FF Wish You’re My Love (chapter 1)

Episode 1

Didalam kamar, seorang gadis cantik sedang tertidur lelap di kamarnya. Sampai2 ia tak menyadari kalau sekarang sudah menjelang pagi.

Sedangkan ayah, ibu dan Yoona berada di ruang makan untuk sarapan pagi bersama. “Oya Soeun mana? Pelayan Song kemana dia?”, tanya ibu. “Sepertinya nona Soeun belum bangun nyonya”, jelas pelayan Song dengan sopan. “Hm, sudah pagi seperti ini dia belum bangun juga, pelayan Song bangunkan dia sekarang!”. “Ne, baik nyonya”, ucap pelayan Song sambil beranjak menuju kamar Soeun.

“Toktoktok”, pelayan Song mengetuk pintu kamar Soeun, “Nona…apa nona sudah bangun?”, tapi tak ada respon apapun. Kemudian ia membuka pintu dan langsung masuk kedalam kamar Soeun. “Nona muda bangun, sudah pagi”, pelayan Song mencoba untuk membangunkannya. Tapi Soeun terus saja tak ingin bangun. Ia malah membalikkan tubuhnya kearah yang lain, pelayan Song pun ikut dan berpindah kesebelah kanan tempat tidur Soeun sambil terus berkata,”Ayo nona bangun”, tapi itu tak membuahkan hasil, Soeun tetap mengabaikan ucapannya. “Heuh nona Soeun susah sekali di bangunkan. Aku kembali saja kebawah”, keluh pelayan Song.

“Maaf nyonya, saya sudah mencoba untuk membangunkan nona Soeun tapi dia tak mau bangun juga”, jelas pelayan Song sambil membungkukkan kepalanya. “Heum…anak itu selalu saja seperti ini”, keluh ibu. “Yasudah biar aku saja yang membangunkannya”, ucap Yoona sambil berjalan menuju kamar Soeun.

“AYO CEPAT BANGUN GADIS KERBAU”, teriak Yoona tepat di telinga Soeun. Soeun pun dengan kagetnya langsung terbangun dan mencoba membuka matanya, “Aaaargh ada apa unnie pagi2 sudah teriak2? Aku masih ngantuuuukkk”, omel Soeun sambil menggesek2 matanya lalu menarik selimut kembali. “Eh dasar kau ini pemalas sekali, memangnya hari ini kau tak kuliah?”. “aaakh tapikan masih lama unnie, paling juga sekarang masih pukul setengah tujuh”, keluh Soeun kembali. “Setengah tujuh katamu?”, lalu Yoona mengambil jam reker diatas meja sebelah tempat tidur Soeun. “Coba sekarang kau lihat ini sudah jam berapa?”, ucap Yoona sambil menunjukkan jam reker itu tepat didepan mata Soeun. “MWO??? Pukul 08.30 a.m? kenapa unnie tak membangunkanku dari tadi??”, kaget Soeun sambil beranjak menuju kamar mandi. “Heh kau ini bagaimana bukannya berterimakasih malah ngomel2. Kalau aku tak membangunkanmu sekarang kau akan lebih telat dari ini”, bentak Yoona. “Oke terimakasih unnie ku sayang”, ucap Soeun agak memaksa dari kamar mandi. “Heeuuh anak itu selalu saja membuatku kesal”, gumam Yoona dengan bibir manyunnya yang tak terdengar Soeun. Lalu Yoona pun kembali kebawah untuk melanjutkan sarapan.

Selang beberapa menit Soeunpun sudah selesai mandi dan langsung menemui keluarganya di ruang makan. “Selamat pagi semua”, ucap Soeun dengan ceria. “Pagi juga sayang”, kata ayah dan ibu bebarengan. “Hmm,, pak Min mana? (supir pribadi Soeun). “Oia ayah lupa memberi taumu, pak Min sedang sakit dan tak bisa mengantarmu selama tiga hari kedepan”, jelas ayah. “Apa? Pak Min sakit? Lalu siapa yang akan mengantarku?”, tanya Soeun dengan cemberut. “Bersama unniemu saja”, kata ibu. “Dih ibu sudah lupa ya? Mobilku kan sedang berada di bengkel”, jelas Yoona. “Aha kalau begitu aku ikut ayah saja yaaa! Kumohon ayah”, pinta Soeun sambil menarik2 tangan kanan ayah. “Tapi kitakan tak searah Soeun”. “Kalau begitu aku saja yang ikut dengan ayah, pasti bolehkan?”, rayu Yoona sambil memegang tangan kiri ayah. “Hmm,,bagaimana ya? Tapi ayah sudah telat dan harus segera sampai di kantor”. “Butikkukan searah dengan kantor ayah”, rayu Yoona kembali. “Yasudah kalau begitu lebih baik kita berangkat sekarang, ayah sudah telat sekali ini”, ucap ayah sambil berjalan akan keluar. “He rasakan itu anak manja”, ledek Yoona sambil tersenyum puas dan memeletkan lidahnya lalu berjalan mengikuti ayah. “Unniiiieee”, Soeun dengan kesal.

Baru saja ayah dan Yoona sampai didepan pintu Soeun langsung menghadangnya, “ayah, kenapa unnie diperbolehkan untuk berangkat bersama tetapi aku tidak? Benar2 tak adil untukku”, Soeun dengan kesal. “Bukannya ayah tak adil sayang tapiii…”, Yoona langsung memotong pembicaraan, “kau kan sudah tau tadi ayah bilang apa? kampusmu tak searah dengan kantor ayah . apa kau ingin ayah mengantarmu dulu lalu telat kekantor dan dimarahi oleh rekan kerjanya?”, bentak Yoona. “Tapi,,aku juga sudah telat unnie bagaimana kalau aku dimarahi dosen?”, Soeun membela diri. “Siapa suruh tadi kau telat bangun”, ucap Yoona kembali, lalu ayah mencoba untuk memulihkan keadaan, “Sudah2, putri2 ayah kenapa malah bertengkar seperti ini? Kalau begitu Soeun bagaimana kalau kau naik taxi saja?. “Tapi aku tak mau kalau naik taxi sendiri ayah, kalau aku diculik bagaimana?”. “Ribet sekali hidupmu ini lagipula siapa yang mau menculik gadis yang bisanya hanya merepotkan saja seperti mu. Kalau kau tak ingin naik taxi kau ikut saja pada Kimbum, bukannya kau satu kelas dengannya”, jelas Yoona sambil mukanya mengarah ke rumah Kimbum yang tepat berada di sebelah rumah mereka. “Aakh yasudahlah kalau gitu (benar2 tak ada pilihan lain aku harus berangkat bersama anak dongo itu)”. “Sudahlah anak ayah jangan marah terus”. “Aku tidak marah kok”. “Yasudah ayah berangkat dulu ya. Bu ayah berangkat”, pamit ayah pada ibu dan Soeun. “Ya hati2 jangan pulang terlalu malam”, pesan ibu. Ayah hanya mengangguk lalu memasuki mobil. “Bu Yoona pamit”, sambil memeluk ibu lalu masuk kedalam mobil juga. “Ya hati2 sayang”, ibu melambaikan tangannya.

Seiring berlalunya ayah dan Yoona Soeunpun ikut pamit pada ibu, “Bu aku berangkat juga ya”. “Hmm,,kau baik2 sayang”, ucap ibu sambil mengelus2 rambut Soeun. Lalu Soeunpun berjalan menuju rumah Kimbum yang memang hanya tinggal beberapa langkah saja ia sudah sampai #berartideketbangetdong o.O .

Sementara itu ketika Soeun baru saja akan mengetuk pintu rumah Kimbum tiba2 ada seseorang yang membuka pintu dari dalam. Alhasil dengan tak sadar Soeun telah mengetuk jidat orang itu, “Tok”, benturan yang cukup keras tepat di kening Kimbum. “Aaaw,, apa2an kau ini? Sakit sekali”, ringik Kimbum kesakitan sambil mengelus2 keningnya. “Ups mian Bum aku tak sengaja. Kau tak apa2kan?”, tanya Soeun khawatir dan memegang tangan Kimbum yang berada dikeningnya. “Sebenarnya ada angin apa yang membuatmu datang kerumah ku pagi2 seperti ini?”, heran Kimbum. “Heum,,kau tau kan pak Min yang selalu mengantarku kemana2?”. “Ye, memangnya kenapa? Sudahlah tak usah basabasi, sebenarnya apa maumu?”. “Jadi begini, pak Min sedang sakit dan tidak ada yang mengantarku kuliah, padahal kau tau kan aku tak bisa membawa mobil sendiri. Jadi bolehkah jika aku…”, Kimbum langsung memotong, “Oh aku mengerti kau pasti ingin ikut dengan ku kan, lalu kita berangkat kuliah bersama. Jadi begitu maksudmu”. Ucap Kimbum sambil menatap Soeun. “Ye,,, hahaha ternyata kau pintar juga. Kalau gitu ayo kita berangkat sekarang”, Soeun sambil menarik tangan Kimbum. “Eeh anak curut memangnya tadi aku bilang mau? Tidak akh lebih baik kau naik bus saja”, Kimbum menggelengkan kepalanya. “Yah Kimbum kau jahat sekali, aku kan hanya gadis lemah. Kalau terjadi hal padaku bagaimana?”, rayu Soeun lagi. “Siapa yang peduli? Sudahlah kau naik taxi saja kalau gitu, pokoknya aku tak mau berangkat bersamamu”, Kimbum keras kepala. “(Ya Tuhan anak ini menjengkelkan sekali, kalau saja aku bisa menyetir mobil sendiri anak ini sudah aku lempar kejurang dan di makan buaya raksaksa… heum tapi Soeun kau tak ada pilihan lain, sekarang bukan waktunya untuk bertengkar dengan iblis ini. Berlaku manislah terhadapnya)”, batin Soeun. “Hey kok malah ngelamun, sudah sana pergi!”. Ucap Kimbum. “Kimbum bagaimana kalau sepulang kuliah kau aku traktir makan sepuasnyaa. Bagaimana kau pasti mau kan?”, bujuk Soeun. “Kau kira aku ini kudanil yang bisa terbuai dengan makanan. Heuh aku tidak seperti itu ya”. “(Ya Tuhan keras kepala sekali orang ini) ayolah Bum-ah kau tega sekali padaku”. “Sekali tidak tetap tidak”, Kimbum bersikeras. “Yasudah kalau begitu, IBUUU…IBUUU…KIMBUM TAK MENGJINKANKU UNTUK BERANGKAT BER…..”, Kimbum langsung menutup mulut Soeun yang berusaha mengadu pada ibunya, ”Hey apa2an kau ini?”tanya Kimbum, lalu Soeun menarik tangan Kimbum yang menutupi mulutnya, “Huh kau ingin membuatku mati”, Soeun sambil menghembus2kan nafasnya. “Sebenarnya apa maksudmu tadi bicara seperti itu pada ibumu? Kau ingin mengadu?”, Kimbum agak ngebentak. “Tidak aku hanya ingin bicara yang sebenarnya”, bela Soeun. “Haaah yasudahlah kalau gitu”, ucap Kimbum kurang jelas. “Mwo? Maksudmu kau mengijinkanku?”. “Ye, daripada nanti aku malu didepan orangtuamu”, Kimbum memaksakan diri sambil masuk kedalam mobilnya. . “Kau serius?”, Soeun kurang percaya. “Haaah sudahlah cepat masuk mobil jangan banyak tanya sebelum aku berubah pikiran”. “Oh ye..ye… kau jangan marah”, Soeun sambil berlari dan masuk ke mobil Kimbum.

Saat Kimbum barusaja menyalakan mesin mobilnya dan akan berangkat tiba2 dari belakang terlihat pelayan Song sedang berlari2 dari kaca spion mobil Kimbum sambil membawa kotak makanan dan teriak “nona Soeun”. Melihatnya Soeun dan Kimbum keheranan, “Pelayan Song?”, gumam Soeun. “Heuh ada apa lagi ini”, kesal Kimbum sambil memegang kepala dengan kedua tangannya. “Kenapa kau ini?”, heran Soeun sambil menatap Kimbum. “Nona…nona Soeun”, pelayan Song mengetuk kaca mobil. Soeunpun membuka kacanya, “Ada apa pelayan Song?”. “Ini sarapan untuk nona. Nyonya berpesan jangan lupa dimakan”, pelayan Song dengan sopan. “Ye, gamsahamnida”. Kimbum dan Soeunpun berangkat.

*Didalam Mobil*

Soeun membuka kotak makanan itu, “Waaa…hotdog! Kelihatan enak sekali”, Soeun sambil memakannya. Kimbum hanya menatap, “(Heuh sudah jadi mahasiswa tapi masih seperti anak TK)”, batin Kimbum. “Kanapa kau menatapku seperti itu? Apa kau mau?”. “Tidak”, singkat Kimbum. “Eh padahal enak sekali, ini makanan kesukaanku”. “Pantas saja kau seperti anjing kepanasan”, ledek Kimbum sambil menyetir. “(hufh sabar Soeun), kau jangan bicara seperti itu, cicipi dulu ini”, Soeun berniat untuk menyuapi Kimbum. “Akh aku bilang tidak”, Kimbum berusaha menghindar dari tangan Soeun yang menyodorinya makanan. “Hah sudahlah cepat buka mulut mu?”, pinta Soeun, Kimbum pun tak ada pilihan lain dan membuka mulutnya. “bagaimana enak kan?”, tanya Soeun sambil tersenyum. Kimbum hanya terdiam.

“Soeun tumben sekali kau sudah berangkat jam segini? Kelaskan baru dimulai jam 12”, heran Kimbum. “Ye aku tau, tapi akukan dapat remedial dari dosen Han, jadi jam 10 aku harus sudah sampai”, jelas Soeun sambil cemberut. “Sepertinya kau sering sekali dapat remedial”, Kimbum tertawa. “Haaah sudahlah kau tak usah mengejekku”. Kesal Soeun. Kimbum tertawa dan mengeluarkan killer smile nya #authernyapingsandulu. “Kau sendiri kenapa sudah berangkat?”, tanya balik Soeun. “Aku mau mencari buku dulu, dan pastinya aku akan memanfaatkan waktuku lebih bermanfaat dibandingkan kau”, ledek Kimbum lagi sambil cengengesan. “Kau”, Soeun sambil manyun dan mengalihkan tatapannya kekaca pintu mobil. Kimbum hanya tersenyum melihat tingkah Soeun.

Ditempat lain, Yoonapun sampai di butiknya. Disana ia di sambut oleh para pekerjanya, “Annyeonghaseyo nona Yoona”, ucap mereka sambil membungkukkan kepala. “Ne, annyeong”, Yoona tersenyum ramah pada bawahannya.

Sedangkan Siwon, asisten Hee dan para pengawalnya terlihat sibuk didalam mobil. “Kenapa ayah tak memberitahuku sebelumnya”, tanya Siwon. “Saya juga baru tau pagi tadi pak”, jelas asisten Hee. “Pengawal Wook mana pakaian yang akan dipakai tuan Siwon?”, tanya asisten Hee. Pengawal Wook terlihat kebingungan karena tas yang berisi pakaian Siwon tak ada. “pengawal Wook kenapa lama sekali?”, asisten Hee dengan tak sabar karena sempitnya waktu. “Maaf pak tapi tas yang berisi pakaian tuan Siwon sepertinya ketinggalan”, pengawal Wook gugup sambil membungkukkan kepalanya. “Hmm bagaimana ini asisten Hee masa aku datang ke acara itu dengan memakai baju piama seperti ini”, keluh Siwon. “Anda tak usah khawatir, pak Kang hentikan mobilnya”, mobilpun berhenti tepat didepan butik milik Yoona.

Mereka semuapun langsung memasuki butik itu termasuk Siwon yang masih memakai baju piama #LOL xD. Sementara Yoona yang sedang memeriksa pakaian2 yang berada dibutiknya langsung terheran kaget karena tiba2 ada 5 orang pria dengan pakaian resmi ‘kecuali Siwon’ memasuki butiknya. “Annyeong, ada yang bisa saya bantu?”, sambut Yoona. “Kami sedang mencari pakaian resmi, lengkap dengan jas, dasi, kemeja dan celananya. Apa ada?”, tanya asisten Hee. “Ada disebelah sana”, Yoona sambil menunjuk ke arah tempat pakaian2 pria. “Tiga pengawal Siwon pun langsung sibuk memilihkan pakaian untuk Siwon, dan bajupun sudah dipilihkan. “Maaf tuan2 tapi kalau baju itu sudah dipesan orang”, jelas Yoona sambil membungkukkan kepalanya. “Tuan Siwon pakai saja kita sudah tak punya waktu lagi”, ucap asisten Hee sambil memandang jam tangannya. Siwonpun langsung ke tempat ganti. “(Heuh bagaimana ini, gimana kalau aku dimarahi oleh orang yang sudah memesan baju itu, padahal sore nanti dia akan datang untuk mengambilnya)”, gumam Yoona kebingungan.

Siwonpun sudah siap sekarang, tapi saat mereka akan meninggalkan butik Yoona tiba2, “Maaf tuan tapi baju itu sudah dipesan dan aku takut nanti saya akan kena marah oleh consumer itu, tolonglah tuan2 bisa mengerti”, Yoona menjelaskan sambil menundukkan kepalanya. “Kita akan bayar 3x lipat”, tawar asisten Hee. “Tolong nona kita tak punya waktu lagi”, pinta Siwon. Dan tak tau kenapa ketika Siwon berkata itu sambil menatapnya, jantung Yoona berdetak dengan kencang dan tak punya daya untuk menolak. “Yasudah kalau gitu”, singkat Yoona. “Gamsahamnida”, Siwon sambil tersenyum dan pergi meninggalkan tempat itu bersama para pengawal dan asisten Hee.

Dengan berlalunya Siwon, Yoona terlihat melamun dan didalam hatinya berkata, “kenapa jantungku ini seperti akan terhenti. Apa ini yang orang bilang Cinta pada pandangan pertama…????”.

@Kampus^^

Kimbum dan Soeun pun turun dari mobil. Goh Ara dan Shinhye dengan tak sengaja telah melihat mereka berdua. “Mwo??? Goh Ara lihat itu, Soeun turun dari mobil Kimbum?? Hhh apa aku tak salah lihat??”, ShinHye kurang percaya sambil menggesek2an matanya. “Mana?”, Ara melirik kekanankiri sambil penasaran. “Heeeuh itu kau lihat”, Shinhye sambil tangannya menunjuk ke arah Soeun dan Kimbum berada. “Haahh…So..Eun dan Kim…Bum berangkat bersama?? Benar2 sulit dipercaya, mana mungkin si kucing dan tikus itu bisa naik satu mobil”. “ATAU JANGAN2????”, teriak Shinhye dan Ara bebarengan.

Sementara itu Soeun dan Kimbum masih berjalan bersama, “Hey Soeun sudah kau pergi sana! Bisa gawat nanti jika pacarku melihatmu”, ucap Kimbum. “Kau??? Siapa juga yang ingin terus dekat dengan orang menyebalkan sepertimu”, Soeun sambil menoleh dan pergi meninggalkan Kimbum. “Dasar perempuan aneh”, teriak Kimbum.

Kemudian hongki, dan Kyuhyun menghampiri Kimbum, “Bum, ada masalah apa lagi kau dengan gadis itu?”, tanya Kyuhyun sambil memegang pundak Kimbum. “Haaah sudahlah jangan membicarakan anak itu”, Kimbum dengan mood jeleknya. “kalau begitu ayo kita ke café saja, perutku sudah lapar tadi pagi tak sarapan dulu”, ucap Hongki sambil memegangi perutnya. “Heuh makanan saja yang kau pikirkan”, ledek kyuhyun. “Haah sudahlah kita ke cafe sekarang”, ucap Kimbum sambil menarik tangan kedua sahabatnya itu.

@Butik

Nona Yoona lihat itu, bukannya dia pria yang datang ke butik kita tadi pagi?”, tanya seorang pegawai wanita di butik Yoona sambil menunjuk ke TV. “Iya kau benar, jadi dia itu pewaris tunggal di hotel “YooWon Star”?”, kaget Yoona sambil memandangi berita di Tv. “Waaah nona itu kan hotel berbintang di Korea. Berarti dia orang kaya, hmm pantas saja tadi dia di kawal oleh beberapa bodyguard”, ucap pegawai itu lagi. “Ya benar juga, hmm kenapa kita malah ngegosip seperti ini. Sudah kau kembali kerja sana”. “Oh ne, ne, baik nona”, ucapnya sambil membungkukkan kepala.

@Kampus

“Goh Ara, Shihye”, teriak Soeun melambaikan tangannya dan langsung berlari menghampiri mereka. “Soeun, apa kau berpacaran dengannya?”, shinhye dengan kurang jelas. “Ne, kenapa kau tak bilang dari awal pada kami”, ucap Goh Ara. “Hah? Aku berpacaran dengan siapa maksud kalian aku tak mengerti”. “Tadi ku lihat kau berangkat bersama Kimbum. Kalian pacaran kan? Mengaku sajalah Soeun kami tak akan marah padamu”, ucap Goh Ara. “Ya ampun, kalian bilang aku berpacaran dengan anak kutilang itu? Heuh dia bukan tipeku ya”. “Lalu kenapa kau tadi bisa bersamanya?”, tanya Shinhye. “Jadi begini biar aku jelaskan, …………………………….”, jelas Soeun panjang lebar. “Oh jadi begitu aku kira kau dan Kimbum (?)”, Goh Ara kurang jelas. “Akh tak mungkinlah, tipeku bukan seperti dia”, Soeun mengelak. “Eh Soeun sekarang sudah pukul 9.45 a.m bukannya kau ada test ulang?”, tanya Shinhye sambil melihat jam di tangannya. “Oh iya aku lupa, aku pergi ya”, ucap Soeun gugup sambil berjalan menuju ruangan. “SOEUN SEMANGAT”, teriak Shinhye dan Ara sambil mengangkat tangan mereka. “Ne, gamsahamnida”, singkat Soeun.

– Kimbum. Hongki. Kyuhyun – @cafe

“Bum 5 hari lagi pacarmu ultah ya?”, tanya kyuhyun sambil memakan makanannya. “Ne, tapi aku pusing harus memberinya apa?”. “Kau berikan makan malam romantic saja”, ucap Hongki. “Hah menjijikkan sekali”. “Berikan cincin?”, ucap kyuhyun. “Hmm kau kira aku mengajaknya tunangan? Tidak akh itu terlalu resmi”. “Jadi mau kau apa?”, tanya Hongki. “Entahlah biar aku pikirkan nanti”, ucap Kimbum.

Tiba2 seorang perempuan datang menghampiri mereka,”Annyeong”, ucapnya dan langsung duduk disamping Kimbum. “Annyeong”, salam balik Hongki dan Kyuhyun bebarengan. “Kau dari mana saja?”, tanya Kimbum pada perempuan itu. “Hmm tadi aku ada urusan sedikit, mian ya oppa aku telat”, ucap perempuan genit itu sambil memegang tangan Kimbum (Huakh -_-). Yup dia adalah Jessica, kekasih Kimbum yang nantinya akan jadi MANTAN :p . “Yasudah tak apa, kau jadi mengantarku ke toko buku?”, tanya Kimbum sambil memandangnya. “Ne”, Jessica mengangguk. Merekapun pergi dan meninggalkan Hongki dan kyuhyun.

– Soeun. Goh Ara. Shinhye –

“Soeun bagaimana? Apa kau bisa mengerjakan semua soal2nya?”, tanya Shinhye. “Tak taulah aku kurang yakin”, ucap Soeun ragu. “Kau tak boleh seperti itu, kali ini kau pasti akan mendapatkan nilai A”, hibur Ara sambil tersenyum. “Ne, aku juga berharap seperti itu”. “Eh Shinhye, Ara antar aku ke toko buku ya! Ada yang mau aku beli”, ucap Soeun. “Ne, baiklah. Ayo kita pergi sekarang mumpung jam kuliah masih ada 1 jam lagi”, ucap Ara sambil menarik tangan Soeun dan Shinhye. “Eh tunggu aku tak bisa mengantarmu Soeun, mianhe”, ucap Shinhye sambil membungkukkan kepala. “Loh memangnya kenapa?”, tanya Soeun heran. “Aku ada janji dengan GeunSook oppa”, Shinhye tersipu malu. “Oh kami mengerti, ya sudah pergi sana nanti dia marah lagi karna kau telat”, ledek Soeun sambil tersenyum. “Ya Soeun benar, kau pergi saja kami tak apa2 kok”, ucap Ara. “Yasudah aku pergi ya, kita bertemu saat jam kelas dimulai”, Shinhye sambil tersenyum. Merekapun berpisah.

Kimbum dan Jessica sampai ditoko buku, awalnya Jessica setia menemani Kimbum tapi lama kelamaan diapun merasa bosan. “Oppa kenapa lama sekali? Memangnya buku apa yang sedang kau cari?”, kesalnya. “Tunggu lah sebentar daritadi aku tak menemukan buku *** (itu ajalah), bantulah mencarinya”, ucap Kimbum tanpa menoleh pada Jessica, ia terus mencari2 buku. “Haah oppa ini”, tiba2 ada pesan masuk.

To: Jessica

From: Donghae

Sayang kau dimana? Daritadi aku mencarimu. Cepatlah kau temuiku, aku tunggu di café kampus.

“Oppa Donghae? Heuh tepat sekali dia sms ku”, ucap Jessica dalam hati sambil memandang telephone genggamnya. “Ada apa?”, tanya Kimbum. “Euh tidak oppa, Yuri menyuruhku untuk menemuinya sekarang”, bohongnya. “Yasudah kau temui dia saja, aku kan tetap disini”, ucap Kimbum. “Oppa tak apa2 aku tinggal sendiri?”, Jessica sok perhatian. “Tidak, kau pergi saja”, Kimbum sambil tersenyum. “baiklah”, ucap Jessica sambil pergi menemui Donghae tanpa sepengetahuan Kimbum.

Selang beberapa menit Soeunpun juga sampai ditoko buku, “Soeun aku kesebelah sana ya. Aku ingin mencari novel”, ucap Ara. “Ne”, singkat Soeun, Ara dan Soeunpun berpisah. Namun ketika Soeun sedang mencari2 buku dan berniat untuk mencarinya disebelah ujung sana ia bertubrukkan dengan seorang lelaki, “BLUKK”. “Heeuh sakit sekali”, ringik Soeun sambil memegang keningnya. “Aww”, begitupun dengan pria itu. Soeunpun memandangnya, “MWO??KAU??”, kaget Soeun tak percaya. “Sedang apa kau disini? Kau pasti mengikutiku”, ucap Kimbum. “Enak saja aku kesini ingin mencari buku”, jelas Soeun. “Buku itu? Soeun itu buku yang sedang kucari. Sini berikan buku itu padaku”, Kimbum sambil menatap buku yang dipegang Soeun dan mencoba mengambilnya. “Buku ini maksudmu? Heuh enak saja”, ucap Soeun. Padahal ia tak membutuhkan buku itu. “Ayolah Soeun berikan bukunya, aku sudah tak punya waktu lagi”, pinta Kimbum. “Memangnya kau saja yang sedang buru2 aku juga begitu”, bentak Soeun. “Tadi aku sudah antar kau kekampus dan sekarang tinggal kau yang membayar budi padaku. Ayolah berikan buku itu”. “Aku tak mau”, Soeun sambil meninggalkan Kimbum dan menghampiri Ara. “Heuh anak itu, buku nya kenapa tak ada lagi”, kesal Kimbum.

Soeunpun melanjutkan pencarian buku dibantu Ara, “Soeun cepatlah, jam kelas sebentar lagi dimulai”, ucap Ara. “Yasudah kau duluan saja, aku harus mencari buku itu”, ucap Soeun. “Kalau begitu aku duluan ya Soeun, kau tak apa2 disini sendiri?”. “Ne”. Ara pun meninggalkan Soeun. Beberapa menit kemudian Soeunpun mendapatkan buku yang dicarinya, namun saat sudah membayar dan akan kembali kekampus ia melihat Kimbum masih terlihat sibuk mencari buku yang dicarinya. “Heuh jam kelas sebentar lagi dimulai aku jadi tak tega melihatnya”, soeunpun berjalan menghampiri Kimbum sambil membawa buku yang sebenarnya tadi ia sembunyikan diantara buku2 yang lain. “Bum ini, kau ambil saja lagi pula aku tak membutuhkan buku ini”, ucap Soeun. “Kenapa tak daritadi saja”, Kimbum sambil mengambil buku itu samba berlari menuju kasir. “Bukannya berterimakasih malah ngomel”, gumam Soeun.

Mereka berdua menuju kampus bersama yang memang dekat dengan toko buku itu yang berada tepat didepan kampus mereka. Namun ada kejadian lucu saat mereka akan menyebrang Soeun terlihat ketakutan dan tak berani, karna memang saat itu jalanan sedang ramai, saat Kimbum sudah berada di tengah jalan ia keheranan karena Soeun tak juga mengikutinya, “Soeun ayolah nanti kita bisa telat”, Teriak Kimbum. “Aku tak berani Kimbum”, teriak balik Soeun. “Heeeuh”, Kimbumpun kembali dan menghampiri Soeun. Dan kini ia memegang tangan Soeun. Saat menyebrang muka Soeun terlihat salting dan merasa aneh, “Tumben sekali dia perhatian padaku”, batin Soeun.

~To Be Countinued…

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

66 Komentar

  1. tiaraputri

     /  April 19, 2015

    waw lengkap banget yaa go ara, shin hye ,soen sahabatan cocok deh cocok wkwk momen kimbum ama soen lucu juga yah tp momen ywnya baru dikit, gapapa deh kalo kimbum mutusin jessica, kan jess entar sama donghae wkwk

    Balas
  2. amalia an

     /  April 27, 2015

    wah…..ceritanya bagus’ walaupun conflikx masih sedikit n yoonwon momentx jg kurang.

    Balas
  3. ria

     /  Oktober 6, 2015

    Crita’a g hny fokus sm yoonwon, tp jg yg lain
    Bagus2

    Balas
  4. Ceritanyaa baguuss, yoonwon momentnya tp dikit2 ya keliatanyaaa

    Balas
  5. Disini banyak part nya Tom and Jerry alias Soeun sama Kimbum, wkwkwk

    Balas
  6. paris

     /  Oktober 31, 2015

    Hallo aku reader baru salam kenal yah🙂
    Wah soeun sama kimbum kaya kucing sama tikus pada berantem hehe
    Ciee yoona jatuh cinta pada pandangan pertama ni sama siwon hehe🙂
    Apa pacarnyaaa bum jessica selingkuh yah sama donghae? Kasihan bum oppa😦

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: