FF BTPF (Chapter 2: I’ll Not Loved You)

Chapter 2: I’ll Not Loved You

Taeyeon kaget dia menatap Yoona lalu berkata, ‘Aku tak ada pilihan lain’, “Yoona sebenarnya perusahaan appamu kini sedang diambang kebangkrutan [?] dan mungkin semua itu tak akan terjadi jika perusahaan Im dan Choi bekerja sama. Aku tak sepantasnya berkata seperti ini padamu, dan memaksa agar kau bersedia dijodohkan dengan Siwon. Tapi aku memang menginginkanmu untuk menjadi pendamping hidup Siwon dan aku sangat yakin jika kau memang yang terbaik untuknya”, jelas Taeyeon panjang lebar. “Saat pertama kali melihatmu aku sudah menyukaimu dan aku juga bisalihat dari matamu jika kau memang menyukai Siwon bukan? aku benar2 minta maaf padamu karna telah berkata seperti ini padamu Yoong”.

Yoona tak bisa berkata apapun lagi kali ini, dia terdiam bisu dan tak tau harus berbuat apa. Apa dia harus terus terkekeh untuk menolak perjodohan ini sedangkan perusahaan appanya sedang di ambang kehancuran. Perusahaan yang sudah dibangun sedari dulu oleh appanya akan ia hancuran begitu saja? Ini sangat tidak mungkin.

Yoona POV

Sepulang makan siang bersama Taeyeonnnie aku memutuskan untuk pergi ke kantor appa. Ya aku ingin segera menyelesaikan masalah ini. “Appa”, sapaku lemas seraya membukakan pintu ruangannya.

Kulihat dia sedang melamun tapi segera tersadar saat aku datang lalu tersenyum padaku, “Eh kau, tumben sekali datang kemari? Ada apa?”, tanyanya.

“Appa untuk masalah perjodohan aku dengan Siwon, aku menyutujuinya”, ucapku ketus.

Appa terlihat sedikit kaget saat itu, “Mwo? Apa kau benar2 serius?”, tanya appa sedikit tak percaya.

“Aku tak akan mau melakukan sesuatu jika aku sendiri tak yakin appa (sebenarnya terpaksa)”, balasku lagi. Tiba2 appa memelukku seraya mengangis.

“Terimakasih chagi, karna appa kau jadi harus seperti ini. Maafkan appa”, ucapnya terisak2.

Aku mencoba kuat, “Karna appa? Tidak! aku melakukannya karna keinginanku sendiri, lagipula tanpa sepengetahuan siapapun aku memang menyukai Siwon oppa”, ucapku cengengesan sedikit berbohong.

“Appa ikut senang jika kau memang menyukai Siwon, semoga kalian bisa hidup berbahagia kelak”, ujar appa tersenyum lalu memelukku kembali.

**********

Hari ini ada pertandingan basket antar kelas, hufh aku sangat tak tenang. Ya tentu saja sekarang adalah pertandingan kelasku dengan kelas A. “Chingudeul Fighting!!”, ucapku menyemangati.

“Heu hatiku berdebar tak karuan”, gugup Eunhyuk.

“Hey tenanglah, kita tak akan menang jika kau seperti ini”, komentar Donghae.

“Chagi aku mendukungmu disini”, ucap Seohyun pada kekasihnya. Kyuhyun tersenyum mantap dan pertandinganpun dimulai.

End of Yoona POV

Pertandingan baru berjalan beberapa menit, Yoona, Seohyun, dan Kibum tengah sibuk memberikan semangat pada tim kelasnya. Tapi tiba2 ada seorang namja berpakaian dengan setelan jas menghampiri Yoona dan menarik lengannya. Yoona kaget dia menoleh dan begitu kagetnya ia saat tau bahwa namja itu adalah, “Siwon oppa?”, o.O “apa yang sedang kau lakukan disini?”, herannya.

“Tak usah banyak bicara ayo ikut aku sekarang”, paksa Siwon menarik tangan Yoona.

“Yoong siapa namja ini?”, tanya Kibum polos seraya menatap Siwon.

“Yoona-ah kajja!!”, paksa Siwon lagi.

“Hey kau akan membawa temanku kemana?”, tanya Seohyun.

Siwon tak menghiraukannya, ia menarik tangan Yoona secara paksa lalu pergi. Kibum dan Seohyun hanya melongo karna tak mengerti.

“Masuklah!!”, perintah Siwon seraya membukakan pintu mobil. Yoona masuk dengan tatapan kesal.

“Oppa kau akan membawaku kemana?”, tanya Yoona.

“Acara keluarga, orangtuamu yang menyuruhku menjemputmu kesini”, jawab Siwon ketus.

“Acara keluarga lagi?”, gumam Yoona seraya menghembuskan nafasnya.

Beberapa menit kemudian ***

Siwon dan Yoona datang, disana sudah ada tuan+nyonya Choi dan tuan Im. “Kya… yoona akhirnya kau datang”, sapa nyonya Choi.

“Ne annyeong ahjumma”, jawab Yoona membungkukkan kepalanya. Lalu Yoona dan Siwon duduk sebelahan.

Siwon POV

Aaakh ada apa lagi ini?

“Yoona, Siwon, kami sudah memutuskan untuk melakukan pertunangan kalian bulan depan”, ucap appa. Petunangan? Apa2an ini? Tentu aku masih belum siap.

“Appa, tapi apa ini tak terlalu cepat? Kitakan harus ada proses pendekatan terlebih dahulu sebelum melangsungkan pertungan. Aku masih….”, appa tiba2 memotong ucapanku.

“Diam! Ini sudah menjadi keputusan kami bertiga, lagipula Yoona juga sudah menyetujuinya lalu tinggal menunggu apa lagi?”, timpal appa.

Kyaaa yeoja ini babo sekali, mengapa dia menyetujuinya begitu saja *sambil melihat sinis Yoona*. “Tapi appa masa aku akan mendahului Noona. Seharusnya dia yang menikah terlebih dahulu”, ucapku ketus.

“Siapa bilang appa akan menikahi kalian lebih dulu, maksud appa ya untuk sekarang ini kalian tunangan saja dulu. Nah nanti jika Noonamu sudah menikah dan Yoonapun sudah melesaikan kuliahnya baru pernikahan akan dilaksanakan”, jelas appa panjang lebar. Tiba2 handphone ku berbunyi, aku meraih lalu membukanya. Tertera nama Tiffany di layar, hhaaaah mengapa dia menelphoneku diwaktu yang salah.  Bisa dibunuh aku jika appa tau, tak ada pilihan lain akupun menolak panggilannya.

“Kenapa tak diangkat?”, tanya Yoona ketus.

“Ani hanya salah sambung”, singkatku.

Ah aku baru ingat aku ada janji akan berkencan dengan Fany hari ini. Oh Tuhan bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?

Yoona POV

“Kenapa tak diangkat?”, tanyaku seraya menoleh padanya.

“Ani hanya salah sambung”, jawabnya lempeng. Ia terlihat begitu tak tenang aku tau pasti ada suatu hal yang membuatnya begini.

“Appa, amma, ahjussi, bolehkah aku mengajak Yoona pergi?”, ucap Siwon. Mwo? Benarkah dia akan membawaku pergi?

“Mwo? Ya tentu saja boleh. Tanpa kau meminta ijin pun tak masalah asal kau pergi dengan Yoona”, ucap tuan Choi.

“Araso. Kajja Yoona-ssi”, ucapnya seraya meraih tanganku. Ya Tuhan jantungku berdetak begitu cepat, mungkin pipiku terlihat merah sekarang! Omona apa yang terjadi padaku?

Didalam mobil ***

“Oppa kita akan pergi kemana?”, tanyaku antusias.

“Yoona kau turun disini saja ya! Aku ada urusan”, ucapnya ketus. Hey? Bukankah dia akan mengajakku pergi.

“Bukankah kau akan mengajakku pergi? Mengapa sekarang jadi seperti ini?”, ucapku ketus menatapnya serius.

“Tadi itu hanya alasan ku saja, sebenarnya agar aku bisa pergi dari tempat itu”, jawabnya santai.

“Serius lah oppa, jika aku turun disini lalu aku pulang bersama siapa?”, tanyaku kebingungan. Dia menghela nafas lalu menatapku. Aigo kumohon jangan menatapku seperti itu!!! “Eoteokkae???”.

“Cepatlah turun. Kau masih bisa naik taxi atau bis, sudahlah turun cepat!!”, paksanya. Sial dasar namja menyebalkan!!

“Ne araso”, ucapku pasrah seraya turun dari mobilnya. Dia melaju dan pergi meninggalkanku sendiri? Hanya seorang diri? Dia tega sekali L. Handphoneku berbunyi menandakan sebuah pesan masuk, lalu aku membukanya.

From: Siwon oppa

Yoona-ssi kau jangan bilang pada appa ku atau appa mu juga ya jika aku hanya berpura2 mengajakmu pergi. Kekekek xD

Heuh dia benar2!! Aku jadi penasaran sebenarnya dia akan pergi kemana. Tiba2 saat aku baru melangkahkan kaki seseorang memanggilku. Aku membalikkan tubuhku dan ternyata dia adalah, “Kibum-ah”.

“Hey, Yoong sedang apa kau disini?”, tanyanya heran.

“Ani, aku sedang jalan2 saja. Kau sendiri?”, tanya balikku.

“Aku baru saja membeli buku”, ucapnya seraya menolehkan buku2 dalam sebuah plastic yang ia bawa.

“Hmm bum-ah apa kau membawa kendaraan sendiri?”.

“Ya tentu saja, wae?”, tanya baliknya.

Aku tersenyum lebar, “Bum apa kau mau mengantarku pergi kesuatu tempat?”.

“Tapi aku…..”, ucapnya ragu. Tanpa menghiraukannya aku menarik tangan Kibum menuju mobilnya.

“Sudahlah, kajja”, paksaku.

Dalam perjalanan***

“hey nona Im sebenarnya kita akan pergi kemana?”, tanyanya ketus.

“Ah itu dia, Bum-ah ikuti mobil itu!!”, tunjukku antusias seraya menunjuk kearah mobil Siwon oppa yang kini berada tepat didepan kami.

“Grrr ara ara”, ucapnya mengangguk kesal.

Beberapa menit kemudian mobil Wonppa berhenti didepan sebuah kedai kopi yang suasananya cukup romantis. Aku dan Kibum berjalan mengelinap mengikutinya.

“Aku seperti pernah bertemu dengannya. Oh ya bukankah dia adalah namja yang menjemputmu tadi Yoong”, ucap Kibum.

Ternyata dia menemui seorang yeoja cantik “Mwo ? siapa yeoja itu? mengapa mereka terlihat begitu akrab?”, gumamku seraya mengintip kejendela.

“Kurasa dia adalah yeojachingunya”, ketus Kibum. Lalu dia menatapku heran, “Memangnya apa hubungannya denganmu?”.

Aku cemberut lalu membalikkan tubuhku dari jendela dan berdiri lemas, “Bum-ah aku merasa lelah kita pulang saja yuk”.

“Hey kita baru saja sampai”.

“Aku tak peduli. Kajjaaaa!!!”. Kami berduapun akhirnya pulang.

Siwon POV

Aku pergi meninggalkan Yoona untuk bertemu dengan Fany. Heuh apa aku keterlaluan? Entahlah aku tak peduli yang penting aku bisa memenuhi janjiku untuk bertemu dengannya. Jeongmal mianhae Yoona-ssi -_-.

“Fany-ah”, sapaku tersenyum menghampirinya.

“Oppa, akhirnya kau datang”, sahutnya seraya bangkit dari duduknya.

“Kau sudah menunggu lama?”.

“Aku pikir begitu”, jawabnya ketus.

“Ah mianhaeyo, tadi aku ada acara dengan keluargaku”, sesalku.

“Ne gwaenchana oppa aku mengerti”, jawabnya seraya tersenyum.

Oh tuhan apa ini sudah saatnya untuk aku memberitahukan tentang perjodohanku dengan Yoona? Jelas aku tak ingin  meninggalkannya, aku masih mencintai yeoja ini.

“Oppa gwaenchanayo?”, tanya Fany membangunkan lamunanku.

“Ah ani”, jawabku gugup. “Fany..jika suatu hari nanti aku menjadi milik oranglain kau tak usah khawatir. Hatiku akan tetap untukmu”.

“Oppa mengapa kau berkata seperti itu? tentu kau akan tetap menjadi milikku”, ucapnya lalu memelukku.

End of Siwon POV

**********

Yoona, Seohyun, Kibum, Donghae, Eunhyuk dan Kyuhyun sedang berkumpul dikantin kampus. “Chingudeul bagaimana pertandingan kemarin? Apa kelas kita menang?”, tanya Yoona.

“Kelas kita kalah, padahal hanya berbeda beberapa score saja”, jelas Eunhyuk lesu.

“Ini semua juga karna salahmu Hyuk”, omel Donghae pada Eunhyuk. Eunhyuk hanya menatap Donghae dengan tatapan –salah-ku-apa-. “Ya jika ketika lemparan terakhir kau bisa memasukkan bola pasti kita akan menang”.

“Sudahlah lagipula mau diapakan lagi, kita sudah kalah yasudah”, ucap Kyuhyun menasehati.

“Diam kau!! Ini juga salahmu, mengapa permainan basketmu begitu jelek kemarin sehingga dikeluarkan oleh pelatih dan malah digantikan oleh pemain yang permainannya lebih buruk darimu”, timpal Donghae lagi dan kali ini mengarah pada Kyuhyun.

Seohyun tak terima, dia menatap Donghae sinis lalu berkata, “Seperti kau sudah sangat jago saja fishy, lagipula kekasihku sudah mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk kelas kita”.

“Aaah kalian ini memang sama saja, dan kau Yoong mengapa kemarin malah pergi? Seharusnya kau memberikan semangat pada kami semua”, ketus Donghae menatap Yoona.

Yoona diam sejenak dan balik menatap Donghae, “Aku minta maaf, kemarin tiba2 saja ada yang menjemputku….”.

Dengan sigap Donghae langsung memotong, “Aaah alasan!!”, ketusnya lalu pergi.

Semuanya menatap heran Donghae, “Ada apa dengan dia?”, tanya Kibum. Kyuhyun mengangkat bahunya tanda tak tahu. “Aku ingin membeli minum dulu, apa ada yang mau pesan?”, tanya Eunhyuk.

“Semua saja! Biar nanti aku yang bayar”, ucap Kibum.

“Jinjja ? ah baiklah kalau begitu”, ketus nya seraya pergi memesan minuman.

Tak selang beberapa lama secara tiba2 seorang pria datang dan menghampiri mereka semua. Yoona mengangkat kepalanya dan mencari tahu siapa yang datang. “Op…pa..?”, gumam Yoona. Yang lainnyapun ikut menatap pria itu.

Siwon menghela nafas dan menempatkan kedua tangannya disaku celananya, “Aku perlu bicara denganmu”, ucapnya dingin.

“Mwo? Kau ingin bicara apa? Katakan saja”, sahut Yoona.

“Aku tak mungkin berbicara didepan semua teman2mu”, jawabnya.

“Mianhae oppa, tapi sebentar lagi aku ada jam kelas jadi tak mungkin jika aku harus pergi sekarang”, ucap Yoona mencoba menjelaskan.

Karna kesal Siwon akhirnya menarik tangan Yoona dan membawanya kesebuah ruangan yang lumayan sepi. Dia melepaskan tangannya dengan kasar.

Yoona menatap Siwon dengan penuh tanda tanya besar, “Ada apa lagi oppa?”.

“Karna kau pertunangan kita akan segera dipercepat”, bentak Siwon.

“Mworago? Mengapa menyalahkanku? Lagipula itu memang keinginan keluarga kita saja”, timpal Yoona tak mau kalah.

“Ya ini semua salahmu! mengapa langsung terima perjodohan ini. Kau bisa bicarakan terlebih dahulu denganku. Kau tak mengerti aku ini sudah mempunyai pasangan sendiri, aku sangat mencintai kekasihku. Dan sekarang aku malah akan dijodohkan dengan wanita yang tak kucintai? Lalu bagaimana dengan dia (re. Fany)”, ucap Siwon panjang lebar.

Yoona tak terima dan menatap Siwon penuh amarah [?], “Kau tau kenapa aku menyetujui perjodohan ini? Ini semua untuk keselamatan perusahaan appaku”. Siwon diam dan mencoba mendengarkan penjelasan Yoona lebih lanjut. “Ya! Asal kau tahu sekarang perusahaan appaku sedang diprediksi akan bangkrut [?], dan hanya perusahaan milik appamu lah yang dapat menyelamatkan semuanya. Mungkin secara tak langsung keluarga ku telah memperalatmu, tapi kumohon bantulah kami”.

“Tapi….”,

“Aku mohon!! Kau tak usah khawatir, aku tidak akan merebutmu dari kekasihmu. Ya aku pastikan ‘aku tidak akan pernah mencintaimu Choi Siwon’”, ucap Yoona serius. “Setelah menikah kita bisa bercerai”.

**********

Tanpa sepengatuan Yoona dan Siwon ternyata Kibum, Seohyun dan Kyuhyun melihat kejadian itu. mereka begitu kaget dan tak percaya.

“Omona ternyata sebegitu rumitnya masalah sahabatku sendiri”, ucap Seohyun yang mulai terduduk lemas mengingat kejadian barusan. Kyuhyun menepuk punggung Seohyun dan mencoba menenangkan kekasihnya itu.

“Ternyata dia adalah putra tunggal keluarga Choi. Dan ini gila Yoona akan dijodohkan dengan lelaki itu”, ketus Kibum.

“Mworago? Siapa yang akan dijodohkan dengan Yoona?”, tanya Eunhyuk seraya membawakan setumpukan minuman yang datang tiba2.

Semuanya diam, lalu dari kejauhan terlihat Yoona dan Siwon sedang berjalan bersama, namun pada saat itu juga mereka berpisah. Siwon pergi menuju parkiran untuk pulang sedangkan Yoona kembali menghampiri teman2nya.

“Seohyun-ah kau bisa antar aku kekelas?”, pinta Yoona lemas. Dengan sigap Seohyun mengangguk.

Namun sebelum itu Seohyun membisiki sesuatu pada Kyuhyun, “Chagi kau tak boleh berkata macam2 pada Eunhyuk. Kau tau kan dia itu paling tak bisa menjaga rahasia oranglain”. Kyuhyun mengangguk mantap.

“Kajja Yoong!!”, ajak Seohyun menarik tangan Yoona. Mereka berduapun pergi meninggalkan para namja [?].

“Apa lelaki tadi adalah kekasih Yoona? Kalau tidak salah dia itu putra tunggal keluarga Choi kan, salah satu keluarga terkaya di Korea”, tanya Eunhyuk. Namun Kyuhyun dan Kibum tetap diam dan tak menghiraukannya. “Hey mengapa diam saja!!”.

“Aku masih ada urusan dengan dosen Shin, aku pergi ya”, pamit Kibum.

“Ah aku ikut”, sahut Kyuhyun mengikuti Kibum. *ahaha kasian eunhyuk dikacangin*.

“Hhh ada apa dengan mereka?”, heran Eunhyuk seraya menempatkan kedua tangan di pinggangnya.

**********

Taeyeon POV

Aigo tiga hari lagi aku akan segera menikah dengan Leeteuk oppa^^. Aku benar2 tak percaya semua ini akan cepat terjadi. Hmm..hari ini aku akan membawa pesanan baju pengantinku, tapi Leeteuk oppa tak bisa mengantarku L hhh baiklah. Ah sebaiknya aku meminta Yoona saja untuk menemaniku. Ya! Ide bagus mengapa tak terpikirkan olehku daritadi.

Aku meraih handphoneku dan menghubungi Yoona.

“Yeobeoseyo Yoona, kau sedang apa?”.

“Eonnie! Ehm aku sedang dirumah saja, memangnya ada apa?”, tanyanya.

Mwo? Dia sedang dirumah sekarang^^ bagusss. “Saengi kau antar aku membawa gaun pengantinku ya. Kau sedang tak melakukan apapun kan sekarang?”.

“Ani…kebetulan aku tak masuk kuliah hari ini. Ah baiklah, kita akan bertemu dimana?”.

“Tak usah biar nanti aku menjemputmu ke rumah. Ne, sampai jumpa”, aku segera memutuskan sambunganku dengan Yoona dan langsung menuju rumahnya.

Kami akhirnya sampai dibutik tempat aku memesan baju. Seorang pegawai wanita langsung memperlihatkan hasil gaunnya. Dan aaah terlihat begitu cantik, kuharap baju ini akan pas ditubuhku. Aku segera mencoba gaun itu keruang ganti. Saat selesai aku langsung memperlihatkannya pada Yoona.

“Yoona, bagaimana apa gaun ini cocok untukku?”, tanyaku.

Awalnya dia menatapku dengan kurang yakin tapi, “Ini benar2 cocok denganmu eonnie. Kau akan menjadi mempelai pengantin wanita yang paling mengagumkan”, pujinya tersenyum renyah.

Hufh aku lega jika seperti itu, namun saat aku tengah asyik berbincang dengan ‘calon adik iparku’ tiba2 orang yang paling aku benci datang menghampiri kami. Hhh mimpi apa aku kemarin sehingga bisa bertemu dengan orang menyebalkan ini.

Dia tersenyum kecut pada ku, “Eonnie apa kabarmu?”, ucapnya yang membuatku ingin muntah. “Kudengar kau akan menikah dengan Leeteuk oppa. Cukkae aku turut bersuka cita”, tambahnya lagi seraya mengulurkan tangannya.

Dengan dingin aku tak menjabat tangannya, “Ah ne, gomawo”, singkatku. Saat aku menoleh pada Yoona aku kedapatan ide yang cukup cemerlang. Hha aku yakin dia akan kaget dengan semua ini, “Oh ya Fany-ssi kenalkan ini Im Yoona ‘calon adik iparku’, dan Yoona kenalkan ini Hwang Tiffany teman calon suamimu Siwon”, ucapku dengan berniat untuk memanasinya. Ah dan ya aku berhasil membuat nya kesal seperti banteng yang sedang mengamuk :p *Fany shipper jangan marah ya*.

“Im Yoona imnida”, ucapnya seraya mengulurkan tangannya berniat berjabattangan dengan Fany.

Namun wanita licik ini pasti tak akan mau bersalaman dengan Yoona, daripada ini akan  membuatnya malu lebih baik …. “Calon adik ipar sepertinya urusan kita disini sudah selesai”, ucapku menarik tangannya. “Fany-ssi kami pergi dulu, senang bertemu denganmu. “Yoona kajja!!”.

Yoona POV

Saat aku tengah menemani Taeyeon eonnie kesebuah butik untuk membawa gaun pengantinnya tiba2 aku bertemu dengan seseorang yang sepertinya tak asing bagiku. Dia tersenyum dan begitu ramah pada Taeyeon, sedangkan padaku tidak -_-. Namun sepertinya dia (re. Taeyeon) tak menyukai wanita itu.

“Oh ya Fany-ssi kenalkan ini Im Yoona ‘calon adik iparku’, dan Yoona kenalkan ini Tiffany teman calon suamimu Siwon”, ucapnya ketus. Hah mengapa Taeyeon berbicara dengan jelas seperti itu.

Wanita bernama Fany itu terlihat tak suka dengan perkataan Taeyeon barusan, ah aku ingat sekarang wanita ini adalah orang yang bersama Siwon oppa kemarin. Jangan jangan dia…..????

Tiffany POV

Hari ini aku berniat akan membeli kostum baru untuk manggung nanti malam di butik langgananku, dan tak ku sangka aku bertemu dengan kakak kekasihku ‘Siwon’. Dengan sigap aku berjalan menghampirinya lalu tersenyum. Dan seperti biasa dia selalu tak menganggapku, gggrrr aku suka kesal sendiri, mengapa dia tak pernah menyukaiku. Tapi aku tak boleh menyerah, apapun akan ku lakukan agar aku bisa mencuri hati keluarga Choi.

“Eonnie….apa kabarmu?”, ucapku ramah. Dia tak mau menjawab, “Kudengar kau akan segera menikah dengan Leeteuk oppa. Cukkae aku turut bersuka cita”, tambahku sekedar basa basi seraya menggulurkan tanganku. Tapi dia tak membalasnya, aaah ini semua aku lakukan untukmu oppa (re. Siwon).

“Ah gomawo”, singkatnya yang akhirnya menjawab ucapanku. “Oh ya Fany-ssi kenalkan ini Im Yoona ‘calon adik iparku’, dan Yoona kenalkan ini Hwang Tiffany teman calon suamimu Siwon”. Mworago? Apa yang sudah dia katakan barusan, wanita ini adalah calon istri Siwon. Jadi semua yang dikatakan Hankyung dan Heechul itu semuanya benar. Andweeee aku yakin ini hanya sebuah lelucon.

Sebelum pergi dengan wanita itu Taeyeon membisikkiku sesuatu, “Kau tahu? Wanita ini adalah calon istri Siwon. Dan kecamkan ini baik2 kau tak usah terlalu banyak berharap pada adik ku, karna kau tau sendiri dia sudah mempunyai calon pendamping yang lebih layak darimu”. Aaakh apa yang dia katakan? Aku tak akan pernah melepaskan Siwon begitu saja. Tidak akan pernah!!.

***To Be Countinued***

Tinggalkan komentar

106 Komentar

  1. Siwonnnn:/😦 tuh kan yoong nya kasian! mending yoong sma hae oppa aja!😀

    Izin baca next chapter ne!

    Balas
  2. Kenapa tifany lagi yg jadi pacar siwon selalu aj penggangu itu,datg, sorry fans tifany, kesian,yoona siwon jutek bgt sabar ya yoong demi appa yoong

    Balas
  3. Ahh rada sebel ama sii tiffany tapi gak papa ahh yg penting lanjut baca😀😀

    Balas
  4. Meninggalkan jejak.. I’ve read and commented for this ff before. Next…

    Balas
  5. Niez

     /  April 9, 2015

    Ooo….jd itu alesan YoonWon dijodohin,, deuh,, siwon demi ktmu fany rela nurunin yoona dtengah jln, untg ada kibum… Nah loh taeyeon ngenalin yoona ke fanny, ky na fanny bakalan ngamuk tuh,,, kkk…*sorry fanny shipper….

    Balas
  6. amalia an

     /  Mei 2, 2015

    siwon judes amat sih ma yoona. rasain nnti siwon klo jatuh cinta beneran sma yoona. hehehe

    Balas
  7. thyethyeN

     /  Mei 7, 2015

    Taeyeon sama Tifanny gak saling suka ya? Hihihi…. lucu aja… padahal taeyeon sama fany paling lengket di mana2…. siwon oh siwon tunggu aja saatnya kamu jatuh cinta sama yoona…. seru nhee…. lanjut aah,,,,😆😆

    Balas
  8. cindy_amalya

     /  Mei 23, 2015

    Kasihan yoona.. harusnya ja siwon agak perhatian dikit sama yoona
    izin baca part selanjutnya ya

    Balas
  9. Mkn seru nih.apa wonpa tak mmlki saingan ya

    Balas
  10. tiffany

     /  Juni 14, 2015

    The best

    Balas
  11. hilya elha

     /  September 27, 2015

    Aduh tifany udah tau nih. Gimana nasib yoona selanjutnya. Aish penasaran sama cerita selanjutnya. Next chapter..

    Balas
  12. Hahhaa mantep bener taeyon eonni, seru banget hahaa kasian tiffany hahaa awas aja dia macem2 sama yoona..

    Balas
  13. paris

     /  November 2, 2015

    Siwon kalak amat sih sama yoona, oppa lembut sedikit kenapa hehe🙂
    Ehmm ternyata pacarnyaa siwon itu tiffany? Dan taeyeon juga ngga suka sama tiffany…mudah2an suatu saat siwon bisa baik sama yoona

    Balas
  14. park ra chan

     /  Desember 24, 2015

    Tiffany malangnya nasip mu

    Balas
  15. melani

     /  Juli 18, 2016

    Makin menarik ceritanya..

    Balas
  1. Being To Perfect Family | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: