FF BTPF Chapter 1: Perjodohan

Title: Being To Perfect Family

Chapter 1: Perjodohan

Main Cast: Im Yoona, Choi Siwon, YoonWon

Cast: Taeyeon, Leeteuk, Seohyun, Kyuhyun, Kibum, Donghae

Genre: Family, Friendship, Romantic

Episode 1

——————————————————–

Yoona POV

“Chagiya…apa kau sudah siap?”, teriak appa memanggilku dari lantai bawah.

“Ne appa tunggu, sebentar lagi aku turun”, balasku teriak juga dari dalam kamar seraya merapikan rambutku didepan cermin.

Hari ini adalah hari kematian eommaku. Satu tahun lamanya aku dan appa hanya hidup berdua, ya aku memang anak tunggal. Aku selalu mencoba menjadi yang terbaik untuk appa, aku berjanji tak akan membuatnya kecewa dan akan terus membahagiakannya, karna sekarang appa hanya mempunyai aku, aku tak akan membuat appa menangis dan murung lagi.

Sepertinya sekarang aku siap untuk pergi kepemakaman eomma, akupun langsung berjalan ke lantai bawah menghampiri appa yang sedang terduduk menungguku di kursi ruang tamu. “Appa ayo kita berangkat”, ucapku semangat seraya tersenyum.

“Baiklah”, sahut appa seraya bangkit dari duduknya dan kami berjalan menuju mobil sambil bergandengan tangan, kami begitu akrab bukan? Hhe

Tak lama kamipun sampai, aku dan appa membawa bunga lily putih dan kami simpan diatas pemakaman eomma. Lalu seperti biasa kami melakukan ritual penghormatan.

“Yeobeo, lihatlah putrimu kini sudah tumbuh dewasa dan menjadi cantik sepertimu bukan?”, puji appa. “Tapi sampai sekarang dia belum terlihat menggandeng seorang pria”, ucapnya lagi berniat meledekku seraya tertawa.

“Aish appa ini!!”, timpalku cemberut. “Eomma tak terasa sudah setahun lamanya kau pergi meninggalkan kami. Aku begitu merindukanmu”, ucapku manja.

Appa menghela nafas dan terdiam untuk beberapa saat. “Baiklah istriku kami pamit untuk pergi, aku dan putrimu ada sedikit urusan”, ucap appa dan membuatku penasaran.

“Mwo? Pergi? Sebelumnya appa belum mengatakan jika kita akan pergi”, ucapku polos menoleh pada appa.

Lalu appa tersenyum tak menjawab pertanyaanku, “Yeobeo kami pamit kau baik2 disana”.

“Bye eomma”, singkatku, tiba2 appa menarik tanganku dan berjalan menuju mobil.

Sepanjang perjalanan aku terus bertanya2 sebenarnya appa akan membawaku kemana? Heuh tapi tetap saja dia tak mau menjawab pertanyaanku. Setengah jam kemudian mobilpun berhenti didepan sebuah restoran bintang lima di Seoul. Aku dan appa turun dari mobil lalu masuk kedalam restoran itu. “Nah itu mereka”, ucap appa sambil menunjuk kesebuah keluarga *author mati kutu* yang serasa sangat asing bagiku.

“Chagi ayo kita kesana”, ucap appa mengagetkan. Dan aku mengangguk lalu berjalan menghampiri mereka.

End of Yoona POV

“Ah keluarga Im sudah datang”, sahut tuan Choi. Lalu keluarga Choi berdiri dan membungkukkan kepala mereka.

“Jeongmal mianhae, sepertinya kami datang terlambat. Apa kalian sudah lama menunggu?”, tanya tuan Im sedikit menyesal.

“Aniyo, kami juga baru saja datang. Oya silahkan duduk”, ucap tuan Choi. Yoona dan tuan Im pun ikut duduk.

Yoona POV

Aku duduk berhadapan dengan seorang namja tampan, sepertinya dia adalah putra tuan Choi. Akupun tersenyum padanya, tadi dia malah mengalihkan pandangannya dengan judes tanpa menghiraukanku. Omona namja ini benar2 sombong sekali. Lalu kulihat seorang yeoja disampingnya tersenyum ramah padaku, akupun membalasnya. Dua orang ini benar2 bertolak belakang sekali.

End of Yoona POV

“Presdir Im, apa ini putrimu? Hah dia cantik sekali, siapa namamu?”, tanya tuan Choi menoleh pada Yoona.

“Annyeong, Im Yoona imnida”, ucap Yoona memperkenalkan diri.

“Yoona? Nama yang bagus”, sahut nyonya Choi.

“Oh dan ini putra putri kami, Choi Taeyeon dan Choi Siwon”, tambah tuan Choi.

“Annyeong, bangapseumnida”, sapa Taeyeon pada Yoona seraya tersenyum.

“Nado bangapseumnida eonnie”, jawab Yoona balik tersenyum.

Siwon dengan dinginnya hanya membungkukkan kepalanya tanpa menoleh pada tuan Im ataupun Yoona.

“Taeyeon, Siwon, Yoona-ssi, sepertinya sore ini cuaca begitu cerah, apa kalian tak ingin keluar untuk pergi jalan2?”, tanya nyonya Choi.

“Ah ide yang bagus, Won-ah, Yoona-ssi, kajja!!”, ajak Taeyeon semangat seraya menarik tangan keduanya.

“Ani, aku malas. Kalian saja yang pergi”, cuek Siwon.

“Andweee…kau harus ikut simba”, paksa Taeyeon menarik tangan Siwon dengan kasar.

Dengan berlalunya Taeyeon, Yoona, dan Siwon, “Presdir Im sepertinya kita harus bekerja keras untuk ini”, ucap tuan Choi sedikit berbisik. Lalu ketiganya tertawa.

**********

Siwon POV

Aigo ada apa ini, firasatku benar2 tak enak. “Taeyeon, Siwon, Yoona-ssi, sepertinya sore ini cuaca begitu cerah, apa kalian tak ingin keluar untuk pergi jalan2?”, ucap eomma. Mwo? Ide gila apa ini?

“Ah ide yang bagus, Won-ah, Yoona-ssi, kajja!!”, ucap noona dengan tiba2 menarik tanganku dan yeoja itu.

“Ani, aku malas. Kalian saja yang pergi”, tolakku cuek.

Tapi noonaku yang galaknya seperti macan tutul ini tak mungkin membiarkan aku tak ikut begitu saja, “Andweee…kau harus ikut simba”. Hhh apa aku bilang. Dia terus memaksaku, ya oke aku ikut! Benar2 tak ada pilihan lain -_-.

Yoona POV

Awalnya saat aku berjalan2 dengan Taeyeonnie dan Siwon rasanya sangat canggung. Tapi Taeng benar2 ramah, tak membutuhkan waktu yang lama aku langsung akrab dengannya. Tak seperti dengan adiknya, berkata satu kata saja padaku tidak pernah.

“Eonnie, sepertinya aku pernah melihatmu”, ucapku.

“Jinjja?”, tanyanya menolah padaku.

“Hmm…”, anggukku. “Tapi entahlah aku sedikit ingat tak ingat”, ucapku tak jelas.

“hha kau ini lucu”, candanya. “Oya Siwon kemana?”, heran Taeng lalu membalikkan tubuhnya, dan aku mengikuti. “Omonaa… Wonnie sedang apa kau disana. Ayo pergi!!”.

“Ayolah noona, aku lelah kita kembali kedalam saja”, ringik Siwon.

“Dasar pemalas, baru berjalan beberapa menit saja sudah kecapean. Ayo jangan banyak bicara, berdiam dengan orang tua itu lebih membosankan kau tau”, timpal Taeng tak mau kalah. Hhaha adik dan kakak yang lucu xD

“Ne ara ara, dasar noona menyebalkan”, gumam Siwon sinis.

“Mwo? Apa kau bilang barusan heuh?”, tanya Taeng.

“Aniyo noona kau ini kenapa”, elak Siwon berpura2.

“Ah baiklah ayo kita pergi”, ajak Taeng seraya menarik lenganku dan Siwon.

End of Yoona POV

“Eonnie sebenarnya hubungan orangtua kita apa? Dan apa ada maksud khusus kenapa aku dipertemukan dengan keluarga kalian, jika soal pekerjaan kurasa tak ada hubungannya sama sekali denganku”, ucap Yoona polos.

Taeyeon tersenyum, “Aku tau pasti ada sesuatu, memangnya kau tak menyadarinya Yoona-ssi?”.

“Aish Eonnie, panggil aku Yoona saja. Ara?”, pinta Yoona.

“Ehe baiklah Yoona-ssi, maksudku Yoona :p”, jawabnya tersenyum. “Huh kurasa aku harus ke toilet dulu, kalian tunggu disini ya aku tak akan lama”, ucap Taeyeon seraya lari terbirit2 menuju toilet di restoran *balik lagi dong?*

“Hey noona lalu aku bagaimana?”, teriak Siwon.

“kau tunggu disini saja dengan Yoona, aaarght aku sudah tak tahan lagi”.

Siwon menghela nafasnya karna kesal seraya menempatkan kedua tangan di pinggangnya.

Terjadi keheningan diantara mereka berdua, Yoona yang lugu dan Siwon yang cuek sepertinya akan sangat parah jika disatukan *apa sih bahasanya*.

‘Omona kenapa aku merasa canggung sekali jika dekat dengannya’, batin Yoona. “Oppa apa kau mengerti ucapan Taeng barusan?”.

“Maksudmu?”, tanya Siwon singkat.

“Dia bilang ada sesuatu dalam pertemuan ini, memangnya ada apa?”, tambah Yoona.

“memangnya kau belum tau?”, tanya Siwon dan Yoona menggelengkan kepalanya. “Aakh lupakan”, ucap Siwon sambil berjalan pergi meninggalkan Yoona.

“Oppa tunggu!!”, teriak Yoona menyusul Siwon.

Acara pertemuan antara keluarga Im dan Choi pun berakhir, kini Yoona dan tuan Im berada dalam mobil untuk kembali kerumah. Begitupun keluarga Choi.

“Siwon-ah bagaimana? anaknya presdir Im cantik bukan?”, tanya nyonya Choi.

“hah biasa saja”, cuek Siwon.

“Aku setuju dengan eomma, dia (Yoona) jauh lebih cantik dibandingkan kekasih sementaramu”, celetuk Taeyeon.

Siwon menatap sinis, “Apa yang noona katakan?”.

“Hey dengarkan appa Siwon, apapun yang kau inginkan appa tak akan pernah memberikan restu padamu dan teman wanitamu”, ucap tuan Choi ketus. “Kecuali dengan Yoona. Kau harus menyutujui perjodohan ini tanpa alasan apapun”.

Siwon tak bisa berbuat apa2, dia tak berani jika harus melawan ayahnya. Tak ada pilihan lain dia harus menuruti semua perkataan tuan Choi.

Saat turun dari mobil Taeyeon benar2 kaget saat melihat sesosok namja tengah berdiri tegap didepan kediaman Choi. “Oppa”, gumamnya dengan tatapan berbinar2. Lalu namja itu berbalik tersenyum pada Taeyeon dan semua anggota keluarga Choi seraya membunggukkan kepala.

“Leeteuk-ssi sejak kapan kau kembali ke korea?”, tanya tuan Choi tak kalah kagetnya.

“Ah baru saja, saat tiba di Seoul aku langsung datang kesini. Apa kabar ahjussi, ahjumma, Siwon?”, sapa Leeteuk sopan.

“Baru saja tiba dari paris? Berarti kau masih kecapean, mengapa tak istirahat dulu sebelum datang kesini”, ucap nyonya Choi.

“Tidak ahjumma saya baik2 saja”, jawab Leeteuk.

“Tentu saja, hyung kau sudah tak tahan ingin bertemu dengan kekasihmu kan?”, canda Siwon meledek Taeyeon.

“Haha kau ini”, ucap Leeteuk sedikit salah tingkah sembari menepuk punggung Siwon.

“Baiklah kami tinggal dulu”, ucap tuan Choi seraya masuk kedalam rumah diikuti nyonya Choi dan Siwon. Sekarang tinggal Taeyeon dan Leeteuk yang berada diluar.

“Hey apa kau tak rindu padaku? mengapa hanya diam mematung seperti itu”, ucap Leeteuk.

“Kenapa kau tak bilang jika akan pulang hari ini? Kau benar2 membuatku kaget”, ucap taeyeon manja seraya memeluk Leeteuk.

“Aku sengaja ingin memberi kejutan untukmu, hhehe”.

Taeyeon melepaskan pelukannya, “dasar! Ya sudah udara begitu dingin. Kita masuk kedalam”, ajak Taeyeon dan Leeteuk mengangguk mentap.

**********

Sementara itu dikediaman Im, Yoona terlihat begitu lelah lalu merebahkankan tubuhnya diatas sofa yang empuk. Tuan Im pun ikut duduk seraya melepaskan jas nya. “Appa”, ucap Yoona.

“Ne chagi, wae?”, tanya tuan Im.

“Sebenarnya ada maksud apa dalam pertemuan tadi?”.

“Hha apa maksudmu?”, tanya tuan Im pura2 tak mengerti.

“Sudahlah appa beri tau aku semuanya, jangan membuatku penasaran seperti ini”,  pinta Yoona memelas.

“Baiklah tapi kau jangan marah pada appa ara?”, Yoona mengangguk mantap. “Sebenarnya appa dan tuan Choi berniat akan …hmm…akan menjodohkanmu dengan putranya”.

“Mwo? Maksud appa Siwon oppa?”, kaget Yoona tak percaya. Tuan Im mengangguk. “Tapi kenapa appa, apa karna sampai saat ini aku belum mendapatkan kekasih jadi dengan seenaknya appa menjodohkan ku dengan namja yang appa suka? Aku masih bisa mencari pendamping sendiri”.

“Tapi bukan karna itu, chagiya dengarkan penjelasan appa dulu”, pinta tuan Im. Karna marah Yoonapun langsung pergi menuju kamarnya lalu menangis. Tuan Im begitu khawatir ia jadi merasa amat sangat bersalah pada putri tunggalnya itu.

Pagi Harinya ***

“Bibi Lee, Yoona kemana? Apa dia tak sarapan?”, heran tuan Im.

“Oh nona muda sudah berangkat kuliah tadi pagi tuan”, jawab bibi Lee.

“Tak biasanya”, gumam tuan Im.

**********

Yoona POV

Aku berangkat ke kampus lebih awal  hari ini, aku hanya merasa kesal saja jika dirumah. Ini pertama kalinya aku marah pada appa, ya sebelumnya memang aku tak pernah begini. Tapi entahlah kali ini dia benar2 membuatku marah.

“Hey Yoong, tumben jam segini kau sudah datang?”, heran Seohyun yang tiba2 mengagetkanku.

“Ah kau!! Mengagetkanku saja. Tidak aku hanya sedang ingin saja, memangnya tak boleh?”, candaku pura2 marah.

“Ani maksudku bukan begitu, tapi sepertinya ada sesuatu yang terjadi padamu. Ada apa Yoong? Ceritakan padaku”, pintanya.

“sebenarnya aku serba salah untuk mengatakan ini padamu”, jawabku terduduk lemas. Seohyun menyusul duduk disampingku.

“Aku ini sahabatmu bukan? lalu apa kau masih tak mau bicara padaku? jika kau memang ada masalah ayolah ceritakan. Mungkin aku bisa membantumu”, ucap Seohyun pelan.

“Apa kau berjanji takkan mengatakannya pada siapapun?”, tanyaku dan Seohyun mengangguk mantap. Aku menghela nafas dan menceritakan semuanya pada Seohyun.

“Mwo?? Kau di jodohkan dengan putra tunggal keluarga Choi yang notabennya salah satu keluarga terkaya di Korea itu?”, kaget Seohyun tak terkendali. Dengan sigap aku langsung menutup mulut embernya.

“Omona Seo sudah kubilang jangan keras2”, bisikku sedikit kesal.

“Oh ya mianhae aku benar2 tak menyangka saja. Ya Tuhan kau begitu sempurna dapat mempunyai calon suami seperti dia Yoong”, ketus Seohyun.

“Kau gila semua ini berjalan secara mendadak dan aku sama sekali belum siap. Appaku belum membicarakan semua ini sebelumnya. Tak heran sekarang aku menjadi marah padanya”, jelasku sedikit menundukkan kepala.

“perasaan aku baru mendengar jika kau marah pada appamu. Biasanya kau sangat penurut. Lalu mengapa sekarang kau sedikit memberontak heuh?”, celetuknya menoleh padaku.

“Tapi ini beda. Sudahlah jangan membicarakan ini terus lebih baik kita ke kelas. Kajjaaaaa!!”, ajakku menarik tangannya.

End of Yoona POV

Saat didalam kelas ***

“Chingudeul, dosen yang dijadwalkan hari ini tak akan datang”, teriak Eunhyuk semangat. Suasana dikelas menjadi ramai penuh sorakan pada saat itu.

“Aish tau begini aku tak akan masuk”, kesal Kyuhyun. “Chagiya, kau berjanji akan mengantarku ke toko buku, kalau begitu kita pergi sekarang saja yuk”, ajak Kyuhyun pada kekasihnya.

“Tapi…..”, ragu Seohyun seraya menoleh pada Yoona.

“Wae? Kau ingin pergi? Pergi saja aku tak apa lagi pula sepulang dari ini aku masih ada urusan dengan dosen Lee”, ucap Yoona yang sudah tau maksud Seohyun.

“Jeongmal? Aaakh baiklah aku pergi ya”, ucap Seohyun girang lalu pergi bersama Kyuhyun.

Mereka berdua berjalan menyusuri koridor kampus seraya berpegangan tangan menuju parkiran, “Chagiya besok siang kau antar aku ke acara ulangtahun temanku ya”, pinta Seohyun.

“Besok? Sepertinya tidak bisa, aku ada acara dengan teman2 basketku. Kau pergi sendiri saja ya”, jawab Kyuhyun lempeng.

Seohyun berhenti berjalan dan menatap sinis Kyuhyun. Kyuhyun balik menatap heran Seohyun, “Ada apa? Sudahlah kita pergi, bisa2 nanti toko bukunya tutup”.

“Kenapa kau selalu saja mementingkan teman2 basketmu dibandingkan aku kekasihmu sendiri?”, kesalnya dan pergi meninggalkan Kyuhyun.

“Chagi kau mau kemana? Bukankah kita akan pergi ketoko buku?”, teriak Kyuhyun.

“Aku sudah tidak mood pergi sekarang”, timpal Seohyun dan berlalu dihadapan Kyuhyun.

“heuh sungguh menyebalkan”, kesal Kyu menghempuskan nafasnya.

**********

Yoona segera merapikan semua buku yang tergeletak di mejanya lalu ia masukkan kedalam tas, “Donghae-ah tugas dari dosen Shin kau yang kumpulkan ya”, perintah Yoona.

“Baiklah”, jawab Donghae tersenyum.

“oh dan satu lagi, acara untuk selasa besok kau dan anak2 basket saja yah yang mempersiapkannya”, tambah Yoona lagi.

“Iya iya. Cerewet sekali kau ini lagipula Kangin sunbae sudah memberitahu kami sebelumnya”.

“Hhe baguslah. Kibum-ah ayo kita temui dosen Lee”, ajak Yoona.

“Sekarang?”, tanya balik Kibum.

“Bukan tahun depan. Yaiyalah sekarang, kajja!! tunggu apa lagi?”. Yoona dan Kibum pun pergi menemui dosen Lee.

Saat sedang berjalan menyusuri koridor sekolah tiba2, “Yoong ada yang mencarimu”, ucap Kibum mengarah pada seorang yeoja.

Lalu Yoona menoleh kebelakang, “Taeyeonnie?”, kagetnya. “Bum-ah, kau sendiri saja ya yang temui dosen Lee. Aku harus menemui dia dulu”.

“Baiklah aku pergi ya”, pamit Kibum.

“Ne, maafkan aku”, sesal Yoona. Kibum tersenyum lalu pergi.

Lalu Yoona menolah pada Taeyeon kemudian menghampirinya, “Eonnie, ada apa datang kesini? Lalu eonnie tau dari siapa jika aku sekolah disini?”, herannya.

“Aku yang bertanya pada appamu. Kau sudah selesai kuliah hari ini?”, tanya Taeng dan Yoona mengangguk. “Mwo? Cepat sekali”.

“Ani, hari ini kebetulan dosennya sedang tak masuk. Eonnie ada apa?”, heran Yoona.

“oh ani… aku hanya ingin mengajakmu makan siang. Apa kau mau?”, tawar Taeyeon.

“Hmm..tentu saja”, angguk Yoona setuju seraya tersenyum.

@ café ***

“Dongsaeng kau ingin makan apa?”, tanya Taeyeon.

“Hmm… samakan saja denganmu eon”, jawab Yoona.

“Baiklah, kita pesan kimchi 2 dan minumnya lemontea”, ucap Taeyeon pada seorang pelayan.

“Baiklah, mohon tunggu sebentar”, ucap sang pelayan.

“Eonnie, mukamu terlihat begitu ceria. Apa ada sesuatu hal yang membuatmu senang seperti ini?”, tanya Yoona tersenyum.

“Mwo? Apa aku terlihat seperti yang kau katakana?’, tanya balik Taeyeon sambil memegang pipi merahnya.

“Aku pikir begitu, memangnya ada apa Eon?”.

“Hmm…kekasihku sudah kembali dari paris kemarin”, jawab Taeyeon malu2.

“Jinjja? Siapakah namja yang beruntung mendapatkan hati eonnie itu?”.

“Ah kau mengapa berkata seperti itu”.

“Hhehe aku bercanda. Siapa namjachingumu eon?”, tanya Yoona penasaran.

“Park Jungsoo. Apa kau mengenalnya?”, tanya Taeyeon.

“Park Jungsoo? Leeteuk oppa maksud eonnie?”, ucap Yoona tak percaya.

“Deh, kau tau dia?”.

“Tentu saja, perusahaan Im dan perusahaan Park sempat bekerjasama dulu. Saat aku masih duduk di bangku SD aku sering bermain bersamanya karna memang rumahku tak terlalu jauh dengan kediaman Park. Namun keluaga Park mempunyai bisnis di Paris jadi mereka semua pindah kesana. Dan semenjak itu aku menjadi kehilangan kontak dengan Leeteuk oppa dan tak pernah bertemu lagi. Aku tak membayangkan jika dia adalah namjachingumu eonnie, bagaimana keadaan dia sekarang?”, panjang lebar Yoona.

“Dia baik2 saja^^ Ne dunia ini ternyata sangat sempit”.

“Eonnie, memangnya kalian bertemu dmana sehingga sampai menjalin hubungan? Setahuku keluarga Park belum pernah kembali ke Korea lagi”, tanya Yoona.

“Oh aku bertemu dengannya saat aku melanjutkan study ku di Paris. Dan kebetulan dia adalah kakak tingkatku (sunbae). Kami begitu akrab pada saat itu, karna factor sama2 orang korea juga^^. Dan hubungan kami terjalin sampai saat ini”, jelas Taeyeon.

“Ah begitu, berarti selama Leeteuk oppa berada di Paris kalian berpacaran jarak jauh?”, ketus Yoona.

Taeyeon tersenyum seraya mengangguk, “Ya seperti itulah, tapi kami tak pernah hilang kontak jadi itulah yang membuat hubungan kami menjadi awet [?] *makanan kali ya*”. Yoona menangguk mengerti. Terjadi keheningan untuk beberapa saat.

“Yoona-ah sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu”, ucap Taeyeon mengambang.

“Mwo? Ada apa eon? Kau terlihat begitu serius”, ucap Yoona tertawa.

“Aku memang serius”, kata Taeyeon lagi menatap Yoona. “Ini tentang Siwon”. Yoona hanya diam karna heran. “Yoona aku tau kau sudah mengetahui semuanya, aku juga tau jika kau belum menyetujuinya. Sekarang pilihan ada didirimu, apa kau bersedia dijodohkan dengan adikku?”.

“Tapi aku masih butuh waktu”, jawab Yoona terbata2.

“Ini semua demi perusahaan appamu”, celetuk Taeyeon tak sengaja. ‘Aigo apa yang aku katakan barusan’.

“Demi perusahaan appaku? Memangnya apa hubungannya?”, tanya Yoona mengerutkan keningnya.

“Ah ani aku salah bicara”, ucap Taeyeon salah tinggah.

“Ayolah eonnie jelaskan padaku sebenarnya apa yang terjadi cepat katakan”, paksa Yoona dengan nada tinggi.

Taeyeon kaget dia menatap Yoona lalu berkata, ‘Aku tak ada pilihan lain’, “Yoona sebenarnya perusahaan appamu kini sedang diambang kebangkrutan [?] dan mungkin semua itu tak akan terjadi jika perusahaan Im dan Choi bekerja sama. Aku tak sepantasnya berkata seperti ini padamu, dan memaksa agar kau bersedia dijodohkan dengan Siwon. Tapi aku memang menginginkanmu untuk menjadi pendamping hidup Siwon dan aku sangat yakin jika kau memang yang terbaik untuknya”, jelas Taeyeon panjang lebar. “Saat pertama kali melihatmu aku sudah menyukaimu dan aku juga bisalihat dari matamu jika kau memang menyukai Siwon bukan? aku benar2 minta maaf padamu karna telah berkata seperti ini padamu Yoong”.

Yoona tak bisa berkata apapun lagi kali ini, dia terdiam bisu dan tak tau harus berbuat apa. Apa dia harus terus terkekeh untuk menolak perjodohan ini sedangkan perusahaan appanya sedang di ambang kehancuran. Perusahaan yang sudah dibangun sedari dulu oleh appanya akan ia hancuran begitu saja? Ini sangat tidak mungkin.

***To Be Continued***

Tinggalkan komentar

122 Komentar

  1. park ra chan

     /  Desember 24, 2015

    Ya yoona siwon terima saja perjodohanya

    Balas
  2. melani

     /  Juli 18, 2016

    Berharap yoona nerima perjodohannnya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: