FF BTPF Chapter 3: The Conflict

Chapter 3: The Conflict

 

Tiffany POV

 

“Ah gomawo”, singkatnya yang akhirnya menjawab ucapanku. “Oh ya Fany-ssi kenalkan ini Im Yoona ‘calon adik iparku’, dan Yoona kenalkan ini Hwang Tiffany teman calon suamimu Siwon”. Mworago? Apa yang sudah dia katakan barusan, wanita ini adalah calon istri Siwon. Jadi semua yang dikatakan Hankyung dan Heechul itu semuanya benar. Andweeee aku yakin ini hanya sebuah lelucon. Dan apa?  aku ini kekasih Siwon bukan temannya ==”.

Sebelum pergi dengan wanita itu Taeyeon membisikkiku sesuatu, “Kau tahu? Wanita ini adalah calon istri Siwon. Dan kecamkan ini baik2 kau tak usah terlalu banyak berharap pada adik ku, karna kau tau sendiri dia sudah mempunyai calon pendamping yang lebih layak darimu”. Aaakh apa yang dia katakan? Aku tak akan pernah melepaskan Siwon begitu saja. Tidak akan pernah!!. Dasar perempuan gila…

Yoona POV

 

Hari ini tiba acara pernikahan Taeyeon onnie dan Leeteuk oppa, aku di tunjuk [?] sebagai pegiring mempelai pria sedangkan Siwon memperlai wanitanya. Hmm… menyebalkan sekali, sekarang aku tak sedang dirumah namun menginap di hotel bersama keluarga Choi yang lainnya. Omona aku ini belum menjadi anggota keluarga Choi kan? Tapi kenapa mereka memperlakukanku seperti aku sudah menjadi istri Siwon saja.

Lalu pakaian apa yang harus aku pakai sekarang? Aigooo benar2 tak ada yang cocok untuk dipakai disini. Masa aku harus pulang ke rumah dulu, waktunya sudah tak memungkinkan. Aaarggh >.<

Tok Tok Tok~ “Yoong buka pintunya!!”, ucap seseorang mengetuk pintu kamarku.

“Siapa?”, tanyaku dari dalam seraya teriak.

“Ini aku Siwon, cepat buka pintunya!!”, balasnya lagi seraya mengetuk pintu dan kini semakin keras.

“Ah oppa?”, gumamku. “Ne tunggu sebentar”, sahutku lalu membukakan pintu. “Oppa apa yang kau bawa?”, tanyaku sambil  menatap tas yang ia pegang.

“Ini pakailah”, ucapnya dingin seraya melemparkan sebuah gaun berwarna biru muda. Aku langsung meraihnya.

“Cepatlah, keluargaku sudah menunggumu. Kita sarapan dibawah”, tambahnya lagi lalu pergi.

“Gomawo”. Aku mengangguk sambil tersenyum lalu segera masuk kembali kedalam kamar untuk mencoba gaun itu. dan setelah dipakai astaga gaun ini indah sekali sangat pas di tubuhku, ternyata dia tau ukuran badanku^^ dan selera kita ternyata sama [?].

Siwon POV

 

Aku dan keluargaku sedang berkumpul di café hotel menunggu wanita lemot itu (re. Yoona).

“Ayolah appa aku sudah lapar, kita sarapan duluan saja. Yoona bisa menyusul nanti”, rengekku.

Appa menoleh sinis, “Andwe! Kita semua harus sarapan bersama”, jawabnya yang tambah membuatku kesal. Aku hanya menghela nafas dan diam menunggunya.

Beberapa menit kemudian akhirnya dia pun datang dengan memakai gaun yang kuberi tadi, dan OMO?? Dia begitu cantik hari ini, ya cantik sekali. Mataku terbelalak melihatnya, dan hey sebenarnya apa yang terjadi padaku mengapa jadi seperti ini.

“Mianhae ahjumma, ahjussi, kalian sudah menunggu ku lama ya”, sesalnya membunggukkan badan. Tapi appa dan eomma ku tak terlalu mempersalahkan itu mereka malah mempersilahkan Yoona duduk disamping ku. Heuh!!

Setelah sarapan bersama kamipun segera tanjap menuju salon, dimana noonaku sedang dirias disana. Lalu pergi ke gereja untuk melakukan upacara pernikahan. Ya semoga saja semuanya akan berjalan dengan lancar.

**********

“Sekarang silahkan kalian untuk ber tukar cincin. Dengan ini pernikahan kalian sudah diteguhkan dalam nama tuhan”. Ucap sang pastur pada kedua mempelai (re. Leeteuk-Taeyeon) . Haaaah leganya acara pun kini sudah selesai, mulai sekarang noonaku sah menjadi istri Leeteuk hyung. Semoga dia bisa menjaga noona ku dengan baik.

Taeyeon POV

 

Jeongmal? Aku sekarang sudah sah menjadi istri dari tuan Park Jungsoo^^. Oh Tuhan aku benar2 tak percaya hari yang aku sangat idam2kan akhirnya tiba juga.

“Akh apa acaranya masih lama? Aku benar2 sudah sangat lelah ingin beristirahat”, keluh suamiku (alah nyante banget bilangnya :p).

“Sabarlah, apa kau tak ingin menyambut orang2 yang ingin memberi ucapan selamat pada kita?”, ucapku bersikap dewasa.

“Yeobeo, nanti malam kau jangan lupa mandi dan berdandan yang cantik [?] ya”, canda Leeteuk.

“Mworago? Kau sudah mulai nakal sekarang”, ucapku malu tersenyum kecil.

“Haha”, dia malah tertawa lalu mencium pipiku. Aku yang tak terima langsung mencubit pinggangnya. Dia merengek kesakitan sedangkan aku hanya tertawa renyah.

Siwon POV

 

Masih dalam acara tersebut aku dan keluargaku (tn. + ny. Choi, Yoona) tengah menikmati makan malam diringi oleh alunan music klasik yang begitu indah. Tiba2 kerabat appaku nyonya dan tuan Lee menghimpiri kami berempat.

“Presdir Choi selamat atas pernikahan putrimu”, sahut tuan Lee ramah.

“Ah jeongmal gomawo pak Lee karna telah menyempatkan untuk datang”, jawab appa.

“Tak usah sungkan”, kemudian tuan Lee menatapku lalu berkata, “apa kau Choi Siwon?”.

Aku mengangguk pasti seraya menjawab, “Ne tuan”.

“ ternyata kau sudah dewasa sekarang, apa dia istrimu?”, ketusnya menunjuk pada Yoona yang berada tepat disampingku. Aku dan Yoona langsung tersendak. Eomma dan appa hanya tertawa melihatnya.

Yoona POV

 

“Aaaah ternyata kau sudah dewasa sekarang, apa dia istrimu?”, ketus orang itu. aku yang tengah menikmati makanan langsung tersendak sama hal nya dengan Siwon. Hh sebegitu kelihatankah? Tapi benar juga, lihat saja aku dan dia (re. Siwon) memakai baju yang sewarna.

“Ani, dia itu……..”, ucapnya mengambang. Ya Tuhan apakah dia akan mengakuiku sebagai kekasihnya atau hanya sekedar.

“Dia calon istri putraku. Namanya Im Yoona”, ucap ahjussi memotong perkataan Siwon.

“Ah ternyata sebentar lagi kau pun akan segera menyusul noona mu ya. Presdir Choi mengapa kau tak langsung menikahi mereka saja sekarang”, candanya. Semuanya hanya tertawa kecuali aku dan Siwon yang masih heran. “Baiklah aku akan menemui pengantin pria dan wanitanya dulu”.

“Silahkan!”, sambut ahjussi tersenyum.

Acara pun berakhir, aku pulang diantar oleh Siwon. Saat berjalan menuju parkiran. “Hey mengapa kau tak memakai mantelmu?”, tanya Siwon oppa.

“Hhh mantelku tertinggal di hotel”, jawabku gigit jari.

Dia menghembuskan nafasnya lalu melepaskan mantel yang sedang ia pakai lalu disimpannya dipunggungku. Aku sedikit tak menyangka jika dia akan perhatian padaku, entah kenapa aku sangat senang dengan insiden ini.

“mengapa hanya diam saja, ayo kita pulang!”, ketusnya menghentikan lamunanku. Aku yang baru tersadar hanya diam. Dengan reflex dia menarik tanganku menuju mobilnya, oh Tuhan mengapa mala mini dia benar2 membuatku salah tingkah.

**********

Siwon POV

 

Hari ini aku akan mengantar Fany ke Bandara, ya! Dia akan pergi tour ke Jepang untuk beberapa minggu.

“Chagi kau hati2”, ucapku tersenyum.

Dia balik tersenyum menatapku, “Ne oppa, tetaplah setia menungguku”, ucapnya. Dan aku mengangguk pasti. “Baiklah aku pergi”, pamitnya seraya berjalan membawa koper menuju pesawat.

Aku yang melihatnya hanya melampaikan tangan seraya berteriak, “Semoga sukses!”, lalu dia balik menatapku dan tersenyum kemudian menjawab “Gomawo”.

**********

Seohyun POV

Terjadi keheningan diruangan kelasku, semua anak2 terlihat begitu bosan dengan mata pelajaran yang sedang dijelaskan oleh dosen Kim sekarang. Hhh rasanya aku ingin segera keluar dari ruangan ini.

Aku menempatkan kepalaku diatas telapak tangan yang kuletakkan diatas meja, lalu aku menoleh pada Yoona yang berada tepat disampingku, kulihat dia yang sedang melamun. Dia benar2 tak bersemangat hari ini, apa mungkin karna kejadian waktu itu? Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan agar aku bisa menghiburnya.

“Baiklah, materi untuk hari ini sudah selesai. Sampai jumpa minggu depan”, sahut dosen Kim seraya bergegas keluar kelas.

“Hufh akhirnya”, ucapku lega. “Yoong kita pergi makan siang yuk! Biar aku mentraktirmu ice cream coklat kesukaanmu. Bagaimana?”, tawarku.

Dia tak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya.

Hhh apa lagi yang harus aku lakukan agar dia bisa tersenyum.

Tiba2 seseorang memegang pundakku. Aku menoleh kebelakang, “Kyaa oppa kau mengagetkanku”.

“Hhehe mianhae”, jawabnya cengarcengir tak jelas. “Oh ya apa kalian tak ingin pergi makan siang?”, tanya Kyuppa.

Aku hanya diam karna tak enak pada Yoona. “Seo, Kyu, aku pergi ke perpustakaan dulu ya! Ada yang ingin aku pinjam”, ucap Yoona sambil pergi meninggalkan kami (re. SeoKyu).

“Yoong apa perlu aku antar!”, tawarku sedikit teriak. Dia hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menandakan tak usah. Hhh makin lama dia semakin aneh saja ==”.

“Chagi, hey kau sedang memikirkan apa? Ayo kita pergi makan siang! Aku sudah sangat lapar”, rengeknya membuyarkan lamunanku.

Aku menatapnya tajam, “Oppa ini manja sekali”, bentakku.

Dia kaget balik menatapku, “kau galak sekali”.

“Diam kau!!!”, ucapku lagi2 menyentaknya *kasian Kyuppa*.

Yoona POV

Heuh semakin lama aku sudah seperti mayat hidup, melakukan apapun sudah tak ada semangat lagi. Ketika aku sampai di perpustakaan untuk sekedar mendinginkan pikiranku [?] tiba-tiba …

“Yoong, tumben sekali kau pergi ke perpus?”, tanya Kibum sambil duduk disebelahku.

Aku menghela nafas, “Kibum kau benar2 mengagetkanku. Aniya ini tempat umum bukan? jadi aku berhak datang semauku”.

“Ya! Kau ini”. Kami berduapun membaca buku di perpus bersama, sebenarnya aku tak membaca buku apapun disana, (berpura-pura memegang buku) aku masih terpikirkan oleh Siwon oppa. Hmm mungkinkan aku akan benar2 mencintainya? Andweeee.

“Yoong… selamat ya”, ucap Donghae yang tiba-tiba datang dan mengulurkan tangannya.

Aku menatapnya heran, “Mwo? Selamat untuk apa? ayolah fishy pagi2 kau sudah bercanda. Ini tidak lucu”.

“Hey Yoong aku sudah tahu semuanya, kau akan segera menikah dengan putra tunggal keluarga Choi ya”, ucapnya ketus.

Mworago? Mengapa dia bisa tahu? Padahal aku tak pernah membicarakan ini pada oranglain selain Seohyun. “Hahaha lolucon mu itu benar2 garing”, ucapku mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Sudahlah mengapa mengelak terus daritadi, perusahaan appamu sebentar lagi akan bangkrut kan? Namun itu akan terselamatkan jika kau menikah dengan putra tunggal Choi? Hah ide keluargamu memang begitu cemerlang”, kali ini ucapannya benar2 membuatku ingin menangis sekencang2nya. Air mataku sudah tak terbendung lagi, aku langsung berlari keluar perpustakaan.

Kibum POV

 

“YOONA KAU AKAN PERGI KEMANA?”, teriakku padanya yang berlari keluar ruangan seraya menagis.

Aku menoleh sinis pada Donghae, tanpa berpikir panjang aku langsung membanting dan memukul pipinya dengan keras, “Apa yang sudah kau katakan? Aku tak percaya seorang Donghae yang terkenal sebagai kapten basket di kampus ini ternyata memiliki mulut yang tak bisa dijaga. Kau sudah tak ada bedanya dengan seorang banci”.

Donghae tergeletak kebawah, pipinya berdarah, “Sial!!! Berani2nya kau memukulku dan mengataiku seperti itu”, ucapnya tak terima.

Aku makin kesal dibuatnya, “Sudah diam!!! Apa kau tak sadar karna ucapanmu Yoona jadi menangis. Kecamkan ini Fishy sekali lagi kau berkata seperti itu pada sahabatku Yoona aku takkan tinggal diam”.

Aku segera berlari keluar menyusul Yoona yang sudah hilang tanpa jejak.

Yoona POV

Saat aku baru saja keluar dari perpustakaan tiba2 semua pandangan mengarah padaku, dengan cibiran mereka yang memandangku dengan tatapan tak enak, ada apa lagi sebenarnya.

“Yoona-ah beruntung sekali kau akan dijodohkan dengan anak pengusaha kaya”, ketus seseorang.

“Deh, padahal kudengar perusahaan mu sebentar lagi akan bangkrut ya? Hhaha ternyata kau masih beruntung”, timpal temannya.

“Aku jadi kasian pada Siwon oppa, dia itukan pria kaya, tampan, pintar, kekasih seorang penyanyi cantik yang terkenal (re. Tiffany), tetapi kini malah dijodohkan dengan seorang wanita yang hanya ingin memanfaatkannya saja. Ternyata dia tak seberuntung itu”.

Aku tak kuat dengan celotehan mereka, Aku benar2 tak menyangka jika sahabatku sendiri telah menusukku dari belakang, aku tak percaya jika dia akan mengkhianatiku seperti ini. Aku terus berlari menuju taman yang berada dibelakang kampus.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaakh”, teriakku seraya menitikkan air mata. “Tuhan tolong hentikan semua ini”.

Sudah lumayan lama aku berada disini seorang diri, mataku bengkak karna terlalu lama menangis. Tiba2 seseorang memegang pudakku. Aku menoleh kebelakang.

“Yoong, ternyata kau ada disini. Apa kau tahu sedaritadi aku, Kyu oppa dan Kibum sibuk mencarimu”, ucap Seohyun tanpa dosa.

Aku menatapnya sinis lalu segera memukul pipinya dengan keras, “Apa ini yang kau namakan sahabat?”.

Seohyun terlihat heran, “Yoong apa yang kau lakukan? Mengapa kau memukul pipiku? Apa yang salah denganku?”, tanyanya bertubi tubi terlihat makin seperti orang bodoh.

“Kau jangan berpura2 bodoh, aku kira kau adalah sahabat terbaikku ternyata dugaanku salah”, ucapku seraya meninggalkannya.

Seohyun POV

Ada apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa tiba2 Yoona menjadi sangat marah padaku.

“Seo-ah, apa kau menemukannya?”, tanya Kibum yang membuyarkan lamunanku.

“Bum-ah sebenarnya apa yang terjadi pada Yoona? Mengapa dia bisa sampai menangis dan begitu menyalahkanku? Aku tahu pasti ada sesuatu, sebenarnya ada apa? ayo ceritakan”, tanyaku beruntun.

“Anak2 sudah mengetahui jika Yoona akan dijodohkan dengan Siwon karna perusahaan tuan Im”, jelasnya menunduk pelan

“Mwo? Mengapa bisa tahu? Siapa sebenarnya yang membocorkan ini semua”.

“Kurasa Yoona telah menyangka orang itu adalah kau, karna sebelumnya yang mengetahui ini semua hanyalah kau”, ucap Kibum.

“Aku? Yang benar saja aku tidak akan membocorkan rahasia sahabatku sendiri, dank au tahu sendiri jika aku bersahabat dengan Yoona bukan untuk waktu yang sebentar tapi sudah sangat lama”, ucapku membela diri.

“Ya! Aku juga tahu, dan aku mempercayaimu tapi mungkin itdak untuk Yoona. Sebaiknya kita harus mencari tahu siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini. Kau tenang saja Seo aku akan membantumu”, ucap Kibum mencoba menghiburku.

Aku terus terpikirkan pada kejadian tadi. Akh bisa gila jika aku terus2an seperti ini. Bagaimana bisa sekarang sahabatku tengah marah besar padaku. dan ini hanya salah paham. Lalu bagaimana aku menjelaskannya? Dia tak akan mungkin mau mendengarkanku.

Saat sedang berjalan, dari kejauhan aku melihatku Kyu oppa yang sedang berkumpul dengan teman2nya.

Aku berteriak memanggilnya, “OPPAAAAAAAA”. Tapi dia tak juga menoleh padaku. aku sudah berkali2 memanggilnya dan teriakkan ke tujuh [?] baru dia menoleh dan berjalan menghampiriku.

“Ah aku mencari2 mu kemana2 chagi”, ucapnya. Aku hanya diam seraya menatapnya manja. “Mwo? Ada apa denganmu?’, tanyanya.

“Oppa, Yoona sedang memusuhiku sekarang”, jelasku lesu.

“Mwo? Mengapa bisa? Memangnya ada masalah apa dengan kalian?”, tanya Kyuppa.

“Ini semua sebenarnya hanya salah paham”, aku menceritakan semuanya dari A sampai Z tanpa terkecuali.

“Mengapa begitu rumit seperti itu”, ucapnya polos seraya menggaruk2 kepalanya yang tak gatal.

“Kalau begitu bantulah aku”, aku memeluknya manja seraya menangis.

“Cupcup [?] sudahlah jangan menangis, nanti biar aku coba jelaskan pada Yoona”, ucapnya mengelus2 rambutku *cielaaah*.

End of Seohyun POV

 

**********

Karna kejadian yang terjadi akhir2 ini Yoona menjadi jatuh sakit, ditambah berita ini pun bukan hanya tersebar dilingkungan [?] kampus saja tapi juga sudah muncul di televisi, dunia maya, dan koran2. Ya maklum saja Siwon adalah anak orang terpandang ditambah dia adalah kekasih dari seorang public pigur, jadi berita ini menjadi hot topic di Korea. sudah 7hari Yoona absen di kampus. Dan kesehatannyapun tak kunjung membaik, hal ini tentu membuat tuan Im menjadi khawatir.

“Chagi ayolah kau makan! Appa tidak mau ka uterus tertidur di atas tempat tidurmu dengan keadaan seperti ini”, ucap tuan Im seraya duduk disebelah ranjang tempat Yoona tidur.

“Ne appa aku akan makan, lebih baik appa istirahat sekarang. Aku akan baik2 saja”, jawab Yoona mencoba tegar.

“Appa tidak ingin kehilangan orang yang appa sayangi untuk kedua kalinya. Tolonglah tetap disisi appa sampai appa menghembuskan nafas terakhir”, ucap tuan Im sambil menitikkan airmata.

“Appa tenang saja, Yoona tak akan pernah meninggalkan appa”, sahut Yoona memeluk tuan Im.

Keesokkan harinya***

Siwon POV

Aku baru saja sedang selesai mandi lalu akan turun kebawah. Tiba2 noonaku Taeyeon nyelonong masuk kedalam kamarku.

“Hey noona mengapa bisa ada disini?”, tanyaku heran.

“Wonnie, cepatlah kau bersiap2 kita pergi kerumah Im ahjussi, Yoona sedang sakit sekarang”, jelas Taeng.

“Mwo? Dia sakit lalu apa urusannya denganku?”, tanyaku cuek.

Taeng memukul kepalaku, “Dasar babo! Ya ini memang sangat berpengaruh denganmu, bukankah kau adalah calon suaminya? Sudah cepatlah jangan banyak bicara turuti saja perintahku”.

“Noona, kau taukan keluarga Im hanya memanfaatkan keluarga kita saja. Namun mengapa kau begitu baik pada Yoona? Aku sangat heran padamu”, ucapku.

“Diam. Mereka tak seperti yang kau kira. Sebenarnya hm..sudahlah turuti saja ucapanku”, perintahnya lagi dan kini dengan wajah yang sedikit salah tingkah.

“Iya noona cerewet!!! Aaaagh pagi2 kau sudah membuatku sangat kesal”.

“mworago? Kau masih belum puas dengan pukulanku?”. Karna takut aku segera berlari terbirit kekamar untuk membawa mantelku. Lalu kami berduapun pergi kerumah Im ahjussi dengan ‘terpaksa’.

End of Siwon POV

 

Siwon dan Taeyeon sudah sampai di kediaman Im. Tanpa basa basi lagi Taeyeon langsung masuk kedalam kamar Yoona, tentu saja atas ijin dari tuan Im.

“Taeyeon-ssi kuharap kau jangan membahas soal masalah yang kini sedang terjadi ya. Aku harap kau akan mengerti”, ucap tuan Im.

“Araso ahjussi”, jawab Taeyeon lalu masuk kedalam kamar Yoona. Sedangkan Siwon terlihat malu2 untuk masuk, padahal dia sendiri kelihatannya sedikit khawatir pada Yoona.

“Oh Yoong, bagaimana keadaanmu sekarang? Aku benar2 menghkawatirkamu”, sahut taeng memeluk erat Yoona.

“Sekarang aku sudah mulai membaik unn, kau tenang saja”, jawab Yoona tersenyum lebar walaupun dengan muka yang masih pucat.

“Ah ini aku bawakan kau buah2an yang masih segar, kau harus memakannya ya. Jangan pikirkan yang tidak2”, tambah taeng.

Yoona mengangguk lalu dia mengalihkan pandangannya pada seseorang yang tengah diam mematung didepan pintu, Taeyeon ikut menoleh, dia menghela nafasnya, “Wonnie, sedang apa kau berada disana? Ayo cepat masuk!!!”.

Siwon hanya celengakcelinguk seperti orang bodoh, “Choi Siwon cepat masuk”, paksa Taeng lagi. Siwonpun menurut lalu masuk kedalam kamar Yoona.

“Cepat kupas apel ini lalu suapi Yoona”, perintah Taeyeon pada Siwon.

“Mwo? Memangnya aku ini siapa pembantu? Aniyo aku tak mau”, tolak Siwon geleng2.Taeyeon melototi Siwon dengan tatapan –Kau-berani-melawan-ku-?-. “Ah araso noona aku akan melakukannya”, ucap Siwon ketus sambil meraih apel lalu mengupasnya. Ia menyuapi Yoona apel itu, terlihat begitu serasi. Ya walaupun Siwon sedikit tak ikhlas :p. taeyeon begitu senang melihatnya, dia berharap semoga mereka berdua akan selalu seperti ini.

Saat Siwon sedang menyuapi Yoona apel tanpa disadari keduanya Taeyeon meninggalkan mereka berdua didalam kamar. Siwon begitu kaget saat sadar bahwa sekarang ia sedang berdua saja dengan Yoona.

Sudahlah oppa, eonnie sudah tak ada”, ucap Yoona.

Siwon segera sedikit menjauh dari Yoona, “aku keluar dulu”, ucapnya dingin.

“terimakasih oppa sudah mau menjengukku”. Siwon hanya mengangguk seolah mengatakan –sama-sama- sambil menghentikan langkahnya. “oppa aku benar2 minta maaf, jika bukan karna untuk menyelamatkan perusahaan keluargaku mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi”.

“Sudahlah, jangan membahas ini”, ucap Siwon mencoba mengalihkan pembicaraan. Mereka hanya saling diam dan terjadi keheningan diantara keduanya.

“Minggu depan pertunangan kita akan dilaksanakan”, tambah Siwon.

Yoona hanya diam, ‘Sebenarnya aku mulai ragu dengan ini oppa’, batin Yoona.

Tiffany POV

Aku masih berada di Jepang sekarang, dan mungkin besok sudah kembali ke Korea. Tiba2 suara handphoneku bergetar menandakan sebuah pesan masuk. Aku membukanya.

From: +704557

Noona, semua tugasku sudah aku laksanakan, dia sedang jatuh sakit sekarang. Apa kau sudah puas?

 

Aku tersenyum kecut saat membacanya. Puas? Sepertinya aku akan melakukannya yang lebih dari ini. Kau lihat saja Im Yoona.

***To Be Countinued***

Iklan
Tinggalkan komentar

94 Komentar

  1. Wahh yg ngelakuin yoona smpe jatuh sakit itu tiffany ya??emng jahat ya dia

    Balas
  2. park ra chan

     /  Desember 24, 2015

    Fany jahat banged…..

    Balas
  3. melani

     /  Juli 18, 2016

    Apa tiffany yg nyuruh orang nyebarin berita kayak gitu yg buat yoona sampe sakit.. makin penasaran sama kelanjutannya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: