum mengambang. “Minta tolong apa?”, tanya Kyu. “Kau kalau berbicara itu yang jelaslah Bum”, ucap Hongki kesal. “Hmm,,,kalian tolong pesankan bunga mawar 100 tangkai ya, bentuk nya kalian saja yang memilihkan. Dan bilang kalau ketika hari ulangtahun kekasihku besok bunga itu harus sudah jadi”, pinta Kimbum .”Yah tapi Bum, nanti bagaimana jika pilihan kita tak sesuai dengan yang kau harapkan”, tolak Hongki. “Ya benar, lagipula kenapa tidak kau saja?”, ujar Kyuhyun. “Aku kan harus….akh pokoknya urusan yang sangat penting, tolonglah kali ini aku minta tolong pada kalian. Aku benar2 ingin memberikan yang special untuk kekasihku”, pinta Kimbum pada kedua sahabatnya. Kyuhyun dan Hongki saling memandang, “Huuuh yasudahlah!”, ucap Kyu tak ada pilihan lain, begitupun dengan Hongki. “Haa..kalian memang sahabatku yang paling baik, aku pergi ya! Jangan lupa bunganya harus bagus oke!”, ucap Kimbum semangat sambil berlari menuju mobilnya. “Heuh ada2 saja anak itu?”, gumam Kyuhyun. “Sebenarnya dia akan pergi kemana sih [?]”.

Kimbum pun akhirnya sampai disebuah toko perhiasan, oooh ternyata dia ingin membelikan sebuah kalung untuk kekasihnya. “permisi mbak, kau masih ingat padaku?”, tanya Kimbum kepada seorang pegawai disana. “Oh anda tuan Kimbum? Ya mana mungkin saya lupa”, ucap pegawai itu ramah, Kimbum hanya tersenyum “Oya apa anda kesini ingin membawa kalung yang anda pesan?”. “Ne, bagaimana apa sudah selesai?”, tanyanya. “Sudah, biar saya ambil. Anda tunggu saja disini”, ucap pegawai itu sambil.

“Ini tuan”, ucapnya sambil melihatkan kalung yang dipesan Kimbum. “Apa anda suka?”. Kimbum langsung mengambil kalung itu. Kalung yang berbentuk hati dan dibelakangnya tertera nama Kimbum ❤ Jessica -____-. “Hasilnya benar2 bagus”, puji Kimbum sambil memandang kalung itu. “Baguslah, semoga kekasihmu juga suka”. “Kalau begitu aku harus pergi sekarang”, pamit Kimbum. “Ne, senang berbisnis denganmu”, ucap pegawai itu sambil membungkukkan kepalanya.

Saat Kimbum baru keluar dari toko itu, ia melihat kekasihnya dari kejauhan sana bersama seorang lelaki. Awalnya Kimbum senang karena bisa bertemu dengannya dan mengira jika laki2 itu hanya temannya, tapi rasanya mereka kelihatan tidak seperti teman biasa. Tangan Sicca digenggam oleh laki2 itu dan ketika dia membalikkan badannya, “Mwo?? Donghae oppa??”, kaget Kimbum. Ternyata mereka berdua saling kenal, ya Donghae itu kakak ipar Kimbum. Kelihatannya mereka akan memasuki toko perhiasan yang tadi didatangi Kimbum. Kimbumpun berusaha sembunyi  agar tak ketahuan.

Saat Jessica dan Donghae masuk kedalam Kimbum mengintip dari luar jendela toko itu. Dan betapa sakitnya hati Kimbum saat Donghae juga memberikan kalung yang sama persis dibelinya untuk Sicca. Kimbumpun tak kuasa melihat Donghae memasangkan kalung itu di leher kekasihnya itu, ia langsung pergi dan tanpa sadar ia telah menitikkan air mata sambil melempar kalung yang baru saja dibelinya. *Oppa buat aku aja*

Telephone genggam Soeun berbunyi, ia pun langsung mengangkatnya.

“Ye, ada apa unnie?”.

“Saeng kau dijemput pak Min kan?”.

“Ne, aku sekarang sedang berada dimobil. Memangnya kenapa?”.

“Cepatlah datang ke café ***, ini benar2 keadaan darurat”.

Tut.tut.tut… “Ikkh kenapa terputus? Pak putar balik, kita menuju café ***”, pinta Soeun. “baik nona”, ucap pak Min sopan.

Soeunpun sampai di café itu, ia terus mencari unnie nya. “Soeun”, teriak Yoona sambil mengangkat tangannya. Soeunpun menghampiri. “Apa ada sih unnie? Merepotkan saja, aku dan pak Min jadi harus putar balik”, ucap Soeun kesal. “Akh begini, sekarang ayah menyuruh kita untuk ke café di hotel YooWon star”, jelas Yoona. “Kenapa unnie tak langsung kesana saja biar aku nanti menyusul. Bodoh sekali”. “Hey kau tau tidak mobilku mogok lagi”. “Heuh heran sekali kenapa mobil eon itu sering sekali mogok”. “Hah kau ini”. “Eon memangnya ada apa?”. “Aku juga tak tau”. “Yasudah kalau begitu kita berangkat sekarang”, ajak Soeun. “Eh tunggu aku kebelet pipis, ke toilet dulu yah”, Yoona sambil berlari. “Heuh,,dasar”, gumam Soeun.

Ketika sedang duduk santai menunggu Yoona, ia melihat seorang pria sedang mabuk yang sungguh  tak asing baginya. “Kiiim..Bum…”, Soeun kaget dan menghampiri.

“Bum-ah kau mabuk?”, tanya Soeun. “Sedang apa kau disini?”, Kimbum dengan gaya bahasa layaknya orang mabuk. “Aku sedang menjemput unnie ku , Bum kau tak apa2? Bum?? Jawablah”, tanya Soeun khawatir sambil menggoyang2kan badan Kimbum. Tapi Kimbum hanya terdiam dan terus meminum arak.

“soeun, Kimbum kenapa?”, tanya Yoona. “Tak tau unnie ketika aku melihatnya dia sudah mabuk seperti ini”. “Hhh,,bagaimana ini. Ayah bilang aku harus datang, kalau begitu kau temani saja dia, kasian sepertinya dia sedang sedih. Unnie pergi sekarang ya”, Soeun menarik tangan Yoona. “Eh unnie aku pulang bagaimana?”. “Kan ada mobil Kimbum, sudahlah ayah sudah menungguku terlalu lama”, Yoona langsung berlari keluar. “Akh unnie tung…”, saat Soeun berdiri dan berniat untuk menyusul Yoona Kimbum langsung menarik tangan Soeun sambil berkata. “Soeun jangan tinggalkan aku sendiri”, gumamnya setengah sadar.

Yoona pun sampai di café hotel YooWon star. Ia berjalan menemui ayah dan ibunya yang tengah mengobrol. “Ayah, Ibu, maaf Yoona telat”, ucapnya sambil membungkukkan kepala. “Kau dari mana saja? Saeng mu mana?”, tanya ayah. “Tadi mobil ku mongok yah, Soeun sedang ada urusan bersama temannya. Jadi dia tak dapat datang kesini”, jelas Yoona. “Jadi ini putrimu Kim?”, tanya pak Choi sambil memandang Yoona. “Hhh..annyeong”, sapa Yoona ramah. pak Choi dan nyonya Choi tersenyum. “Kau cantik sekali”, puji nyonya Choi. “He, gomapta”. “Ayo duduklah!”. Yoonapun duduk disebelah ibu dan berhadapan dengan seorang pria, “Hah dia kan?”, Yoona dalam hati kaget.

“Bum-ah, sudahlah jangan minum terus, kau membuatku jadi tambah khawatir saja”, resah Soeun sambil memandang Kimbum yang masih minum arak. Kimbum hanya terdiam mengabaikan Soeun. “Heuuuh…..Bum aku ke toilet dulu yah”, saat Soeun baru akan berdiri menuju toilet Kimbum langsung menarik tangan Soeun dan memeluknya. “Bum kau ini apa2an?”, heran Soeun dalam pelukan Kimbum. *Unyu,,so sweet* xD hahaha.

~To Be Countinued…^^

Iklan
Tinggalkan komentar

53 Komentar

  1. Song Hye mi

     /  Juni 25, 2013

    Soeun eonni , tungguin aja bum~Ppa kasian dia 😥
    Jessica eon , jahat bngt sih ..
    Siwon oppa pasti di jodohin sama yoong eonni kan ?? *Readers Asjad

    Balas
  2. bagus ceritanya

    Balas
  3. suryantini

     /  Juli 7, 2013

    kyuhyun oppa gmn nasibx ya???
    telat banget aq bacax…
    mian soalx aq new reader…

    Balas
  4. aat yoonwon

     /  Juli 17, 2013

    Pasti wonppa ne yang bakal di jodohin ma yoong eonni

    Balas
  5. Perbanyak yoonwon moment thorr

    Balas
  6. dina

     /  Agustus 8, 2013

    Akhirnya ªđª part yoonwon jg di chapter ini…chapter 3 lanjut…

    Balas
  7. TY

     /  Agustus 8, 2013

    Bum ppa jang mabuk lg, ntar dmrahi pak H Rhoma lho :3 -_-” #plak comnt apaini
    Ksian Bum ppa dslingkuhin cewnya, mna sma kk iparnya lg 😦 tp knp hrus sica unn yg jd playernya, scra dia unnie ku 😥 #abaikan-”
    Wah YW udah ktemuan nih, nah lok ini mulai moment resminya kkk^ smoga Siwon oppa jg suka pndangan prtma sma Yoona unn, scra unniku kan pnya mta yg mampu mnghipnotis namja sekeceh Siwon oppa :v xixixi 😉
    Good Job buat authornya 😉

    Balas
  8. ole

     /  Oktober 31, 2013

    Sweet banget ceritanya…

    Balas
  9. Moment YW nya kurang ._.v
    Tapi YW bakal dijodohiiinnn uyeeee 😀
    So Eun akhirnya bakalan sama Kim Bum kok 😉
    Donghae sama Jessica, evil couple!
    Sama-sama selingkuh dr pasangannya heh -_-

    Balas
  10. Emmm..knp byk yg bumseo qu kan pgn yoonwon yg banyak..
    gpp lah yg penting Kerennnnn””‘

    Balas
  11. yeona

     /  Maret 14, 2014

    Yyeah,akhirnya yoona onni ketemu sama siwon oppa

    Balas
  12. Kapan momen yoonwonnya? Bumso terus

    Balas
  13. Mia

     /  Juli 3, 2014

    Tambah seru nih

    Balas
  14. Penasaran sama Reaksi asiwon karna di pertemukan dg Yoona 😀 , ini soeun udh dpt adegan romance aje *Envy :3

    Balas
  15. Ninggalin jejak dulu .xd

    penasaran

    Balas
  16. choi han ki

     /  Oktober 5, 2014

    Kasihan ya kimbum oppa … Udah sabar aja buat kimbum kan masih ada soeun 😀 .. Pertemuan kedua antara yoona dan siwon bakalan terjadi nih, kira2 gimana reaksi mereka ber2

    Balas
  17. margareta fransiska

     /  Desember 19, 2014

    Wahh kimbum oppa meluk soeun, so sweet banget 🙂

    Balas
  18. Niez

     /  Maret 28, 2015

    Jejreng…..yoona mu djodohin ma siwon yah? Ehew…reaksi mreka gmn yah? Kibum kasian amat dikhianatin sicca….parah na lagi sama kk ipar na lagi…ya ampun,,, uda sama soeun aja…kkk…

    Balas
  19. ria

     /  Oktober 6, 2015

    Apa yoona mw dijodohin sm siwon ya?

    Balas
  20. Haahha akhirnya yonwoon dijodohin sm ortunyaa, kimbum oppa udh jangan galau kan ada soeun

    Balas
  21. Kagak ada yoonwon moment nya T.T

    Balas
  22. paris

     /  November 8, 2015

    Kimbum oppa nyampe mabuk gitu, untung ada sso 🙂
    Wah apa yoona eonni mau di jodohin sama siwon opppa Wow 🙂

    Balas
  1. Wish You’re My Love | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: