[FF] Journey of Love (Chapter 5)

journey of love

Title: Journey of Love

Story By: Nitahyunmichoi

Main Cast: Choi Si Won, Im YoonA, Choi Sooyoung, Lee Jong Hyun

Support Cast: Kim Myungsoo, Jung Soo Jung, Choi Minho, Park Gyuri

Genre: Drama, Family, Romance, Sad || Length: Chapter || Rating: General

Blog:http://nitayoonwonfanfiction.wordpress.com || Twitter: @Nita_Rahayu22 – @nitayoongwonie

Disclaimer: Cerita dalam FF ini terinspirasi dari drama-drama Korea yang pernah saya tonton, namun  selebihnya, alur serta karakter tokoh adalah murni hasil imajinasi saya sendiri.

Special Art by: @Illah_Iluth

oOo

Journey of Love – Chapter 5

oOo

Yoona POV

“Yoona!! Im Yoona!!”

Kaki ku lemas seketika mendengar dia memanggil nama ku, habislah semuanya. Jong Hyun telah mengetahui keberadaan ku di pesta ini. Apa yang harus ku katakan nanti? Haruskan aku berbohong? Tidak! Sudah jelas-jelas dia melihat ku tengah memberikan minuman pada para tamu undangan, tanpa harus ku jelaskan ku yakin Jong Hyun sudah mengetahuinya.

Ku putuskan segera melangkahkan kaki dan pergi dari tempat terkutuk ini, suatu kebodohan besar. Seharusnya aku tak menerima tawaran pekerjaan ini,  jika tahu akan seperti ini lebih baik aku mati kelaparan. Demi Tuhan, lebih baik aku mati dari pada harus menginjakkan kaki di pesta terkutuk ini.

Langkah ku tertahan, saat mata ini tak sengaja melihat sosok wanita yang tengah berdiri tak jauh dari ku. Matanya menatap ku dengan tatapan yang sungguh tak bisa ku artikan, tapi aku yakin mata itu sama sekali tak menampakan kerinduan apalagi rasa bersalah.

Mata ku memanas, tubuh ku menegang semakin lama menatapnya. Ingin aku memanggilnya “Eomma” jika saja ditempat ini hanya ada kami berdua. Tapi itu tidak mungkin, jikalau ditempat ini hanya ada kami berdua pun aku tak sudi memanggilnya.  Yah, rasa benci dan sakit hati ini sungguh dalam dan perih ku rasakan.

Selama sebelas tahun aku harus menanggung beban hidup yang sulit, menjadi orang miskin yang selalu dipandang sebelah mata. Bekerja kasar demi untuk melanjutkan hidup. Tapi dia, hidup mewah bergelimang harta serta di hormati bak seorang Nyonya besar. Inikah alasan mu meninggalkan ku dan ayah? Demi ingin merubah hidup mu menjadi seorang “Nyonya besar” kau tinggalkan aku dan ayah lalu menikah lagi dengan pria kaya raya. Sungguh kau lebih kejam dari seekor ibu harimau. Bahkan sekarang kau tak menganggap aku sebagai putri kandung mu sendiri. Rupanya hati mu sudah benar-benar buta, Ibu.

Aku sudah tak bisa lagi berada disini, ku yakin kini semua pasang mata tengah memandang ku. Kembali aku memutuskan untuk melanjutkan melangkahkan kaki pergi dari tempat biadab ini tapi ternyata baru melangkah beberapa langkah

Brakk…

Aku menabrak seorang pelayan pria yang tengah membawa nampan, berakhirlah semuanya. Saat minuman yang dibawa pelayan itu jatuh mengguyur tubuh ku. Sekuat tenaga aku menahan agar tidak menangis. Tapi rupanya aku tetap tak sanggup, cacian serta makian mulai ku dengar dari mulut orang-orang berkelas, kata-katanya sungguh membuat hati ku sakit mendengarnya. Oh Tuhan kenapa aku harus terjebak di tempat nista ini?

Bisikan-bisikan bernada cacian dan makian kini berubah menjadi tawa yang menghina ku, apakah tak ada yang berniat menolong ku? Setidaknya bawa aku pergi dari tempat ini. Aku menunduk meratapi kejadian ini dengan menangis, tubuh ku sudah lemas bahkan aku sudah tak bisa berdiri apalagi untuk berlari dari tempat ini.

Tiba-tiba ku rasakan sebuah tangan kekar merangkul pundak ku, menyampirkan tuxedo hitamnya untuk menutupi tubuh ku yang tembus pandang. Aku tersenyum tipis, pria yang sudah menolong ku adalah kekasih ku Lee Jong Hyun.

“Kau tidak apa-apa?”

Tidak!! Ini tidak benar, aku pasti salah dengar. Kenapa dia yang melakukannya? Kenapa tidak Jong Hyun? Kenapa tidak Jong Hyun yang menolong ku?

“Tenanglah ada aku” ujarnya menyapu lembut gendang telinga ku. Aku masih belum bisa mempercayainya, mustahil jika dia yang melakukannya.  Ku angkat kepala ku dan benar saja dia adalah orangnya.

 

Author POV

“Choi Siwon”

Setengah tak percaya Yoona menyebut nama pria yang sudah menyelamatkan harga dirinya, Yoona menatap mata tajam Siwon dengan perasaan tak yakin. Kenapa dari semua orang disini, hanya Siwon-lah yang membantunya? Lalu kemana Jong Hyun – yang tidak lain adalah kekasihnya sendiri.

“Kau pasti mengira aku Jong Hyun kan?” tanya Siwon pelan, hanya terdengar oleh Yoona saja.

“Coba sekarang kau lihat kebelakang, kekasih mu hanya diam melihat mu dipermalukan seperti ini, bagaimana menurut mu Yoona-ssi? Apa pria seperti dia masih pantas kau cintai?” Ujar Siwon lagi lalu tersenyum penuh kemanangan membuat emosi Yoona justru terpancing melihatnya.

“Diam Kau!!! Dan cepat pergi” tutur Yoona menekan kata-katanya.

“Kau ingin aku pergi? Kau yakin? Lihatlah sekeliling mu, sekarang kau menjadi tontonan gratis orang-orang kelas atas, selain itu kau juga menjadi bahan hinaan mereka. Apa kau tidak sadar itu?”

Yoona meremas kedua tangannya mendengar perkataan Siwon yang memang benar adanya, dan Yoona pun menyadari akan hal itu. Namun Yoona bingung, pilihan mana yang harus ia ambil saat ini. Membiarkan pria yang sangat ia benci menolongnya “lagi” atau menyuruhnya pergi tapi dia akan kembali mendapatkan malu. Yoona, dia sedang bergelut dengan egonya saat ini.

Perlahan namun pasti Yoona pun akhirnya menitikan air mata sembari menatap Siwon, gadis itu merasa tak tahan dengan semua ini termasuk bimbang harus menentukan pilihan yang terlalu sulit untuknya.

“Jangan menangis, jangan berikan air mata mu untuk orang-orang kelas atas yang tidak manusiawi. Air mata mu terlalu berharga untuk menangisi hal sebodoh ini” ujar Siwon dan secara iba-tiba menghapus air mata Yoona kontan saja aksinya ini mendapat respon yang membuat dada para tamu undangan tertohok seketika termasuk Ny Lee, Sooyoung apalagi,  Jong Hyun pun sama pria itu sudah mulai termakan api cemburu.

“Lalu apa yang harus ku lakuan?” tanya Yoona terbata menahan air matanya.

Siwon tersenyum menatap mata bening Yoona yang berkaca-kaca.

“Kau hanya perlu mengatakan “Choi Siwon tolong bawa aku pergi dari tempat ini, ku mohon” pinta Siwon terdengar halus memang tapi terkesan memaksa Yoona.

Yoona sedikit terperangah mendengar permintaan Siwon namun apa daya dia pun tak bisa menolak lagi, akhirnya bibir kecilnya bergerak mengucapkan kalimat permintaan Siwon yang sungguh sangat ia benci sebenarnya.

“Choi Siwon, tolong bawa aku pergi dari tempat ini, ku mohon” ujar Yoona lirih membuat satu sudut bibir Siwon tertarik. Tentu saja pria itu kini sudah merasa bisa menaklukan Yoona dengan memanfaatkan situasi seperti ini.

“Baiklah Yoona-ssi, dengan senang hati aku akan membantu mu”  jawab Siwon. Setelah mengucapkan kalimat itu dan diakhiri dengan senyum penuh kemangan Siwon mengangkat tubuh Yoona dan melangkahkan kakinya melewati para tamu undangan yang sangat terkejut melihat aksi Choi Siwon yang cukup membuat beberapa wanita meringis kesal karena cemburu.

Wajah Jong Hyun pun seketika memerah, matanya membulat sempurna melihat Yoona dibawa oleh Siwon dengan cara seperti itu. Jong Hyun cemburu melihat kejadian ini, jika saja ia tak terlambat satu langkah saja dari Siwon, mungkin sekarang yang akan membawa Yoona pergi bukanlah kakak tirinya melainkan dirinya sendiri. Jong Hyun  hanya bisa merutuki kebodohannya yang tak refleks menolong Yoona.

Tak jauh berbeda dengan Jong Hyun, Choi Sooyoung pun nampak tak suka melihat kejadian yang baru saja membuat hatinya sakit. Siwon yang kemarin malam serta tadi bersikap kurang ajar padanya sekarang malah bersikap manis pada wanita yang sama sekali tak ia kenal. Sooyoung pun membuang nafas kasar merasa jengah dengan peristiwa barusan yang sangat membuatnya sedikit kepanasan.

Sementara itu, Ny Lee  murka melihat kejadian yang merusak acara perhelatan ulang tahun perusahaan keluarganya, ditambah dengan kelakukan putranya, Siwon yang bertingkah bak seorang pangeran yang menyelamatkan putri dari kerajaan. Di samping Ny Lee, Ny Choi justru terlihat mulai tak tenang. Beberapa kali dia meremas-meramas kedua tangannya yang mulai berkeringat dingin apalagi setelah ia beradu pandang dengan Yoona tadi. Wajah wanita paruh baya itu sangat gusar sepertinya dia takut jika Yoona akan membongkar rahasianya kepada semua orang.

oOo

Siwon meletakan baju untuk Yoona yang baru saja ia beli dari butik terdekat , Siwon tak tahu baju itu cocok atau tidak jika dipakai oleh Yoona. Tapi daripada Yoona sama sekali tak berganti baju itu akan lebih parah lagi bukan? Sembari menunggu Yoona yang tengah berada dikamar mandi, Siwon pun duduk di pinggir ranjang. Memang, setelah kejadian di ruang pesta tadi Siwon membawa Yoona kesebuah kamar hotel yang berjarak empat lantai dari tempat pesta tadi.

Siwon termenung di tepi ranjang, pikirannya melayang pada kejadian tadi di ruang pesta. Sungguh, itu sangat memalukan. Pikir Siwon. Namun Siwon tak habis pikir kenapa Yoona bisa menjadi pelayan di pesta ulang tahun perusahaan keluarganya? Itulah pertanyaan yang akan Siwon lontarkan pada Yoona jika gadis itu nanti sudah keluar dari kamar mandi.

Tiba-tiba Siwon mendengar suara isakan dari kamar mandi, sudah bisa di tebak jika Yoona menangis di dalam sana. Siwon pun berjalan mendekati pintu kamar mandi berniat untuk masuk, tapi rupanya tangannya berhenti sesaat sebelum menyentuh kenop pintu. Siwon kembali menurunkan tangannya dan lebih memilih mendengarkan isakan Yoona dari luar.

Di dalam kamar mandi Yoona menangis di bawah air yang mengguyur seluruh tubuhnya. Dia menggigil karena terlalu lama membiarkan air dingin mengguyur  tubuhnya,  gadis itu tengah meratapi hidupnya yang sungguh malang dan menderita. Di tambah dengan mengingat kejadian tadi di pesta yang mungkin tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.

 

Siwon kembali mendudukan dirinya di tepi ranjang setelah tidak mendengar lagi tangisan Yoona. Belum lama Siwon duduk pintu kamar mandi pun terbuka, sosok Yoona muncul dibalik pintu dengan kimono berwarna pink serta rambut basah yang terurai. Wajahnya sembab serta matanya agak sedikit bengkak akibat menangis. Siwon segera bangkit dari duduknya lalu menyerahkan sebuah paper bag pada Yoona.

“Pakailah ini, aku baru saja membelinya. Tapi aku tidak tahu itu pas atau tidak di tubuh mu” ujar Siwon.

Sejenak Yoona menatap paper bag yang di serahkan Siwon sampai akhirnya Yoona mengambil paper bag tersebut lalu menatap mata Siwon “Ku rasa baju ini pasti akan pas di tubuhku, bukankah kau sudah melihat tubuhku sebelumnya. Kau pasti bisa mengira-ngira ukurannya kan” ketus Yoona datar nan dingin. Siwon tersenyum tak percaya mendengar ucapan Yoona yang kembali mengungkit masalah itu lagi.

“Kau masih mengingatnya?” tanya Siwon tak percaya.

“Tentu saja, wanita mana pun tidak akan bisa mengingat kejadian seperti itu. Meskipun kau mengatakan tak melakukan apapun pada ku, tapi ucapan mu tak bisa ku percaya.

“Kenapa? Apa dimata mu aku seperti pria hidung belang?”

“Yah kau seperti itu, dan kau juga brengsek!!” tukas Yoona menyambar pertanyaan Siwon lalu membalikan badannya.

“Kau sudah menganggap ku seperti itu, baiklah. Sepertinya aku tak pernah punya sisi baik di mata mu. Yah aku memang melakukan sesutu pada mu malam itu APA KAU PUAS!!!”  Siwon berteriak diakhir kalimatnya , rahangnya sedikit mengeras menahan kesal. Yoona pun berhenti seketika mendengar perkataan Siwon, tanpa sadar ia menjatuhkan paper bag yang berada di genggamannya,tangannya tiba-tiba melemas seakan tak punya tenaga.

“Kau bohong? Kau berbohong kan?” tanya Yoona matanya berkaca-kaca lagi.

“Lalu kau ingin aku berkata jujur? Tapi kenapa kau tak percaya? Baiklah jika kau ingin aku berkata jujur, aku sempat mencium mu malam itu. Kenapa? Kau mau marah? Aku memang pria brengsek, dan aku di lahirkan untuk menjadi seperti itu.Menjadi pria brengsek yang tak pernah mempunyai sisi baik di mata mu. Karena dimata mu selama ini hanya Jong Hyunlah yang paling baik bukankah begitu. Jika kau merasa tak suci lagi karena perbuatan ku…”

“Hentikan!!!!Hentikan!!!! KU MOHON HENTIKAN!!!!”  Yoona berteriak keras lalu berjongkok lemah. Air matanya tumpah sudah merasa tak kuat lagi mendengar kata-kata Siwon yang kembali membuatnya menangis lagi.

Siwon menghela nafas kasar, kemudia dia berjalan gontai mendekati Yoona. Siwon mensejajarkan tubuhnya di depan gadis itu yang masih menangis terisak. Siwon mengangkat tangannya bermaksud untuk menyentuh Yoona, tapi segera ia mengurungkan niatnya itu lalu kembali menjatuhkan tangannya dengan lemas.

“Yah kau benar, aku memang pria brengsek ,aku memang bajingan. Kau puas” lirih Siwon pelan namun terdengar sangat kecewa. Bahkan kedua matanya yang tajam itu kini terlihat teduh dan terlihat sedikit genangan air mata di dalamnya.

“Sekeras apa pun aku menjelaskan semuanya, kau tidak akan pernah percaya. Karena dimata mu aku tak pernah mempunyai sisi baik” lanjut Siwon kini matanya memerah menahan air mata agar tak terjatuh. Yoona masih bungkam, hanya suara isakan kecil yang keluar dari bibirnya nampaknya gadis itu tak berniat sedikit pun untuk bersuara. Akhirnya, Siwon pun berdiri kembali lalu meninggalkan Yoona dengan langkah kaki yang lesu.

oOo

Jong Hyun setengah berlari mengejar Siwon dan Yoona yang tengah berjalan menuju lantai dasar, Jong Hyun kembali terlambat namun dia berharap bisa segera bertemu dengan Yoona untuk meminta maaf sekaligus mengantarkan kekasihnya itu pulang. Namun sayang seribu sayang, saat dirinya sudah sampai di depan hotel, mobil Audi hitam milik Siwon sudah meluncur meninggalkan halaman hotel. Jong Hyun hanya bisa menghela nafas penuh rasa kecewa tentunya dengan rasa bersalah pada Yoona.

oOo

Setelah kejadian tak terduga itu terjadi, pesta pun kembali dilanjutkan. Meskipun sepertinya mood Ny Lee menjadi tidak baik setelah menyaksikan Siwon menyelamatkan gadis yang sama sekali tak ia kenal. Tak jauh berbeda dengan Ny Lee, Ny Choi pun berubah. Wanita itu sangat resah dan tampak tak tennag, apalagi penyebabnya jika bukan Yoona. Sooyoung yang menyadari perubahan pada sang ibunda pun akhirnya bertanya “Eomma gwaenchana?” tanya Sooyoung khawatir.

Ny Choi menoleh ke arah Sooyoung sedikit kaget kemudian memaksakan untuk tersenyum “Eomma sepertinya kurang enak badan, kita pulang saja sekarang yah Sooyoung-ah…” ujar Ny Choi gelisah.Sooyoung mengerutkan dahinya, heran melihat sikap sang ibunda yang tiba-tiba terlihat begitu resah serta terkesan ketakutan.

“Eomma, benar tidak apa-apa?” tanya Sooyoung lagi untuk memastikan.

Ny Choi kembali tersenyum, meskipun hanya senyum kaku yang ia sunggingkan di wajah pucatnya “Eomma tidak apa-apa, hanya saja Eomma sedikit tidak enak badan. Kita pulang saja sekarang yah?”

Sooyoung sebenarnya masih enggan untuk pulang, dia masih ingin berada di pesta ini. Dia masih ingin melihat Siwon yang belum kembali. Namun melihat kondisi sang Ibu ,Sooyoung pun mengalah.

“Baiklah, kita pulang saja Eomma.” jawab Sooyoung tersenyum.

oOo

Mobil Audi hitam itu melesat di jalanan kota Seoul yang tidak terlalu ramai, dua insan manusia yang berada di dalam mobil itu hanya diam tanpa suara sejak tadi sampai detik ini. Keduanya sibuk dengan lamunan masing-masing dan seakan tak mau berbicara satu sama lain. Cukup lama terjadi keheningan, akhirnya Yoona pun angkat bicara memecah kesunyian.

“Turunkan aku”ujar Yoona dingin. Siwon yang duduk di sampingnya hanya menoleh sekilas tak memperdulikan perintah Yoona.

“Ku bilang turunkan aku” ujar Yoona lagi kali ini lebih keras.

“Aku akan mengantarkan mu pulang” jawab Siwon tanpa berpikir lagi.

“Jika kau tidak menghentikan mobilnya maka aku akan melompat” ancam Yoona dan sukses membuat Siwon mengrem mobil itu secara mendadak. Siwon memegang kuat stir mobilnya lalu menoleh menatap Yoona yang tengah sibuk membuka sabuk pengamannya.

“Jangan keluar” cegah Siwon tapi Yoona sama sekali tak menggubrisnya.

“IM YOONA KU BILANG JANGAN KELUAR!!” meledak sudahlah emosi Siwon, wajahnya mengeras memperlihatkan jika sekarang dirinya memang sedang tersulut api kemarahan yang begitu besar. Yoona kaget, dia mengurungkan niatnya untuk membuka pintu mobil dan kini beralih menatap wajah Siwon.

“Kenapa? Kenapa kau seperti ini pada ku?” ucap Yoona setelah cukup lama memandang kedua mata gelap Siwon.

“Kenapa sebelas tahun silam kau menyelamatkan ku? Kenapa pada malam itu kau juga menyelamatkan ku, dan kenapa kau juga menyelamatkan ku tadi? Kenapa kau melakukan itu pada ku? Kenapa kau tidak membiarkan aku mati? Kenapa?” perlahan namun pasti air mata Yoona pun turun tak terkendali saat sudah selesai melontarkan sebuah pertanyaan yang cukup membuat Siwon diam membeku seakan susah untuk mencari jawabannya.

Siwon membuang nafas cukup kasar kemudian memalingkan wajahnya dari Yoona, pria itu seperti tengah memikirkan pertanyaan Yoona yang cukup membuatnya tak bisa menjawab.

“Jawab aku Choi Siwon” pinta Yoona serak.

“Jangan menangis, ku bilang jangan menangis” ujar Siwon tak sanggup untuk menatap Yoona.

“Jangan menangis untuk meratapi nasib hidup mu yang malang, aku tidak suka itu” lanjut Siwon kemudian masih tidak menatap Yoona.

“Kenapa kau menyelamatkan ku? Kenapa kau tidak membiarkan aku mati? Jika aku mati maka aku tidak akan menangis untuk meratapi hidup ku yang malang, kenapa kau selalu ada di setiap aku mengalami kesulitan? Jawab aku, ku mohon jawab aku Choi Siwon” pinta Yoona sangat memohon agar Siwon mau menjawab semua pertanyaan yang selama ini mengganggu pikirannya. Namun Yoona tak mendapatkan jawaban, karena Siwon diam, Siwon bungkam dia seakan tak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan yang di lontarkan Yoona padanya.

“Choi Siwon” lirih Yoona.

“Karena—“ akhirnya Siwon bersuara meskipun ucapannya tertahan.

“Karena aku peduli pada mu” jawab Siwon setelah cukup lama bungkam. Yoona tertegun mendengarnya, merasa jika itu bukanlah sebuah jawaban yang ia ingin dengar dari Siwon.

“Peduli? Peduli kau bilang?” tanya Yoona.

“Bagimana bisa kau peduli pada ku? Sementara kau tidak tahu siapa aku, kau tidak tahu seperti apa kehidupan ku sebelumnya. Bagaimana bisa kau peduli pada ku?” lanjut Yoona.

“Kalau begitu izinkan aku mengetahui semuanya, aku ingin masuk kedalam kehidupan mu, aku ingin tahu seperti apa kehidupan mu sebelumnya, dan aku ingin tahu perempuan seperti apa diri mu. Jadi ku mohon, jangan cegah aku untuk masuk kedalam kehidupan mu. Im Yoona”

Dada Yoona tertohok mendengarnya, matanya agak membulat menatap Siwon yang baru saja mengucapkan sebuah pernyataan yang membuatnya tak percaya. Perkataan Siwon terlalu sulit untuk di artikan, membuat Yoona harus berpikir keras mengartikan maksud ucapaan pria itu.

“Apa maksud mu?” tanya Yoona setelah cukup lama bergelut dengan pikirannya namun tak menemukan jawaban yang tepat.

Siwon akhirnya menolehkan kepalanya menatap Yoona, sejenak pria itu memandang kedua mata Yoona penuh arti “Terlalu sulit untuk ku jelaskan, tapi nanti kau juga akan mengetahui alasannya” ujar Siwon kemudian, lalu menghidupkan mesin mobilnya. Tak berapa lama mobil Audi hitam itu sudah kembali berjalan membelah kesunyian malam.

Yoona, gadis itu masih bertahan di tempatnya. Menatap Siwon yang tampak serius mengemudikan mobil, beragam pertanyaan pun mulai bermunculan di benak Yoona namun tak ada satu pun yang ia ucapkan pada Siwon.

oOo

Setelah di antar Siwon pulang, Yoona masuk kedalam rumah sederhananya. Namun sejak tadi ia hanya memandang dirinya di dalam cermin rias yang memperlihatkan seluruh tubuhnya. Tubuhnya yang tinggi itu di belut dengan dress mini di atas lutut berwarna biru, dress pemberian Siwon yang dapat Yoona yakini harganya cukup mahal. Yoona menatap dirinya di dalam cermin, dia menyadari kini penampilannya sedikit berubah, berbeda dengan tadi saat ia menjadi pelayan di  pesta ulang tahun. Tiba-tiba bayangan Siwon begitu saja terlintas di pikirannya, Yoona merasakan seluruh tubuhnya mendingin saat membayangkan di pesta tadi Siwon yang telah menyelamatkan harga dirinya, kemudian perkataan-perkataan Siwon yang entah kenapa terus ia ingat.

“Jangan menangis, jangan berikan air mata mu untuk orang-orang kelas atas yang tidak manusiawi. Air mata mu terlalu berharga untuk menangisi hal sebodoh ini”

“Lalu kau ingin aku berkata jujur? Tapi kenapa kau tak percaya? Baiklah jika kau ingin aku berkata jujur, aku sempat mencium mu malam itu. Kenapa? Kau mau marah? Aku memang pria brengsek, dan aku di lahirkan untuk menjadi seperti itu.Menjadi pria brengsek yang tak pernah mempunyai sisi baik di mata mu. Karena dimata mu selama ini hanya Jong Hyun-lah yang paling baik bukankah begitu.

“Karena aku peduli pada mu”

“Kalau begitu izinkan aku mengetahui semuanya, aku ingin masuk kedalam kehidupan mu, aku ingin tahu seperti apa kehidupan mu sebelumnya, dan aku ingin tahu perempuan seperti apa diri mu. Jadi ku mohon, jangan cegah aku untuk masuk kedalam kehidupan mu. Im Yoona”

“Terlalu sulit untuk ku jelaskan, tapi nanti kau juga akan mengetahui alasannya”

 

oOo

Yoona tengah berhadapan dengan Song Seung Hun, pemilik coffee shop tempat ia bekerja sekaligus bosnya. Perasaan Yoona sebenarnya sudah tak enak sejak tadi, ia yakin pasti akan mendapatkan hal buruk mengingat kejadian semalam ia telah mengacaukan pesta ulang tahun. Hal buruk pertama yang akan ia dapat minimal akan di tegur habis-habisan dan maksimal akan di pecat, yah Yoona sudah bertekad akan menerima konsekuensi yang akan ia terima akibat kesalahannya.

“Bersyukurlah Im Yoona, karena kau tidak jadi ku pecat” ujar Song Hyun setelah cukup lama bungkam. Yoona mengangkat kepalanya kaget.

“Maksud Bos?”

“Tadinya hari ini kau akan ku pecat, tanpa ku beritahu alasanya ku yakin kau pasti sudah tahu. Tapi karena seseorang meminta ku untuk memaafkan mu, jadi kau selamat”

Yoona mengerutkan dahinya bingung mendengar perkataan Seung Hun. Seseorang? Siapa? Pikir Yoona.

“Jadi berterima kasihlah padanya Im Yoona” lanjut Seung Hun.

“Bos boleh aku tahu siapa dia?” tanya Yoona ragu.

“Choi Siwon, dia yang memohon agar aku tak memecat mu. Aku juga heran kenapa dia sampai memohon pada ku untuk tidak memecat mu padahal kau sudah menghancurkan pesta ulang tahun perusahaan keluarganya. Apa kau mengenal Choi Siwon, Im Yoona?”

Yoona terperangah seketika, ternyata orang dibalik semua ini adalah Choi Siwon. Berarti ini sudah kesekian kalinya Siwon menyelamatkan dirinya, mulai dari menyelamatkan nyawanya, lalu harga dirinya dan sekarang pekerjaannya. “Choi Siwon, siapa kau sebenarnya?” batin Yoona.

“Euh, tidak. Saya tidak mengenalnya, baiklah kalau begitu saya permisi bos” ujar Yoona menundukkan kepalanya lalu pergi dari ruangan Seung Hun.

“Choi Siwon, kau…” gumam Yoona lalu menutup pintu ruangan Seung Hun dengan beragam macam pertanyaan di otaknya.

oOo

Minho berjalan dikoridor kampus, rupanya cedera dilututnya masih belum pulih. Sampai sekarang pun Minho harus berjalan dibantu sebuah tongkat. Menyiksa memang, selain tak bisa bebas beraktivitas Minho juga tak bisa lagi bermain basket. Tapi meskipun begitu pria itu tetap semangat untuk berangkat kuliah.

“Choi Minho!!!” panggil seseorang dari belakang. Seakan tahu siapa yang memanggil namanya Minho pun enggan untuk menoleh.

“Kau mau kelapangan basket? Untuk apa? Bukankah kau sudah tidak bisa bermain basket lagi…” ujar orang tersebut meremehkan.

“Lalu apa urusannya dengan mu?” tanya Minho dingin.

“Sebenarnya bagiku itu tidak penting, kau bisa bermain lagi atau tidak pun aku tidak peduli tapi ada satu hal yang sangat penting yang harus kau tahu..” ujar Myungsoo – orang tersebut lalu berjalan mendekati Minho yang masih membelakanginya.

Dengan kasar Myungsoo menarik bahu Minho agar menghadap padanya, Minho tersentak hampir saja ia kehilangan keseimbangannya jika ia tak segera menahan tubuhnya pada tembok.

“Jangan dekati Soo Jung!” ujar Myungsoo memberikan penekanan disetiap kata-katanya.

“Memang kau siapanya Soo Jung? Sehingga kau melarang ku jangan mendekatinya.” Tanya Minho.

“Karena kau tak pantas untuknya, lihatlah diri mu. Kau miskin, tak punya apa-apa jadi ku harap jangan hancurkan hidup Soo Jong hanya karena dia bersama mu. Jadi berhentilah mendekatinya sebelum aku yang memberhentikan mu”

Myungsoo menepuk bahu Minho setelah mengatakan itu lalu tersenyum meremehkan, setelah itu ia berlalu meninggalkan Minho.

“Kau pikir akan melepaskan Soo Jung? Tidak, itu tidak akan terjadi…”

oOo

“Rekaman CCTV-nya tidak ada Presdir”

Tuan Lee membulatkan kedua matanya mendengar laporan dari pria bernama Jang Han Byun yang merupakan petugas di ruangan CCTV di perusahaan Hyundai Grup.

“Kenapa bisa begitu? Bukankah semua ruangan disini di awasi oleh kamera CCTV?”

“Memang benar Presdir, tapi anehnya rekaman CCTV dari ruang kerja Tuan muda Jong Hyun hilang entah kemana? Saya sudah mencari tapi tetap tidak ada” lanjut pria berkacamata itu. Tuan Lee membuang nafas terlalu berlebihan, satu-satunya bukti untuk mengungkap siapa yang telah mencuri laporan itu akhirnya lenyap sudah.

“Tapi Presdir, di rekaman CCTV pada hari itu Tuan Muda Siwon dan Tuan Muda Myungsoo keluar dari ruang kerja Tuan Muda Jong Hyun, namun waktunya berbeda” lanjut Jang Han Byung.

“Siwon? Myungsoo?” tanya Tuan Lee.

“Nde, Tuan Muda Siwon masuk terlebih dahulu, lalu 30 menit kemudian barulah Tuan Muda Myungsoo” ujar Jang Han Byung lagi. Tuan Lee mengangguk mengerti, pria paruh baya itu mulai berasumsi lagi setelah mendengar laporan tersebut.

“Baiklah, aku minta rekaman itu sekarang juga” titah Tuan Lee. Jang Han Byung segera mengangguk lalu keluar dari ruangan Tuan Lee setelah sebelumnya menundukan sedikit kepalanya.

“Choi Siwon, habislah riwayat mu” bisik Tuan Lee meredam emosinya yang hampir meledak. Kemudian dia mengambil ponselnya berniat akan menghubungi putra bungsunya, Myungsoo.

“Nde, waeyo Appa?” jawab Myungsoo di ujung telphone sana.

“Apa benar beberapa hari lalu kau datang ke kantor?” tanya Tuan Lee langsung pada tujuannya menghubungi Myungsoo.

“Nde, memangnya kenapa?”

“Kau keruangan Jong Hyun?”

“Nde, tapi Jong Hyun Hyung sedang tak ada. Memangnya kenapa Appa?”

“Aniya, baiklah Appa tutup telphonenya”

Tut….tut…tut….

Sambungan pun terputus saat Tuan Lee menyentuh tombol berwarna merah, pria paruh baya itu  semakin yakin jika dalang di balik kekacawan rapat kemarin tak lain dan tak bukan adalah Choi Siwon, putra tirinya. Saat tengah berpikir keras bagaimana cara mengungkap kejahatan Choi Siwon tiba-tiba ponsel Tuan Lee bergetar menandakan  satu panggilan masuk. Tertera di layar ponsel ID si pemanggil yang sering menghubunginya.

“Ya, ada apa?”

“……………..”

“Mwo??” wajah Tuan Lee nampak syok setelah mendengar laporan dari si penelphone di ujung telphone sana.

“…………..”

“Baik, aku segera kesana”

oOo

Seusai pulang kerja Yoona di jemput oleh Jong Hyun, hari ini Jong Hyun memang berencana membawa Yoona ke suatu tempat. Entah apa tujuannya, namun ajakannya ini awalnya cukup membuat Yoona kaget. Pasalnya, sejak Jong Hyun mulai bekerja di perusahaan pria itu jadi sibuk dan tak punya waktu untuk dirinya.

Sekarang sepasang sejoli itu tengah menikmati suasana malam di taman kota yang ramai, menikmati semilir angin yang menerpa permukaan wajah masing-masing membuat suasana sunyi nan sepi tak terelakan lagi. Keduanya sama-sama melamun memikirkan sesuatu yang sangat mengganggu pikirannya, Yoona – gadis itu entah kenapa sejak tadi terus saja memikirkan pria bernama Siwon. Pria yang seharusnya ia benci malah terus ia pikirkan seharian ini, hati dan pikirannya Yoona terus beragument mengenai sikap Siwon padanya, dan itu membuat Yoona merasa prustasi memikirkannya.

“Kita duduk di sana”

Ujar Jong Hyun tiba-tiba, Yoona menoleh pada kekasihnya itu lalu memaksakan bibirnya untuk membuat senyum “Nde” jawab Yoona.

Setelah mendudukan dirinya di sebuah bangku ternyata masih belum ada pembicaraan di antara mereka, sepertinya mereka terlalu asyik dengan lamunan mereka sendiri. Tapi tak berapa lama Jong Hyun mengambil start untuk membuka perbincangan.

“Yoona, mianhae” Jong Hyun bersuara, membuat Yoona menoleh padanya.

“Mengenai kejadian semalam, seharusnya aku tak memanggil mu. Kau pasti sangat kaget sekali” lanjut Jong Hyun menyesal. Yoona tersenyum tipis, memang semalam dia kaget karena ketahuan oleh Jong Hyun menjadi pelayan di pesta ulang tahun perusahaan keluarganya tapi sebenarnya ada yang lebih membuat Yoona kaget sehingga dia ingin segera menghindar.

“Gwancahan” jawab Yoona, hanya itulah ucapan yang keluar dari bibir gadis itu.

“Lalu kenapa kau bisa ada di pesta ulang tahun perusahaan keluarga ku? Dan kenapa kau tidak memberi tahu ku?” tanya Jong Hyun.

“Itu, itu karena aku di tawari oleh bos ku. Sebenarnya aku adalah pelayan pengganti dan  jika aku tahu itu adalah pesta ulang tahun perusahaan keluarga mu, mungkin aku tidak akan datang” jawab Yoona merasa tak enak.

“Aniya, bukan begitu maksud ku. Aku senang kau berada di pesta itu, tapi….”

“Tapi aku berada di pesta itu malah menjadi seorang pelayan, bukankah seperti itu?” potong Yoona terdengar dingin. Tergambar dengan jelas, jika gadis itu kecewa akan sikap kekasihnya.

“Yoona, bukan seperti itu. Aku mengerti pekerjaan mu, aku tidak merasa malu mempunyai kekasih seorang pelayan. Maaf aku tidak bermaksud berkata seperti itu” ujar Jong Hyun menjelaskan, Yoona menghela nafas lalu menoleh menatap Jong Hyun.

“Yah, aku tahu kau tidak seperti itu. Maaf, aku sedikit lelah hari ini” jawab Yoona bohong, namun sebenarnya dia merasa prustasi karena seharian ini terus saja Siwon.

oOo

Yoona berjalan gontai menuju rumah atapnya setelah sebelumnya ia di antar oleh Jong Hyun. Langkahnya begitu pelan dan terlihat agak sedikit malas, mungkin selain tubunya lelah Yoona juga lelah dengan pikirannya. Tanpa di duga, seseorang tengah menunggu Yoona di depan rumah gadis itu. Yoona yang baru menyadari jika pria itu berada di depannya hanya membuang nafas lalu menundukkan kepalanya kemudian kembali berjalan melewati pria bertubuh tinggi itu. Sayangnya  tangan Yoona di cegah pria itu sehingga mau tidak mau langkah Yoona pun harus berhenti.

“Jauh-jauh aku datang kemari hanya ingin melihat mu dan bicara dengan mu, tapi kenapa kau malah berpaling dari ku” ujar Siwon – Pria itu.

Dengan kasar Yoona melepaskan tangan Siwon “Tapi ku rasa tak ada hal penting yang harus kita bicarakan” jawab Yoona dingin.

Merasa kembali mendapat tanggapan dingin, Siwon pun membalikan tubuhnya menatap Yoona.

“Tak ada hal yang penting? Lalu bagaimana jika aku mengatakan bahwa rumah mu sudah ku beli”

Yoona membulatkan matanya mendengar penuturan Siwon.

“Apa kau bilang?”

“Tadi pemilik rumah ini datang kemari, dia bilang kau sudah 3 bulan tak membayar uang sewa. Jika tadi aku tak ada disini, mungkin saat ini semua barang-barang mu sudah di lempar keluar. Tapi sekarang kau jangan khawatir, karena rumah ini sudah menjadi milik mu. Ah bukan, tapi milik ku karena itu uang ku”

Yoona meremas kedua tangannya geram akan sikap Siwon yang sudah mulai seenaknya melakukan sesuatu terhadapnya, mata gadis itu menatap tajam kedua mata Siwon yang terpancar sebuah kemenangan.

“Malam ini juga aku akan meninggalkan rumah mu” ujar Yoona penuh penekanan lalu membalikan badannya berniat untuk masuk, namun baru beberapa langkah Yoona sudah terhenti karena Siwon kembali bersuara.

“Kalau kau pergi kau mau tinggal dimana? Yah kau mungkin bisa tinggal di rumah teman mu itu, tapi bagaimana dengan ayah mu?” ujar Siwon yang mampu membat Yoona terdiam.

“Tadi saat aku datang kemari aku di sambut oleh Ayah mu, dia tersenyum begitu hangat pada ku. Apa kau akan tega membiarkan senyuman ayah mu menjadi pudar karena keegoisan mu, Nona Im Yoona” lanjut Siwon semakin membuat Yoona terpojok saja.

Siwon menarik nafas kemudian menghembuskannya secara perlahan, lalu dia berjalan menghampiri Yoona yang masih diam membatu bak patung. Saat Siwon sudah berada di depan Yoona, dia mengangkat dagu gadis itu dengan tangannya untuk memandang mata bening Yoona yang terlihat sulit di artikan.

“Mulai sekarang ini adalah rumah ku juga, dan kapan pun aku bisa datang ke rumah ini. Jadi, bukankan pintu jika jam berapa pun aku datang ke rumah ini. Tenang saja aku tidak akan melakukan apa pun pada mu, aku akan bersikap baik jika kau juga bersikap baik pada ku. Tapi, jika kau membuat aku kecewa dan marah jangan salahkan aku jika aku melakukan sesuatu pada mu” ucap Siwon memberikan peringatan dengan kata-katanya yang cukup halus namun mengandung makna yang berarti dan tentunya harus Yoona ingat.

Siwon tersenyum sembari membenarkan letak syal Yoona kemudian pria itu pergi dengan senyum penuh kemenangan di wajahnya. Sementara Yoona masih diam membisu mencerna kalimat Siwon yang baru saja ia dengar.

“Apa maksudnya?”

oOo

Ny Choi membuka pintu kamar putinya – Choi Sooyoung, dilihatnya putri tirinya itu tengah menghias dirinya di depan cermin berukuran besar yang terdapat di salah satu sudut kamarnya yang sangat luas. Ny Choi melukiskan sebuah senyum di wajahnya tak kala melihat putrinya yang sudah terlihat cantik di dalam cermin, Sooyoung pun juga ikut tersenyum.

“Apa kau sudah siap putri ku? Ini adalah makan malam pertama kita dengan keluarga besar Siwon” ucap Ny Choi membelai surai hitam putri kesayangannya itu. Sooyoung tersenyum kemudian mengangguk “Nde, aku siap Eomma. Aku benar-benar tidak sabar ingin segera menghadiri acara makan malam nanti” jawab Sooyoung.

“Eomma harap pertemuan kali ini ibunda Siwon akan membicarakan tentang pernikahan kalian, Eomma sudah tidak sabar ingin melihat mu dan Siwon berdiri di depan altar mengucapkan janji suci pernikahan” ucap Ny Choi membuat Sooyoung tersipu malu mendengarnya.

“Eomma, itu masih terlalu jauh. Aku dan Siwon saja baru tahap pengenalan” jawab Sooyoung berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya.

“Kau ini, justru tahap pengenalan akan lebih bagus jika di lakukan setelah kalian menikah” jawab Ny Choi.

Sooyoung membalikan tubuhnya menghadap Ny Choi “Eomma boleh aku tanya sesuatu?” tanya Sooyoung tiba-tiba begitu antusias.

“Nde, kau mau tanya apa?”

“Emm waktu Eomma dan Appa bertemu seperti apa?” tanya Sooyoung matanya berbinar ingin segera mendengar jawaban dari pertanyaan yang selama ini sangat ingin ia ketahui.

Ny Choi tersenyum kecut, dia nampak sedikit terkejut mendengar Sooyoung melontarkan pertanyaan seperti itu. Pasalnya selama sebelas tahun ia menyandang status sebagai “Ibu tiri Sooyoung” baru kali inilah Sooyoung bertanya seperti itu.

“Eomma ayo jawab. Aku benar-benar penasaran, Appa bilang dari pernikahan sebelumnya Eomma tak mempunyai seorang anak pun, lalu Appa juga bilang suami Eomma meninggal dunia? Apa itu benar? Lalu bagaimana Eomma dan Appa bertemu?”

Ny Choi semakin terpojok kedalam situasi yang tak enak, tubuhnya mendadak dingin seketika. Senyum yang ia keluarkan pun terkesan dipaksakan.

“Eomma, dan Appa bertemu secara  tak sengaja. Seperti itulah Sooyoung-ah, sudahlah sayang kau tidak perlu tahu yang penting saat ini anak Eomma adalah diri mu satu-satunya, tak ada yang lain” ujar Ny Choi membelai kepala Sooyoung berpura-pura untuk menutupi kebohongannya. Oh sungguh pandai sekali wanita itu berakting. Sooyoung tersenyum, terharu akan sikap Ny Choi yang begitu mencintainya. Meskipun dia bukan ibu kandungnya.

Sooyoung tersenyum, meskipun ia sedikit kecewa karena tak mendapatkan jawaban yang pasti dari Ibunya “Emmm, gomawo. Aku juga  mencintai mu Eomma” ujar Sooyoung kemudian memeluk erat Ny Choi yang masih terlihat resah.

oOo

Yoona menarik kursi lalu duduk berhadapan dengan Jong Hyun yang datang menemuinya, setelah kejadian di pesta itu Jong Hyun sering datang menemui dirinya, meskipun itu hanya sebentar.

“Bagaimana, apa Coffenya enak?” tanya Yoona menopang dagunya menatap Jong Hyun.

“Apa kau sengaja membuatkan coffe ini untuk ku?” tanya Jong Hyun setelah menyeruput coffe yang masih mengepulkan asapnya.

“Nde, karena kau bilang akan datang jadi aku sengaja meracik coffenya sendiri ” Jong Hyun tersenyum mendengar jawaban Yoona, dia senang akhirnya dapat kembali merasakan moment seperti ini lagi setelah sebelumnya ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya.

“Im Yoona”

“Nde”

“Malam ini keluarga ku akan mengadakan makan malam”

“Lalu?”

Jong Hyun tersenyum sebelum melanjutkan ucapannya “Aku ingin kau datang, sekaligus aku ingin memperkenalkan mu pada kedua orang tuan ku. Bagaimana?”

Yoona nampak terkejut mendapat ajakan seperti ini, maklum saja sejak ia menjalin kasih dengan Jong Hyun baru kali inilah Jong Hyun ingin memperkenalkan dirinya kepada kedua orang tuanya.

“Apa tidak apa-apa?” tanya Yoona hati-hati.

Jong tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.

“Kau tidak usah khawatir, kedua orang tua ku sangat baik. Baiklah nanti aku jemput yah, pukul tujuh kita berangkat. Arraseo” ujar Jong Hyun kemudian melanjutkan menikmati coffenya. Yoona hanya diam, sepertinya dia tak akan menolak akan ajakan Jong Hyun ini. Di tambah lagi Jong Hyun sudah mengatakan akan menjemputnya nanti malam, jadi tak ada alasan bagi Yoona untuk menolak.

oOo

Sooyoung terperangah takjub melihat bangunan megah nan mewah yang menjulang tinggi itu, bangunan yang tak pantas di sebut rumah itu adalah kediaman keluarga besar Choi Siwon – pria yang sangat ia kagumi sekaligus ia cintai. Ny Choi menyenggol sikut Sooyoung, menyadarkan gadis itu dari khayalannya.

“Kelak, rumah ini akan kau diami Sooyoung-ah” ujar Ny Choi begitu yakinnya. Sooyoung tersenyum menanggapi ucapan ibunya, karena itu adalah impiannya jadi Sooyoung pun langsung membenarkan perkataan sang ibunda.

Tak berapa lama seorang pelayan menyambut mereka berdua, kemudian mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam rumah karena Tuan rumah sudah menanti.

Tak henti-hentinya Sooyoung berdecak kagum saat matanya terus menelusuri setiap jengkal rumah itu, warna yang desain semenarik mungkin serta di padu padankan dengan perabotan rumah tangga yang dapat di taksir berharga jutaan won itu semakin membuat rumah ini nampak seperti istana di dunia nyata saja.

“Selama datang Nyona Choi, Sooyoung-ah”

Sambut sang Tuan Rumah, Ny Lee serta Tuan Lee dengan senyum lembut mereka.

“Apakah kami datang terlambat?” ujar Ny Choi hanya untuk sekedar berbasa-basi saja.

“Tidak, tidak sama sekali kalian datang tepat waktu” jawab Ny Lee tersenyum.

“Jadi ini yang bernama Sooyoung, rupanya benar apa kata istri ku. Ternyata kau snagat cantik sekali Sooyoung-ah” puji Tuan Lee pada Sooyoung.

“Terima kasih paman” ujar Sooyoung tersipu malu.

“Baiklah, karena makanan sudah tersaji mari kita segera makan” usul Ny Lee yang di angguki oleh Ny Choi dan Sooyoung.

oOo

Tiba di meja makan berbentuk persegi panjang serta berukuran besar itu, mata Sooyoung langsung tertuju pada sesosok pria bertubuh tegap dengan penampilannya yang seperti biasa selalu membuat Sooyoung selalu terpesona, siapa lagi jika bukan Choi Siwon. Tanpa ragu Sooyoung langsung memilih untuk duduk berhadapan dengan Siwon di kursi ketiga, sepertinya kehadiran Sooyoung dapat menarik perhatian Siwon. Namun Siwon hanya menatap Sooyoung sekilas, kemudian kembali menundukan kepalanya menatap piring yang masih kosong. Sooyoung menghela nafas begitu pelan, berusaha sabar menerima sikap Siwon yang masih begitu acuh padanya.

“Istri ku, Jong Hyun kemana? Kenapa dia tidak ada?” tanya Tuan Lee saat melihat kursi yang biasa di tempati Jong Hyun kosong.

“Dia bilang ingin menjemput kekasihnya” jawab Ny Lee, Siwon yang tengah sibuk melamun tiba-tiba perhatiannya teralihkan mendengar jawaban ibunya.

“Kekasihnya? Jadi selama ini Jong Hyun sudah mempunyai kekasih?” tanya Tuan Lee terkejut.

“Sepertinya begitu, kita tunggu saja sebentar lagi. Mungkin dia segera datang” lanjut Ny Lee tersenyum.

Dan benar saja, tak harus menunggu selama lima menit Jong Hyun sudah menampakan diri. Dia berjalan menuju meja makan setelah sampai membungkuk memberi salam.

“Maaf aku agak sedikit terlambat” ujar Jong Hyun meminta maaf.

“Tidak apa-apa, kami tidak terlalu lama menunggu. Mana kekasih mu, kau bilang akan memperkenalkannya pada ibu?”

Jong Hyun tersenyum kemudian mengangguk “Tunggu sebentar, aku akan mengajaknya kemari” ucap Jong Hyun kemudian kembali berjalan menuju ruang tengah. Kepergiannya tak lepas dari pandangan Siwon, pria itu mulai menunjukkan gelagat tak suka atau lebih tepatnya mulai terlihat cemburu.

“Ekhem, kami datang” ujar Jong Hyun yang kali ini dengan membawa Yoona – kekasihnya yang berdiri di sampingnya.

“Apa kabar, saya Im Yoona” ujar Yoona memperkenalkan dirinya kemudian membungkuk memberi salam.

Mata Ny Choi membulat begitu sempurna melihat sosok Yoona yang kini tepat berdiri di depannya, tak jauh berbeda dengan Ny Choi,  Sooyoung – gadis itu sepertinya menyadari jika pernah bertemu Yoona sebelumnya sehingga dia juga tak kalah terkejutnya.

Yoona tersenyum lembut, namun senyumannya itu perlahan namun pasti luntur setelah matanya melihat “Ibunya” yang kini berjarak sangat dengan dengannya. Hati Yoona mendadak sakit seketika, matanya pun kembali menunjukkan rasa kebencian yang teramat dalam tak kala menatap Ny Choi. Selalu seperti ini,  hanya hatinya yang dapat berteriak.

“Silahkan duduk” suara berat Tuan Lee memecah suasana tegang. Yoona pun akhirnya di tuntun duduk oleh Jong Hyun di samping Myungsoo, sementara dirinya duduk di samping Siwon.

“Aku sangat bahagia sekali, karena pada malam ini kedua putra ku didampingi pasangan masing-masing” ujar Tuan Lee bersuara.

“Pasangan masing-masing?” batin Yoona kemudian mengangkat kepalanya menatap Siwon.

“Aku juga sangat bahagia suami ku, apalagi melihat diri mu Sooyoung-ah kau sangat cantik malam ini kau juga terlihat sangat serasi dengan Siwon” tutur Ny Lee, Sooyoung hanya tersipu mendengar pujian itu.

Yoona menggenggam sendok dengan kuat, satu fakta yang baru ia ketahui ternyata anak tiri ibunya atau bisa di bilang saudara tirinya adalah kekasih dari Choi Siwon, pria yang pernah mengatakan ingin masuk kedalam kehidupnya. Entah kenapa tiba-tiba Yoona merasa di bohongi, kenapa Siwon bisa bicara seperti itu sementara sudah ada wanita lain yang akan menjadi pendamping hidupnya. Cemburu? Tidak, Yoona tidak cemburu tapi Yoona kesal dan merasa kenapa dunia ini begitu sempit? Kenapa dari banyaknya wanita di Korea, kenapa anak tiri ibunya yang menjadi calon pendamping Siwon? Kenapa tidak wanita lain saja? Batin Yoona.

Suasana makan malam itu mungkin terasa hangat bagi Ny Lee, Tuan Jung, Jong Hyun dan juga Myungsoo. Tapi tidak bagi Siwon, Yoona, Sooyoung apalagi Ny Choi. Mereka berempat lebih banyak diam kalaupun berbicara pasti karena menjawab pertanyaan. Siwon – mata pria itu tak bisa lepas dari Yoona, pandangannya sulit diartikan. Merasa terus di perhatikan akhirnya Yoona pun mengangkat kepalanya menatap Siwon, dia membalas tatapan pria itu dengan sebuah mata penuh kebencian yang begitu dalam kemudian kembali menunduk lagi.

Akhirnya makan malam itu berakhir dan kini mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu.

Yoona duduk di samping Jong Hyun, sebenarnya perasaan gadis itu tak enak. Selain karena adanya Ny Choi juga ada Siwon yang sejak tadi terus saja memperhatikannya. Meskipun Yoona tak pernah membalas tatapan pria itu namun tetap saja Yoona merasa sedikit risih.

“Nama mu Im Yoona?” tanya Ny Lee mulai buka suara. Yoona mengangkat kepalanya menatap Ny Lee “Nde” jawab Yoona singkat.

“Aku seperti pernah bertemu dengan mu?” lanjut Ny Lee berusaha mengingat-ngingat dimanakah ia bertemu dengan Yoona. Yoona hanya diam, tak mungkin jika ia bilang ia adalah pelayan yang saat itu mengacaukan pesta ulang tahun perusahaan keluarga ini.

“Bukahkah kau adalah pelayan yang pada malam itu menghancurkan pesta ulang tahun perusahaan?” lanjut Ny Lee bertanya. Siwon menghela nafas kasar mendengar ibunya berkata seperti itu pada Yoona.

“Nde, anda benar” jawab Yoona kali ini kepalanya sudah ia tegakkan. Mungkin ia tak mau terlihat lemah tak berdaya di depan Ny Choi.

“Jong Hyun apa benar dia adalah kekasih mu? Kau tidak mungkin salah memilih perempuan kan?” tanya Ny Lee terdengar meremahkan.

“Eomma, jangan salah paham. Yoona adalah pelayan pengganti, dia dan temannya menggantikan dua pelayan yang tidak bisa datang malam itu” ujar Jong Hyun membela.

“Itu sama saja, sama-sama pelayan” jawab Ny Lee ketus memandang Yoona bak memandang seonggok sampah.

“Siapa kedua orang tua mu? Dan apa pekerjaan mereka?” lanjut Ny Lee mulai mengintrogasi latar belakang Yoona membuat Ny Choi seketika kalang kabut. Takut, jika Yoona akan menceritakan yang sesungguhnya.

“Orang tua ku?” tanya Yoona pelan menatap mata Ny Lee.

“Yah, aku ingin mengetahui latar belakang mu. Cepat jawab siapa kedua orang mu dan apa pekerjaan mereka?” ulang Ny Lee begitu tak sabar. Yoona menarik nafas sejenak untuk mengumpulkan keberaniannya, setelah merasa cukup dia pun akhirnya bersuara.

“Aku hanya mempunyai seorang ayah yang membesarkan ku selama ini” jawab Yoona matanya tak lupa menatap sinis Ny Choi yang juga tangah menatapnya.

“Hanya mempunyai seorang Ayah? Lalu Ibu mu?” tanya Ny Lee.

“Ibu?” ucap Yoona pelan, entah kenapa tiba-tiba hatinya sakit jika sudah mengucapkan kata Ibu.

“ Aku tidak tahu siapa ibu ku? Aku lupa seperti apa wajahnya, karena dia meninggalkan ku saat aku masih kecil. Aku juga tidak tahu apa sekarang dia masih hidup atau sudah mati, dan aku tidak ingin mengetahuinya”

Bagai tersambar petir dada Ny Choi mendadak sesak. Seketika matanya memanas ingin menangis mendengar ucapan Yoona yang sungguh menyayat hatinya. Namun tak hanya dirinya saja bukan? Yoona pun sama. Gadis itu lebih tersiksa darinya. Sekuat tenaga Yoona berusaha agar tak meneteskan air mata di depan Ibu kandungnya, Yoona ingin terlihat tegar, Yoona ingin terlihat kuat di depan Ibu Kandung yang sudah menelantarkannya selama sebelas tahun.

“Kenapa ibu mu meninggalkan mu?” tiba-tiba Sooyoung bertanya, Yoona pun mengalihkan pandangannya.

“Pada awalnya aku tidak tahu kenapa alasannya, tapi setelah sebelas tahun aku baru menyadarinya. Mungkin dia pergi karena ingin merubah hidupnya menjadi seorang wanita kaya karena selama hidup dengan ayah ku kami hidup sebagai keluarga pas-pasan”

“Jika benar alasannya seperti itu, apa pantas dia dibilang “Ibu”. Ku rasa sekejam-kejamnya ibu harimau pun, tidakakan melakukan hal seperti itu” ujar Myungsoo tiba-tiba bersuara membuat dada Ny Choi semakin sesak.

“Aku juga berpikir seperti itu” ujar Yoona menyetujui perkataan Myungsoo.

“Ku pikir bukanlah seperti itu alasannya” Ny Lee kembali angkat bicara. Matanya menatap Yoona begitu sinis.

“Wanita mana pun tak akan tahan jika terus menderita dan hidup miskin, ku rasa itu kesalahan ayah mu yang tak becus menafkahi ibu mu” ujar Ny Lee, perkataannya ini sangat menyakiti hati seorang Im Yoona. Gadis itu pun mulai tersulut emosi.

“Anda bilang apa?” tanya Yoona tak terima dengan kata-kata pedas yang di lontaskan Ny Lee.

“Aku merasa itu bukan salah ibu mu, dan aku rasa wajar jika ibu mu sampai meninggalkan mu dan ayah mu karena wanita mana pun tak akan sudi hidup miskin seperti itu”

Bagai di iris sembilu, hati Yoona sakit mendengar Ny Lee menghina ayahnya. Padahal dimata Yoona, ayahnya bukan pria seperti itu. Selama ini ayahnya adalah panutannya dalam menghadapi kehidupan yang menyakitkan ini, tapi kenapa sekarang ia harus mendengar hinaan tentang ayahnya dari mulut seorang wanita kaya raya. Yoona marah akan hal itu.

“Tu-tup mulut mu!!!!” ujar Yoona menekan kata-kata kasarnya, bahkan Jong Hyun pun membelalakan matanya kaget.

“Apa seperti ini ucapan seorang wanita kelas atas? Apa seperti ini seorang wanita kelas atas memperlakukan wanita miskin seperti aku? Sungguh ucapan mu dan tingkah mu tak jauh berbeda dengan golongan kelas bawah, sekarang cepat tarik kata-kata mu. Ayah ku tak pantas kau hina, ayah ku tak pantas mendapatkan perkataan seperti itu dari mulut mu. Cepat tarik kata-kata mu!!!” Yoona setengah berteriak marah, dia sudah tak dapat lagi mengontrol emosinya. Bahkan dia tak perduli meski sekarang ini dia berada di tengah-tengah keluarga Jong Hyun.

Ny Lee tersenyum tak percaya melihat keberanian seorang Im Yoona padanya.

“Oh sungguh kau benar-benar tak punya sopan santun sama sekali, aku maklumi itu. Karena kau berasal dari keluarga miskin yang tak terpelajar. Cara apa yang kau lakukan untuk membuat Jong Hyun menjadi kekasih mu? Aku yakin Jong Hyun putra ku tidak mungkin jatuh cinta pada perempuan seperti mu, apa yang kau lakukan pada putra ku? Ah“` apa kau menawarkan dirimu?”

Yoona mencengkram kuat kedua tangannya, semakin marah mendengar kata-kata Ny Lee yang seperti sebuah pisau tajam menyayat hatinya secara perlahan. Bagai luka yang ditaburi garam, sungguh sakit, sungguh perih dan membuat dadanya sesak. Yoona tak tahan, dia bangkit dari duduknya kemudian tanpa permisi segera melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu dengan uraian air mata di pipinya. Jong Hyun sigap mengejarnya, pria itu pasti merasa bersalah telah membuat hati Yoona terluka serta telah membuat gadis itu menangis karena ibunya.Sementara Siwon, dia hanya mampu menatap nanar kepergian Im Yoona. Tanpa bersuara, tapi sorot matanya terlihat sangat bersimpati pada Yoona.

“Jong Hyun, kenapa dengan dia. Apa dia tidak bisa membedakan mana perempuan yang baik untuknya, benar-benar. Ny Choi, Sooyoung maaf atas kejadian barusan, perempuan yang berasal dari keluarga miskin memang selalu seperti itu”

Sooyoung hanya meresponnya dengan senyum yang menandakan “Tidak apa-apa” sementara Ny Choi tersenyum begitu kaku.

Tiba-tiba Siwon bangkit dari duduknya, membuat semuanya mengalihkan perhatian padanya.

“Kau mau pergi kemana?” tanya Ny Lee mencegah langkah Siwon.

Siwon menghela nafas “Aku mau pergi”

“Lee Siwon acaranya belum selesai, kau mau pergi begitu saja?”

“Bukankah acaranya hanya makan malam saja? Ya sudah kalau begitu aku pergi” jawab Siwon ketus. Tak mau semakin berlarut-larut Siwon segera melangkahkan kakinya meninggalkan ruang tamu yang masih terasa hawa tegang. Ny Lee menatap kesal putra kandungnya itu, sementara Sooyoung harus kembali menelan pil kekecewaan yang begitu pahitnya karena kembali untuk kesekian kalinya Siwon bersikap tak menganggapnya.

oOo

Jong Hyun menatap nanar taxi berwarna kuning yang mulai menjauh itu, taxi yang membawa Yoona pergi itu semakin jauh sampai akhirnya menghilang di sebuah pertigaan. Jong Hyun hanya dapat menendang angin yang tak nampak meluapkan rasa bersalahnya pada Yoona. Sementara dilain tempat, Yoona kembali menangis di dalam taxi yang membawanya. Air matanya turun tanpa kendali apalagi saat ia mengingat kata-kata hinaan yang teramat sakit yang harus ia dengar dari Ny Lee kepada ayahnya yang sangat ia sayangi dan hormati.

oOo

Siwon melirik arloji di pergelangan tangan kirinya. Pukul 23:45 KST, yah waktu sudah begitu larut bahkan hampir mendekati tengah malam. Tapi Siwon masih bertahan menunggu Yoona di depan rumah atapnya. Sudah 3 jam Siwon menunggu, tapi sosok yang di tunggu sekaligus di khawatirkan tak jua menampakan batang hidungnya. Siwon semakin gelisah, beberapa kali dia mendesah terlalu berlebihan sambil terus melihat arloji di pergelangan tangan kirinya yang terus berputar.

Tiba-tiba derap langkah kaki terdengar menaiki satu persatu anak tangga, Siwon terperanjat. Dia langsung berdiri dari duduknya bersiap menyambut kedatangan orang tersebut yang dia yakini adalah Yoona. Dan benar saja, Yoona berjalan tersuruk-suruk dengan kepala di tundukan. Gadis itu sepertinya belum menyadari kehadiran Siwon di depannya.

“Kenapa kau baru datang?”

Langkah Yoona terhenti, suara berat Siwon seperti sebuah penahan langkahnya.

“3 Jam aku menunggu mu, kenapa kau baru datang?” lanjut Siwon. Perlahan Yoona mengangkat kepalanya, tepat saat kepala itu kembali tegak matanya langsung tertuju pada sosok Siwon yang berdiri di depannya dengan wajah yang sulit di artikan. Yoona membeku menatap sorot mata Siwon, rasa marah, kesal, cemas dan juga khawatir bercampur jadi satu di dalam mata itu. Tak sepatah kata pun dapat Yoona ucapkan dari bibirnya, lidahnya mendadak kelu otaknya juga mendadak kosong. Selain kehabisan kata-kata, pikiran Yoona juga melayang entah kemana. Sampai akhirnya air matanya kembali jatuh membasahi kedua pipinya tanpa dapat di kendali.

Siwon berjalan mendekatinya, tatapan pria itu masih sama memancarkan perasaan yang terlalu sulit untuk Yoona artikan. Saat Siwon berada di depannnya, kedua tangan pria itu terangkat menyentuh kedua belah wajah Yoona. Ibu jarinya dengan lembut menyapu air mata di pipi Yoona yang baru saja terjatuh.

“Sudah ku bilang, jangan menangis karena hal kecil. Jangan buang air mata mu yang berharga ini untuk menangisi sesuatu hal yang tidak penting. Air mata tidak akan mampu merubah hidup mu, justru dengan air mata kau akan terlihat lemah di depan orang-orang yang selalu merendahkan mu. Hapus air mata mu, jangan berikan air mata mu untuk orang-orang seperti itu. Dan jangan pernah menangis lagi di depan mereka semua”

Suara lembut namun tetap penuh penekanan terluncur dari bibir Choi Siwon, pria itu kembali memperingati Yoona dengan kalimatnya yang membuat Yoona semakin tak mengerti. Kalimat yang terlalu bertele-tele dan kalimat yang membuat Yoona harus memutar otaknya untuk mengartikan setiap untaian-untaian kata yang terluncur dari bibir Siwon. Yoona masing bingung, tidak tapi Yoona belum mengerti. Belum mengerti maksud kalimat yang di ucapkan Siwon serta belum mengerti seperti apa Siwon yang sebenarnya.

Yoona menatap kedua mata Siwon, mencoba mengartikan kalimat yang baru saja pria itu utarakan padanya mungkin saja dengan melihat kedalam matanya Yoona bisa menemukan jawaban agar dia tidak harus mengartikan sendiri maksud ucapanya. Tapi nyatanya Yoona tak mendapatkan apa-apa, justru Yoona kembali lagi meneteskan air mata di depan Siwon, Yoona tak perduli meski Siwon melarangnya jangan menangis tapi Yoona tak sanggup, tak sanggup menahan rasa sakit yang ia alami malam ini.

Siwon kembali menghapus air mata Yoona, kedua ibu jarinya telaten membersihkan setiap sungai kecil yang mengalir di kedua pipi gadis itu. Siwon terus menghapus air mata gadis itu setiap cairan bening itu terjatuh. Namun akhirnya Siwon merasa tak tahan terus melihat Yoona menangis tanpa henti, tiba-tiba saja Siwon menarik tubuh Yoona dan di peluknya tubuh itu dengan kedua tangannya. Tumpah sudahlah semua air mata Yoona saat Siwon mendekap tubuhnya, Yoona seperti menemukan sebuah sandaran untuk menumpahkan air matanya, sebuah sandaran yang selama ini tak pernah ia dapatkan, namun sekarang Yoona menemukannya dan dia merasa sangat leluasa untuk menangis bahkan sekarang isakannya semakin terdengar keras, air matanya juga terus mengalir deras. Menumpahkan air mata yang selama ini ia pendam di pelukan seorang pria bernama, Choi Siwon.

 

oOo

To Be Countinued

oOo

Typo bertebaran iya kan??? T___T aku cuma ngedit satu kali dan itu pun pada malam hari /malah curhat/ jadi sorry sorry sorry jika kalian menemukan typo yang tidak enak di baca u,u

Oke back to story, gimana chapter ini sudah semakin terbuka jalan ceritanya?

Gak bakal banyak berkoar(?) Cuma mau menyampaikan rasa terima kasih yang buanyak pada readers yang senan tiasa memberikan komentar berupa kritikan, saran ataupun pujian whaaa komentar yang seperti itu dapat memacu semangat saya untuk menulis. Terbuktikan chapter 5 ini cepet banget updatenya kkkkk, dan aku ingatkan sekali lagi moment YoonWon belum terlalu banyak, inget yah aku pengen cerita yang step by step jadi gak langsung jleb ada YoonWon moment. Untuk selebihnya maaf jika ceritanya monoton, alurnya gak di mengerti atau kurang gereget gitu T__T

Terakhir buat kak echa, makasih banyak yah ka :’) maaf aku selalu merepotkan. (you’re welcome..)

And RCL yah NITED, jangan jadi Siders -_- kalau banyak siders aku proteksi /ngancem/

Annyeong *BOW

About these ads
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

421 Komentar

  1. Nhiina

     /  Desember 5, 2014

    Aigo . .malang skali nasibnya yoong eonn . .
    sampe2 gak sadr klo air mtaku udh jeboll . . huaaaa . . tisuu. . mana tisuu . .
    daebakk thor . .

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: