Wish You’re My Love (chapter 6)

Episode 6

Kimbum yang berada disamping tempat berbaring Soeun dan baru melangkahkan kakinya untuk keluar langsung ditarik oleh Soeun, “Bum-ah jgn pergi dulu”. Kimbum menoleh heran dan bertanya, “Ada apa lagi?”. “Hmm…kau jgn bilang2 pada Ara ataupun yang lainnya ya jika aku ini masih menyukaiiii……kau mengertikan maksudku?”. “Kenapa kau tak beritahu saja Ara, ia pasti akan menyesuaikan dirinya dan pasti diapun tak akan menerima si Kyu jelek itu. Dia itu kan sahabatmu Soeun, bodoh sekali”. “Hey apa kau bilang? Bodoh? Enak saja, ya aku tau tapi aku hanya ingin melihat Kyu oppa bahagia, itu saja cukup untukku”. “Iya tapi karna ini kau jadimenderita, kau mau jika….”, Soeun langsung memotong, “Hhh…sudahlah kembali kekelas sana”. “Heuh tadi kau memanggilku sekarang malah mengusirku”, kesal Kimbum. “Hey ingat jgn beritahu siapapun soal ini”, ucap Soeun mengingatkan. “Iya,iya cerewet sekali”.

Saat istirahat jam makan siang, Kimbum terlihat sedang menyendiri. Hongki dan Kyuhyun yang berada disamping bangku Kimbum sontak merasa heran, “Hey Bum, gabunglah bersama kami. Daritadi kau diam saja”, sahut Hongki. Kimbum terus diam. “Bum kau masih marah padaku? sebenarnya apa yang membuatmu jadi kesal begini?”, tanya Kyuhyun. “Tak taulah kau pikir saja sendiri”, singkat Kimbum sambil keluar kelas. Hongki dan Kyuhyun menatap heran, “Kyu sebenarnya apa yang sedang terjadi pada kalian?”, tanya Hongki. “Kau tau tidak kemarin tiba2 saja dia memukulku, padahal aku merasa tidak punya kesalahan apapun padanya”, jelas Kyu. “Mwo? Memukulmu?”. Kyuhyun mengangguk. “Sepertinya ada yang tak beres”, curiga Hongki. “Hmm..entahlah”.

____________________

“Shinhye, kita temui Soeun sekarang”, ucap Ara. “Araso”, merekapun pergi menuju UKS. Saat disalam UKS, “Soeun-ssi kau sudah merasa baikan sekarang?”, ucap Ara sambil mengelus rambut Soeun. “Ne, aku sudah tak apa”. “Syukurlah kalo begitu, sebenarnya tadi kau kenapa Soeun?”, tanya Shinhye khawatir. “Aku tak apa2 aku kan sudah bilang mungkn karena tadi pagi aku tak sarapan dulu. Sudahlah jgn terlalu dipikirkan, lebih baik sekarang kita kembali kekelas saja bagaimana?”, ajak Soeun sambil tersenyum. “Baiklah”, ucap Shinhye dan Ara kompak.

_____________________

Di hotel tepatnya diruangannya, Siwon terlihat sedang serius didepan laptop. Tiba2 handphonenya berdering.

“Yeoboseyo”. Angkatnya. 

“Siwon, ayah dan ibu hari ini jadi pergi ke Jepang. Ayah benar2 menitipkan hotel padamu. Bekerjalah dengan baik araso?”. Ucap pak Choi. 

“Ne~ ayah dan ibu hati2”.

Tiba2 sekertaris Hwang (re Tiffany SNSD) memasuki ruangan Siwon dengan mimik muka yang gugup. “Mianhae Tuan Choi didalam ada sedikit masalah”. Siwon menatap heran.

“Sebenarnya apa yang terjadi?”, tanya Siwon sambil berjalan dengan cepat. Tiffany mengikuti dari belakang, “Saya juga belum tau dengan pasti pak tiba2 saja pengunjung itu langsung memaki2 para pelayan”, jelasnya.

Pengunjung itu terlihat sedang duduk sinis. Siwon langsung menghampiri orang itu. “Mianhe tuan ada masalah apa?”, tanyanya. “Heuh kau akhirnya datang juga, lihatlah semua pekerjamu benar2 tak bekerja dengan baik. Kau tau aku sudah menyewa tempat ini untuk acara yang benar2 penting. Tapi pekerjaan mereka tak membuatku merasa puas, kau tau kan aku sudah membayar semua ini dengan harga yang mahal”, omel orang itu. “Saya mewakili semua pekerja saya ingin meminta maaf, kami akan berusaha sebaik mungkin”, ucap Siwon sopan. “Baiklah, mohon dipercepat. Heuh mana yang orang bilang hotel paling terkenal ini”, gerutunya sinis sambil berjalan keluar. Siwon hanya menggelengkan kepalanya, “Ya Tuhan apa lagi ini”, Siwon menoleh pada pekerjanya. Mereka terlihat menunduk sesal. “Mianhamnida tuan karna kami anda jadi di caci oleh orang itu”, ucap salah seorang pelayan disana. “Ne~ kalian tak usah mengkhawatirkan aku, sekarang bekerjalah dengan baik dan buat pengunjung menjadi puas *omona appa gue bijak bgt ya :p*”, ucapnya sambil tersenyum dan pergi menuju ruangannya kembali diikuti oleh Tiffany. “Wah dia begitu baik ya”. “Ne~ aku kira dia akan marah”. “Hah tuan Choi Siwon memang benar2 pria idamanku”, ucap para pelayan wanita. “Hey kalian sudahlah jgn mengobrol terus ayo kita bekerja”. “Baik”, ucap mereka kompak #semangat 45.

Siwon langsung melemparkan tubuhnya kekursi depan laptopnya. “Heuh ada2 saja”. Tiba2 Yoona datang ke kantor sambil membawa sebuah kotak makanan untuk Kekasihnya. “Sillyehamnida nona apa tuan Choi Siwon sedang berada diruangannya?”, tanya Yoona pada Fany.

Dari dalam ruangan, Siwon mendengarnya, ‘Sepertinya aku kenal dgn suara ini’, batin Siwon.

“Mianhe nona, sepertinya tuan Choi sedang sibuk. Anda siapa?”, tanya Fany. Siwon keluar dari ruangannya sambil berkata, “Aku sedang tidak sibuk”. Yoonapun menoleh pada Siwon sambil tersenyum. Siwonpun membalasnya.

Mereka pergi ke café hotel dan duduk saling berhadapan. “Apa yang kau bawa?”, tanya Siwon sambil menoleh pada kotak makanan yang dibawa Yoona. “Oh ini aku bawakan kau makanan untuk makan siang”. “Wah sayang sekali aku sudah makan siang tadi”, bohong Siwon. Yoonapun kecewa.”Sepertinya aku tak tepat waktu”, ucap Yoona tertunduk lemas sembari menarik kembali kotak makanan itu. “Hey aku bercanda”, Siwon langsung merampas kotak makanannya dari tangan Yoona dan langsung membukanya. Yoona hanya tersenyum kecil dan berkata. “Oya bagaimana pekerjaanmu?”. “Keadaan disini benar2 kacau”, ucap Siwon sambil mengunyah kimbab. “Maksudmu?”. “Tadi ada seorang pengunjung yang memaki kami gara2 dai kurang suka dgn pelayanan disini”. “Jadi bagaimana?”. “Yah sekarang sudah bisa dikendalikan, kekasihmu ini kan pandai dalam memulihkan keadaan”, geernya sambil tertawa. “Kau ini….”, ucap Yoona ikut tertawa.

_________________________

Keesokkan harinya….

Didalam kelas, “Soeun lihatlah, begitu lucu bukan?”, ucap Ara sambil memperlihatkan photo seorang kucing berwarna abu di laptopnya. “Ne~ dia lucu tapi aku lebih menyukaiyang berwarna putih”, tunjuk Soeun. “kau akan membelinya?”,tambah Soeun.  “Akh sepertinya tidak kucing ini terlalu mahal”, lemas Ara. “Aku bisa membelikannya untukmu”, ucap Kyuhyun yang tiba2 menghampiri bangku Ara dan Soeun. “Oppa…”, pipi Ara langsung memerah karena malu. Soeun lagi2 merasa sedih. Dari kejauhan Kimbum memandang Soeun dengan lirih. Tak selang beberapa lama dosen Han pun memasuki kelas. 

 

“Selamat Siang menjelang Sore semuanya”, canda dosen Han. “Selamat siang”, kompak yang lain. “Oke semuanya jeongmal mianhe  dengan sangat menyesal hari ini tidak akan ada  materi pembelajaran”. Semua langsung teriak “Yess…Cihuy….Yippie….Hore….#apabangetlah”. “Jangan senang dulu walaupun tak ada materi tapi tetap saya akan memberikan tugas untuk kalian”. “Yaaaaaah…”, semuanya sontak lemas. “Hmm…sudah yah saya pergi dulu, terserah kalian mau tetap disini atau mau pulang”, ucapnya sambil bergegas keluar. “Ne hati2 dosen Han”, teriak mereka.

“Teman2 bagaimana jika kita main kerumah Hongki saja, kita makan2”, ucap salah satu teman kelas Bumsso. “Ne~ itu ide yang bagus”, jawab semuanya. “Kalau begitu kita pergi sekarang saja”, ajak Kyuhyun. Merekapun setuju dan bergegas pergi. “Mianhe teman2 aku tak bisa ikut”, ucap Soeun. Kimbum menoleh heran, “Waeyo Soeun-ssi?”, tanya Hongki. “Aku….Hm…ada acara keluarga. Iya itu…”, jawab Soeun gugup.  “Soeun-ah kau ingin kami antar?”, tanya Ara dan Shinhye. “Aniyo, tak usah lagipula aku kan sudah ada yang jemput. Sudah ya aku pulang duluan kalian bersenang2 lah”, ucap Soeun sambil berjalan keluar. “Anak itu kenapa lagi?”, heran Shinhye. “Entahlah…”, ucap Ara.

“Yasudahlah teman2 walaupun teman kita kim So Eun tak bisa ikut tapi kita masih bisa pergi kan?”, teriak Hongki dengan semangat. Semuanya mengangguk. “Aku juga sepertinya tak ikut”, susul Kimbum langsung berlari keluar. Semuanya hanya mangap bengong saking herannya.

Soeun terlihat sedang kesal sambil menatapi handphone-nya. “Ya Tuhan…pak Min kenapa tak bisa dihubungi”, gumamnya sambil terus menekan2 tombol di hpnya. Tiba2 ada sebuah motor hitam menghampiri. Ia berhenti dihadapan Soeun lalu membuka helmnya. “Soeun, kau mau pulang bersama denganku?”, tawar Kimbum sambil tersenyum. “Hmm..Tidak terimakasih. Sudah ada yang menjemputku”, ucap Soeun gugup. Kimbum menoleh kesetiap arah, “Mana mobilmu? Haaah kau pasti bohong, sudahlah ayo ikut denganku”. “Dengan motor ini?”. “Yaiyalah dengan apa lagi, sudahlah mau ikut tidak?”, ucap Kimbum sambil menyodorinya helm berwarna putih. Soeun berfikir sejenak, “H…yasudahlah aku tak ada pilihan lain”, ucap Soeun sedikit kesal sambil mengambil helm dari tangan Kimbum lalu menaiki motor. “Kau sudah siap?”. “Ne”. motorpun dilajukan.

Ditengah perjalanan, “Soeun, berpeganglah pada pinggang ku”, ucap Kimbum. “Heuh…aku?”, tanya Soeun terbata2. Kimbumpun langsung menarik tangan Soeun agar memeluk tubuhnya. Sementara Soeun tak bisa berbuat apa2.

“Bum-ah kenapa kau tak ikut bersama anak2?”, tanya Soeun sedikit teriak karena ramainya jalan raya Seoul. “Aku tidak ikut karna…tidak ingin saja”, ucapnya gantung. ‘Aku tidak ingin meninggalkanmu sendiri’, batin Kimbum sambil tersenyum kecil.

Beberapa saat kemudian Kimbumpun menghentikan lajuan motornya disebuah danau kecil yang pernah dikunjungi Kimbum waktu dia sedih2an gara2 putus sama Jessica, terus baru tau kalo Soeun suka sama sahabatnya (re. Kyu) masih inget kan?. “sungguh indah sekali”, puji Soeun sembari melepaskan helm nya. Kimbum hanya tersenyum sambil memandang Soeun.

Merekapun duduk diatas batu2 besar pinggir danau itu. “Suasananya begitu hening dan sejuk. Aku jadi ingin….”, Soeun tak menyelesaikan ucapannya sambil tertunduk. Kimbum langsung menoleh dan berkata, “jika kau ingin menangis menangis lah. Tak usah kau tahan2 seperti itu, lagipula disini tak ada orang. Hanya ada aku”, ucap Kimbum. “Kau mungkin tak tau apa yang sedang aku rasakan sekarang, kau tau bagaimana rasanya orang yang kita sayangi malah mencintai orang terdekat kita”, ucap Soeun sembari menitikkan air matanya. “Aku tau,  aku juga merasakan hal yang sama denganmu Soeun”, ucap Kimbum sambil menatap kearah danau. Soeun langsung monalh kea rah Kimbum.

___________________________

Siang ini Siwon dan Yoona akan pergi kencan, tapi jalanan begitu macet pada saat itu *ceritanya Seoul kyk jkt ya:p*. “Heeeuuuhh…kenapa Seoul macet sekali, sudah setengah jam mobil kita terjebak disini”, kesal Yoona. “Bersabarlah chagi, mungkin karena ada kecelakaan jadi jalanan sedikit terganggu”, ucap Siwon mencoba menjelaskan. Yoona terus saja cemberut saking kesalnya dan meraih iphone nya. Siwon langsung menoleh pada layar iphone Yoona. Dilihatnya Yoona sedang memainkan aplikasi game, ia hanya tersenyum kecil. Lalu membuka pintu mobil dan keluar, saking keasikkan bermain game Yoona tak menyadari jika kekasihnya itu hilang (dari dalam mobil maksudnya).

Beberapa menit kemudian Siwon kembali kemobil sambil menyodori Yoona setangkai bunga mawar berwarna merah, “Aku mencintaimu”, ucapnya tersenyum sambil memperlihatkan lesung pipitnya *omona aku meleleh*. “Oppa…”, Yoona tak bisa berkata apa2. Lalu meraih bunga itu dari tangan Siwon dan memeluknya, Siwon pun membalas pelukan Yoona dan berkata, “Kau sudah tak kesal lagi sekarang”, ledek Siwon. Yoona tak menjawab, kini ia semakin erat memeluk Siwon. *AAAAAA SO SWEET*

_______________________

“Bum-ah kita pulang saja yuk, sepertinya cuaca sudah mendung”, ajak Soeun. Kimbum mengangguk tanda setuju.

Saat diperjalanan benar saja, mereka terjebak oleh hujan yang cukup besar, Kimbum langsung menghentikan lajuan mobilnya dibawah pohon rindang. Kimbum menyuruh Soeun turun. Lalu membuka bagasi di motornya *itu loh dibawah jok* dan mengambil jas hujan. Kemudian memakaikan jas itu di tubuh mungil Soeun *ehm,,ehm,,* . “Bum-ah, aku tak perlu memakai jas hujan, lagipula aku tertutup oleh tubuhmu. Kau saja yang pakai jas ini, kau kan yang menyetir”, komentar Soeun. “Sudahlah tak usah khawatirkan aku, ayo naik”, perintah Kimbum, Soeun menurut saja.

Ditengah perjalanan, “Bum-ah sepertinya hujan semakin deran, kita berhenti saja dulu di halte itu”, ucap Soeun setengah teriak. Kimbumpun membelokkan motornya kearah halted an berhenti.

“Brrr….dingin sekali”, rengek Kimbum sambil menggosok2 kedua telapak tangannya. “Aku bilang juga apa kau saja yang memakai jas hujannya”, omel Soeun. “Ya tapi aku…”, Soeun langsung memotong, “Kau ini kenapa tak ingin mendengarkan ucapanku”, lagi2 Soeun mengomel, Kimbum hanya bisa menggaruk2an kepalanya yang tak gatal itu. (jadi inget kejadian dulu.. L *oalah author malah curhat*)

Mereka duduk bersamping2an dikursi halte bis sambil menunggu hujan reda, “Sampai kapan kita harus berdiam disini?”, ucap Soeun lemas. Kimbum hanya diam. “Kau sih, kenapa mengajak jalan2 dengan memakai motor. Biasanya juga kau mambawa mobil”, *Soeun,,Soeun daritadi oppanya diomelin terus #geleng2 kepala*.

Soeun beranjak dari duduknya sembari memandang hujan yang tak kunjung reda, “hujan hujan pergilah datang lagi lain hari….hujan hujan pergilah datang lagi lain hari…”, nyanyian Soeun membuat Kimbum tertawa dan berkata, “Hey anak manja, seperti anak kecil saja kau bernyanyi2 seperti itu”. “Sudahlah diam saja, lagu ini sangat ampuh untuk menghentikan hujan”, ucap Soeun meyakinkan, Kimbum lagi2 hanya tersenyum. *ini bener2 pengalaman author dulu L*.

10 menit kemudian, “So-ah, sepertinya hujan tak sebesar tadi. Kita pulang sekarang saja”, ucap Kimbum sambil menaiki motornya. “Kau ini gila, hujannya masih lumayan besar”. “Ayolah sekarang saja, sepertinya asyik jika hujan2an”, ucap Kimbum menggoda. Soeun tersenyum lebar sambil mengangguk dan langsung beranjak ke motor Kimbum.

Dalam perjalanan mereka begitu ds tertawa lepas, sesekali Kimbum menjaili Soeun dengan meng.gas [?] motornya cukup keras secara mendadak. Soeunpun sudah berapa kali hampir terjatuh dan memegang erat tubuh Kimbum. Soeun membalasnya dengan mencubit keras2 pinggang Kimbum karena kesal. Mereka terlihat begitu ceria, sepertinya Soeun sudah mulai bisa melupakan Kyuhyun dalam otaknya. [SEPERTINYA]

Keesokkan harinya saat dikampus…

Dosen Han terlihat sedang mengabsen, “Lee Hongki?”, “hadir”. “Shin Dong Joon?”. “hadir”. “Kim So Eun?”, “Hadir”, *ini kea anak TK ya, dasar author aneh*. “Kim Sang Bum…Kim Sang Bum?” ucap ulang dosen Han. “Hari ini dia  tak masuk pak”, ucap Hongki. “Memangnya kenapa?”, tanya dosen han. “Dia sedang sakit”, tambah Kyuhyun. Sontak Soeun menjadi kaget, “Mwo?? Sakit?? Apa gara2 kejadian kemarin??”, gumamnya bertanya2 pada diri sendiri.

Saat sepulang kuliah, Soeun dan pak Min sudah sampai didepan rumahnya. “Pak Min, aku ke rumah Kimbum dulu sebentar. Bapak tolong kasih tau pada ibu ya”, ucap Soeun. “Ne` baik nona”, ucap Pak Min sopan.

Soeun kini sudah berdiri didepan rumah Kimbum lalu mengetuk pintu. Tak selang beberapa lama seseorang membukakan pintu dari dalam.

***to be continued***

Episode 6

Kimbum yang berada disamping tempat berbaring Soeun dan baru melangkahkan kakinya untuk keluar langsung ditarik oleh Soeun, “Bum-ah jgn pergi dulu”. Kimbum menoleh heran dan bertanya, “Ada apa lagi?”. “Hmm…kau jgn bilang2 pada Ara ataupun yang lainnya ya jika aku ini masih menyukaiiii……kau mengertikan maksudku?”. “Kenapa kau tak beritahu saja Ara, ia pasti akan menyesuaikan dirinya dan pasti diapun tak akan menerima si Kyu jelek itu. Dia itu kan sahabatmu Soeun, bodoh sekali”. “Hey apa kau bilang? Bodoh? Enak saja, ya aku tau tapi aku hanya ingin melihat Kyu oppa bahagia, itu saja cukup untukku”. “Iya tapi karna ini kau jadimenderita, kau mau jika….”, Soeun langsung memotong, “Hhh…sudahlah kembali kekelas sana”. “Heuh tadi kau memanggilku sekarang malah mengusirku”, kesal Kimbum. “Hey ingat jgn beritahu siapapun soal ini”, ucap Soeun mengingatkan. “Iya,iya cerewet sekali”.

Saat istirahat jam makan siang, Kimbum terlihat sedang menyendiri. Hongki dan Kyuhyun yang berada disamping bangku Kimbum sontak merasa heran, “Hey Bum, gabunglah bersama kami. Daritadi kau diam saja”, sahut Hongki. Kimbum terus diam. “Bum kau masih marah padaku? sebenarnya apa yang membuatmu jadi kesal begini?”, tanya Kyuhyun. “Tak taulah kau pikir saja sendiri”, singkat Kimbum sambil keluar kelas. Hongki dan Kyuhyun menatap heran, “Kyu sebenarnya apa yang sedang terjadi pada kalian?”, tanya Hongki. “Kau tau tidak kemarin tiba2 saja dia memukulku, padahal aku merasa tidak punya kesalahan apapun padanya”, jelas Kyu. “Mwo? Memukulmu?”. Kyuhyun mengangguk. “Sepertinya ada yang tak beres”, curiga Hongki. “Hmm..entahlah”.

____________________

“Shinhye, kita temui Soeun sekarang”, ucap Ara. “Araso”, merekapun pergi menuju UKS. Saat disalam UKS, “Soeun-ssi kau sudah merasa baikan sekarang?”, ucap Ara sambil mengelus rambut Soeun. “Ne, aku sudah tak apa”. “Syukurlah kalo begitu, sebenarnya tadi kau kenapa Soeun?”, tanya Shinhye khawatir. “Aku tak apa2 aku kan sudah bilang mungkn karena tadi pagi aku tak sarapan dulu. Sudahlah jgn terlalu dipikirkan, lebih baik sekarang kita kembali kekelas saja bagaimana?”, ajak Soeun sambil tersenyum. “Baiklah”, ucap Shinhye dan Ara kompak.

_____________________

Di hotel tepatnya diruangannya, Siwon terlihat sedang serius didepan laptop. Tiba2 handphonenya berdering.

“Yeoboseyo”. Angkatnya. 

“Siwon, ayah dan ibu hari ini jadi pergi ke Jepang. Ayah benar2 menitipkan hotel padamu. Bekerjalah dengan baik araso?”. Ucap pak Choi. 

“Ne~ ayah dan ibu hati2”.

Tiba2 sekertaris Hwang (re Tiffany SNSD) memasuki ruangan Siwon dengan mimik muka yang gugup. “Mianhae Tuan Choi didalam ada sedikit masalah”. Siwon menatap heran.

“Sebenarnya apa yang terjadi?”, tanya Siwon sambil berjalan dengan cepat. Tiffany mengikuti dari belakang, “Saya juga belum tau dengan pasti pak tiba2 saja pengunjung itu langsung memaki2 para pelayan”, jelasnya.

Pengunjung itu terlihat sedang duduk sinis. Siwon langsung menghampiri orang itu. “Mianhe tuan ada masalah apa?”, tanyanya. “Heuh kau akhirnya datang juga, lihatlah semua pekerjamu benar2 tak bekerja dengan baik. Kau tau aku sudah menyewa tempat ini untuk acara yang benar2 penting. Tapi pekerjaan mereka tak membuatku merasa puas, kau tau kan aku sudah membayar semua ini dengan harga yang mahal”, omel orang itu. “Saya mewakili semua pekerja saya ingin meminta maaf, kami akan berusaha sebaik mungkin”, ucap Siwon sopan. “Baiklah, mohon dipercepat. Heuh mana yang orang bilang hotel paling terkenal ini”, gerutunya sinis sambil berjalan keluar. Siwon hanya menggelengkan kepalanya, “Ya Tuhan apa lagi ini”, Siwon menoleh pada pekerjanya. Mereka terlihat menunduk sesal. “Mianhamnida tuan karna kami anda jadi di caci oleh orang itu”, ucap salah seorang pelayan disana. “Ne~ kalian tak usah mengkhawatirkan aku, sekarang bekerjalah dengan baik dan buat pengunjung menjadi puas *omona appa gue bijak bgt ya :p*”, ucapnya sambil tersenyum dan pergi menuju ruangannya kembali diikuti oleh Tiffany. “Wah dia begitu baik ya”. “Ne~ aku kira dia akan marah”. “Hah tuan Choi Siwon memang benar2 pria idamanku”, ucap para pelayan wanita. “Hey kalian sudahlah jgn mengobrol terus ayo kita bekerja”. “Baik”, ucap mereka kompak #semangat 45.

Siwon langsung melemparkan tubuhnya kekursi depan laptopnya. “Heuh ada2 saja”. Tiba2 Yoona datang ke kantor sambil membawa sebuah kotak makanan untuk Kekasihnya. “Sillyehamnida nona apa tuan Choi Siwon sedang berada diruangannya?”, tanya Yoona pada Fany.

Dari dalam ruangan, Siwon mendengarnya, ‘Sepertinya aku kenal dgn suara ini’, batin Siwon.

“Mianhe nona, sepertinya tuan Choi sedang sibuk. Anda siapa?”, tanya Fany. Siwon keluar dari ruangannya sambil berkata, “Aku sedang tidak sibuk”. Yoonapun menoleh pada Siwon sambil tersenyum. Siwonpun membalasnya.

Mereka pergi ke café hotel dan duduk saling berhadapan. “Apa yang kau bawa?”, tanya Siwon sambil menoleh pada kotak makanan yang dibawa Yoona. “Oh ini aku bawakan kau makanan untuk makan siang”. “Wah sayang sekali aku sudah makan siang tadi”, bohong Siwon. Yoonapun kecewa.”Sepertinya aku tak tepat waktu”, ucap Yoona tertunduk lemas sembari menarik kembali kotak makanan itu. “Hey aku bercanda”, Siwon langsung merampas kotak makanannya dari tangan Yoona dan langsung membukanya. Yoona hanya tersenyum kecil dan berkata. “Oya bagaimana pekerjaanmu?”. “Keadaan disini benar2 kacau”, ucap Siwon sambil mengunyah kimbab. “Maksudmu?”. “Tadi ada seorang pengunjung yang memaki kami gara2 dai kurang suka dgn pelayanan disini”. “Jadi bagaimana?”. “Yah sekarang sudah bisa dikendalikan, kekasihmu ini kan pandai dalam memulihkan keadaan”, geernya sambil tertawa. “Kau ini….”, ucap Yoona ikut tertawa.

_________________________

Keesokkan harinya….

Didalam kelas, “Soeun lihatlah, begitu lucu bukan?”, ucap Ara sambil memperlihatkan photo seorang kucing berwarna abu di laptopnya. “Ne~ dia lucu tapi aku lebih menyukaiyang berwarna putih”, tunjuk Soeun. “kau akan membelinya?”,tambah Soeun.  “Akh sepertinya tidak kucing ini terlalu mahal”, lemas Ara. “Aku bisa membelikannya untukmu”, ucap Kyuhyun yang tiba2 menghampiri bangku Ara dan Soeun. “Oppa…”, pipi Ara langsung memerah karena malu. Soeun lagi2 merasa sedih. Dari kejauhan Kimbum memandang Soeun dengan lirih. Tak selang beberapa lama dosen Han pun memasuki kelas. 

 

“Selamat Siang menjelang Sore semuanya”, canda dosen Han. “Selamat siang”, kompak yang lain. “Oke semuanya jeongmal mianhe  dengan sangat menyesal hari ini tidak akan ada  materi pembelajaran”. Semua langsung teriak “Yess…Cihuy….Yippie….Hore….#apabangetlah”. “Jangan senang dulu walaupun tak ada materi tapi tetap saya akan memberikan tugas untuk kalian”. “Yaaaaaah…”, semuanya sontak lemas. “Hmm…sudah yah saya pergi dulu, terserah kalian mau tetap disini atau mau pulang”, ucapnya sambil bergegas keluar. “Ne hati2 dosen Han”, teriak mereka.

“Teman2 bagaimana jika kita main kerumah Hongki saja, kita makan2”, ucap salah satu teman kelas Bumsso. “Ne~ itu ide yang bagus”, jawab semuanya. “Kalau begitu kita pergi sekarang saja”, ajak Kyuhyun. Merekapun setuju dan bergegas pergi. “Mianhe teman2 aku tak bisa ikut”, ucap Soeun. Kimbum menoleh heran, “Waeyo Soeun-ssi?”, tanya Hongki. “Aku….Hm…ada acara keluarga. Iya itu…”, jawab Soeun gugup.  “Soeun-ah kau ingin kami antar?”, tanya Ara dan Shinhye. “Aniyo, tak usah lagipula aku kan sudah ada yang jemput. Sudah ya aku pulang duluan kalian bersenang2 lah”, ucap Soeun sambil berjalan keluar. “Anak itu kenapa lagi?”, heran Shinhye. “Entahlah…”, ucap Ara.

“Yasudahlah teman2 walaupun teman kita kim So Eun tak bisa ikut tapi kita masih bisa pergi kan?”, teriak Hongki dengan semangat. Semuanya mengangguk. “Aku juga sepertinya tak ikut”, susul Kimbum langsung berlari keluar. Semuanya hanya mangap bengong saking herannya.

Soeun terlihat sedang kesal sambil menatapi handphone-nya. “Ya Tuhan…pak Min kenapa tak bisa dihubungi”, gumamnya sambil terus menekan2 tombol di hpnya. Tiba2 ada sebuah motor hitam menghampiri. Ia berhenti dihadapan Soeun lalu membuka helmnya. “Soeun, kau mau pulang bersama denganku?”, tawar Kimbum sambil tersenyum. “Hmm..Tidak terimakasih. Sudah ada yang menjemputku”, ucap Soeun gugup. Kimbum menoleh kesetiap arah, “Mana mobilmu? Haaah kau pasti bohong, sudahlah ayo ikut denganku”. “Dengan motor ini?”. “Yaiyalah dengan apa lagi, sudahlah mau ikut tidak?”, ucap Kimbum sambil menyodorinya helm berwarna putih. Soeun berfikir sejenak, “H…yasudahlah aku tak ada pilihan lain”, ucap Soeun sedikit kesal sambil mengambil helm dari tangan Kimbum lalu menaiki motor. “Kau sudah siap?”. “Ne”. motorpun dilajukan.

Ditengah perjalanan, “Soeun, berpeganglah pada pinggang ku”, ucap Kimbum. “Heuh…aku?”, tanya Soeun terbata2. Kimbumpun langsung menarik tangan Soeun agar memeluk tubuhnya. Sementara Soeun tak bisa berbuat apa2.

“Bum-ah kenapa kau tak ikut bersama anak2?”, tanya Soeun sedikit teriak karena ramainya jalan raya Seoul. “Aku tidak ikut karna…tidak ingin saja”, ucapnya gantung. ‘Aku tidak ingin meninggalkanmu sendiri’, batin Kimbum sambil tersenyum kecil.

Beberapa saat kemudian Kimbumpun menghentikan lajuan motornya disebuah danau kecil yang pernah dikunjungi Kimbum waktu dia sedih2an gara2 putus sama Jessica, terus baru tau kalo Soeun suka sama sahabatnya (re. Kyu) masih inget kan?. “sungguh indah sekali”, puji Soeun sembari melepaskan helm nya. Kimbum hanya tersenyum sambil memandang Soeun.

Merekapun duduk diatas batu2 besar pinggir danau itu. “Suasananya begitu hening dan sejuk. Aku jadi ingin….”, Soeun tak menyelesaikan ucapannya sambil tertunduk. Kimbum langsung menoleh dan berkata, “jika kau ingin menangis menangis lah. Tak usah kau tahan2 seperti itu, lagipula disini tak ada orang. Hanya ada aku”, ucap Kimbum. “Kau mungkin tak tau apa yang sedang aku rasakan sekarang, kau tau bagaimana rasanya orang yang kita sayangi malah mencintai orang terdekat kita”, ucap Soeun sembari menitikkan air matanya. “Aku tau,  aku juga merasakan hal yang sama denganmu Soeun”, ucap Kimbum sambil menatap kearah danau. Soeun langsung monalh kea rah Kimbum.

___________________________

Siang ini Siwon dan Yoona akan pergi kencan, tapi jalanan begitu macet pada saat itu *ceritanya Seoul kyk jkt ya:p*. “Heeeuuuhh…kenapa Seoul macet sekali, sudah setengah jam mobil kita terjebak disini”, kesal Yoona. “Bersabarlah chagi, mungkin karena ada kecelakaan jadi jalanan sedikit terganggu”, ucap Siwon mencoba menjelaskan. Yoona terus saja cemberut saking kesalnya dan meraih iphone nya. Siwon langsung menoleh pada layar iphone Yoona. Dilihatnya Yoona sedang memainkan aplikasi game, ia hanya tersenyum kecil. Lalu membuka pintu mobil dan keluar, saking keasikkan bermain game Yoona tak menyadari jika kekasihnya itu hilang (dari dalam mobil maksudnya).

Beberapa menit kemudian Siwon kembali kemobil sambil menyodori Yoona setangkai bunga mawar berwarna merah, “Aku mencintaimu”, ucapnya tersenyum sambil memperlihatkan lesung pipitnya *omona aku meleleh*. “Oppa…”, Yoona tak bisa berkata apa2. Lalu meraih bunga itu dari tangan Siwon dan memeluknya, Siwon pun membalas pelukan Yoona dan berkata, “Kau sudah tak kesal lagi sekarang”, ledek Siwon. Yoona tak menjawab, kini ia semakin erat memeluk Siwon. *AAAAAA SO SWEET*

_______________________

“Bum-ah kita pulang saja yuk, sepertinya cuaca sudah mendung”, ajak Soeun. Kimbum mengangguk tanda setuju.

Saat diperjalanan benar saja, mereka terjebak oleh hujan yang cukup besar, Kimbum langsung menghentikan lajuan mobilnya dibawah pohon rindang. Kimbum menyuruh Soeun turun. Lalu membuka bagasi di motornya *itu loh dibawah jok* dan mengambil jas hujan. Kemudian memakaikan jas itu di tubuh mungil Soeun *ehm,,ehm,,* . “Bum-ah, aku tak perlu memakai jas hujan, lagipula aku tertutup oleh tubuhmu. Kau saja yang pakai jas ini, kau kan yang menyetir”, komentar Soeun. “Sudahlah tak usah khawatirkan aku, ayo naik”, perintah Kimbum, Soeun menurut saja.

Ditengah perjalanan, “Bum-ah sepertinya hujan semakin deran, kita berhenti saja dulu di halte itu”, ucap Soeun setengah teriak. Kimbumpun membelokkan motornya kearah halted an berhenti.

“Brrr….dingin sekali”, rengek Kimbum sambil menggosok2 kedua telapak tangannya. “Aku bilang juga apa kau saja yang memakai jas hujannya”, omel Soeun. “Ya tapi aku…”, Soeun langsung memotong, “Kau ini kenapa tak ingin mendengarkan ucapanku”, lagi2 Soeun mengomel, Kimbum hanya bisa menggaruk2an kepalanya yang tak gatal itu. (jadi inget kejadian dulu.. L *oalah author malah curhat*)

Mereka duduk bersamping2an dikursi halte bis sambil menunggu hujan reda, “Sampai kapan kita harus berdiam disini?”, ucap Soeun lemas. Kimbum hanya diam. “Kau sih, kenapa mengajak jalan2 dengan memakai motor. Biasanya juga kau mambawa mobil”, *Soeun,,Soeun daritadi oppanya diomelin terus #geleng2 kepala*.

Soeun beranjak dari duduknya sembari memandang hujan yang tak kunjung reda, “hujan hujan pergilah datang lagi lain hari….hujan hujan pergilah datang lagi lain hari…”, nyanyian Soeun membuat Kimbum tertawa dan berkata, “Hey anak manja, seperti anak kecil saja kau bernyanyi2 seperti itu”. “Sudahlah diam saja, lagu ini sangat ampuh untuk menghentikan hujan”, ucap Soeun meyakinkan, Kimbum lagi2 hanya tersenyum. *ini bener2 pengalaman author dulu L*.

10 menit kemudian, “So-ah, sepertinya hujan tak sebesar tadi. Kita pulang sekarang saja”, ucap Kimbum sambil menaiki motornya. “Kau ini gila, hujannya masih lumayan besar”. “Ayolah sekarang saja, sepertinya asyik jika hujan2an”, ucap Kimbum menggoda. Soeun tersenyum lebar sambil mengangguk dan langsung beranjak ke motor Kimbum.

Dalam perjalanan mereka begitu ds tertawa lepas, sesekali Kimbum menjaili Soeun dengan meng.gas [?] motornya cukup keras secara mendadak. Soeunpun sudah berapa kali hampir terjatuh dan memegang erat tubuh Kimbum. Soeun membalasnya dengan mencubit keras2 pinggang Kimbum karena kesal. Mereka terlihat begitu ceria, sepertinya Soeun sudah mulai bisa melupakan Kyuhyun dalam otaknya. [SEPERTINYA]

Keesokkan harinya saat dikampus…

Dosen Han terlihat sedang mengabsen, “Lee Hongki?”, “hadir”. “Shin Dong Joon?”. “hadir”. “Kim So Eun?”, “Hadir”, *ini kea anak TK ya, dasar author aneh*. “Kim Sang Bum…Kim Sang Bum?” ucap ulang dosen Han. “Hari ini dia  tak masuk pak”, ucap Hongki. “Memangnya kenapa?”, tanya dosen han. “Dia sedang sakit”, tambah Kyuhyun. Sontak Soeun menjadi kaget, “Mwo?? Sakit?? Apa gara2 kejadian kemarin??”, gumamnya bertanya2 pada diri sendiri.

Saat sepulang kuliah, Soeun dan pak Min sudah sampai didepan rumahnya. “Pak Min, aku ke rumah Kimbum dulu sebentar. Bapak tolong kasih tau pada ibu ya”, ucap Soeun. “Ne` baik nona”, ucap Pak Min sopan.

Soeun kini sudah berdiri didepan rumah Kimbum lalu mengetuk pintu. Tak selang beberapa lama seseorang membukakan pintu dari dalam.

***to be continued***

FF Wish You’re My Love (Episode 6)

Tinggalkan komentar

32 Komentar

  1. Uhuyyy so sweet banget yaa ujan2annya. Yaampun won oopa sama yoona bikin melting juga

    Balas
  2. paris

     /  November 9, 2015

    Ah momen yoona siwon nyaaa sweet aku suka 🙂
    Apa kimbum udah mulai suka yah sama soeun?

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: