[FF] Means Of Love Chapter 1

Means Of Love Chapter 1

 (covernya bagus, tapi maaf ga bisa di attach)

 

Title            : Means Of Love Chapter 1

Author       : DeeRini

Twitter       : @AnggraeniRini2 (follow yaw… mention for follback^^)

E-mail        : anggraeni.rini86@yahoo.co.id

 

Cast            :

  • Im Yoon Ah
  • Choi Siwon

 

Other Cast :

  • Lee Hyuk Jae
  • Jessica Jung

 

Genre         : Romance, sad, drama(?)

Type           : Chapter

Rating        : PG 17+

Disclaimer : Cerita ini murni punya saya , tapi castnya cuma minjem.

Jadi, mian castnya beda sama sifatnya yang asli. Saya cuma

minjem ^^ Dan berharap YoonWon Is Real.

 

Annyeong readers semuaaa tebar cium author bareng wonppaaa :** hahaha. Author balik lagi nih dengan ff yang membosankan juga gaje banget, mian yaaa kalau ceritanya gak jelas dan tidak bermutu tapi author cuman mau membagi apa yang ada di dalam otak author aja yang selalu terngiang-ngiang dan JENG… JENG.. jadilah ff seperti ini hahaha.

 

Maklum author masih belajar yaaa jadi ff nya juga tidak terlalu menarik tapi author harap yang udah membaca cerita ini mohon untuk tinggalin jejak setidaknya author tau respon dari ff ini… mianhae juga typo masih bertebaran karena itu memang tidak bisa dipungkiri :-D

 

Oke deh gak usah banyak cing cong lagi kita langsung aja…

 

Cek This Out…

Keep RCL…

 

***Happy Reading***

 

——————————————————–

 

I missed the times that we almost shared
I miss the love that was almost there
I miss the times that we use to kiss
At least in my dreams
Just let me take my time and reminisce
I miss the times that we never had
What happened to us we were almost there
Whoever said it’s impossible to miss when you never had
Never almost had you

 

- Almost -

 

 

Summer dimana musim yang membuat matahari akhirnya menampakkan cahayanya ya… cahaya yang menyenangkan membuat mood seseorang akan membaik dan tak akan menyiakan kesempatan itu dengan hanya berdiam diri dirumah saja walupun sekedar berjalan-jalan di taman dan bercengkarama di sebuah coffe shop tapi itu akan sangat menyenangkan bila kita melakukannya dengan orang-orang yang kita sayangi.

Negara ginseng ini adalah salah satu negara dari sekian banyak negara yang sedang mengalami musim ini, ahh sepertinya semua orang akan tersenyum dengan musim yang dinanti-natikan ini dengan teriknya matahari namun diiringi dengan angin sejuk sehingga tak terasa panas.

Sama halnya dengan diriku yang sedang mematut dicermin dan telah siap dengan short dress berwarna peach membalut ditubuhku, ku biarkan rambutku tergerai serta tak lupa ku poles wajahku dengan make up yang tipis yang semakin menyempurnakan penampilanku.

Handphone pink yang tergeletak di meja samping tempat tidurku bergetar menandakan bahawa ada sebuah sms masuk ‘ Itu pasti darinya ‘ dengan senyum yang mengembang ke buka sms itu.

“Aku tau kamu pasti sudah siap untuk menghabiskan

    hari ini denganku, turunlah dan lihatlah siapa yang datang”

“Hahh… Omo! dia selalu saja sukses membuatku gugup” Tanpa terasa pipiku mengeluarkan semburat merah layaknya kepiting yang siap disantap entah sejak kapan aku menjadi seperti ini, tak ingin membuang waktu aku pun segera keluar kamar yang didominasi oleh warna biru langit ini dan menuruni tangga untuk menghampirinya.

Kuedarkan pandanganku disekitar halaman rumah ‘ Katanya dia ada dibawah tapi kenapa tak keliatan batang hidungnya, eoddiseo? ’ sementara jelas terlihat mobil yang aku yakini itu adalah miliknya terparkir didepan rumah.

Secara perlahan kulangkahkan kakiku ini keluar dari ambang pintu, semakin jauh aku melangkah tiba-tiba seseorang telah berhasil memelukku dari belakang, dapat kurasakan hembusan nafasnya disekitar bahuku.

“Kau tau aku tak akan mungkin berbohong pada malaikat yang sukses memenuhi semua ruang dihatiku” bisiknya dengan nada menggoda, aku sedikit meringding mendengarnya

‘ Aishh… mengapa dia selalu bisa membuatku terkejut dengan kelakuannya ini’

Kubalikan badanku menghadapnya dan terlihatlah senyum manis terukir sempurna, senyuman yang bisa menghipnotisku untuk tidak bisa mengelak berpaling melihatnya.

“Oppa… aku kira kau siapa, benar-benar membuatku terkejut saja” ku buat tampangku sekesal mungkin mengembungkan pipiku sambil mengerucutkan bibirku.

“Aigooo…… mengapa aku mempunyai yeojachingu yang manis sekali sangat menggemaskan” dia terkekeh geli melihat wajahku perlahan dia mencubit pipiku dengan lembut tanpa rasa sakit sedikitpun.

“Ya Ya! Mengapa kau masih terus memasang wajah seperti itu? Kau tau bibirmu ini sangat menggoda membuatku ingin selalu mengecupnya atau kau sengaja menggodaku Ny Lee” seringainya dengan wajah evil smirk yang khas itu.

‘ Ah ku goda saja dirinya pasti akan sangat menyenangkan’ Hahaha ide itu terlintas begitu saja difikiranku. Aku mulai melancarkan aksiku diawali dengan melipat kedua tanganku didepan dada tanpa melepas wajah kesal.

Tapi saat aku akan memalingkan wajahku tanpa ku duga dia segera meraih tengkukku mendekatkan wajahku dengannya ‘ OMO OMO aku salah strategi sekarang dia malah mengabulkan perkataannya’. Aku membelalakkan mataku saat bibirnya sukses mengenai bibirku yang sebelumnya mengerucut menjadi sebuah senyuman ‘ Ah dia selalu bisa mengubah raut wajahku’

“Nah beginikan lebih baik” jarinya terulur mengusap lembut bagian bawah bibirku, aku sempat menahan napas

“YAK! Oppa selalu saja menciumku seenaknya tanpa izin dariku”

“Mengapa aku harus meminta izin untuk merasakan bibir manismu itu, kau juga suka kan Deer…”

‘ Ah wajahku memerah lagi kan, awas saja akan ku beri pelajaran’

Aku pun menundukkan wajahku yang merona ini aku tak mau memperlihatkan wajah seperti ini kepadanya.

“Hei hei jangan kau halangi aku untuk melihat wajahmu yang merona ini” perlahan dia pun mengangkat daguku membuat mataku menatap matanya yang menyiratkan ketulusan dan kelembutan aku mungkin tak akan bisa lepas dari sorot mata ini.

“You are so beautiful! Neomu neomu yeppeoda! Aku tak menyangka memiliki yeojachingu sepertimu”

“Oppa STOP IT! Kau menggodaku terus, aku jadi ragu apa kau suka menggoda wanita-wanita diluar sana yaaa…” kuperlihatkan wajah seperti sedang berfikir keras meletakan telunjuk di daguku.

“MWOO??! Aniyooo, aku tidak pernah melkukan seperti itu Yoong hanya kau yang mendapat perlakuan special dariku, Nan geunyang dangsin-eul saranghabnida (aku hanya mencintaimu)”

‘ Selalu saja pintar mencari kata-kata, huh dasar ikan teri’ dia pun mencolek daguku dengan mengedipkan sebelah matanya menatapku dengan tatapan nakal.

“Apa kau bisa membuktikan kata-katamu itu? Hmm..?”

“Tentu saja bisa, kau ingin aku membuktikan dengan cara apa, chagi-ah…”

“Kalau itu maumu aku akan mengabulkannya, ayo ikut aku bukankah kau berniat menghabiskan waktu denganku, Kajja Oppa” aku segera menariknya menuju mobil mungkin ini akan menjadi hari yang sangat menyenangkan, Ah tidak tidak bukan mungkin tapi pasti. Aku sungguh tidak sabar melewati hari ini bersamanya.

*****

‘ Andai saja aku punya mesin waktu aku akan mengulang semua masa-masa indahku denganmu hanya denganmu, mengapa dulu aku begitu bodoh membiarkanmu pergi begitu saja seharusnya aku bisa lebih lama lagi untuk mempertahankanmu berjuang agar kau tetap berada disisiku tak terlepas sedikit pun dari genggamanku walaupun aku tau itu pasti sangat sakit… aku sungguh tak menyangka semua perhatianmu, ketulusanmu, keromantisanmu hanya akan menjadi kenngan belaka… Ya hanya kenangan yang paling indah… ‘

Aku termenung tepat ditepi ranjangku menatap dirinya yang begitu sempurna dilapisi kaca dan sebuah bingkai aku hanya bisa memandanganya dari sebuah foto entah kapan aku bisa seperti dulu memandang wajahnya secara langsung dengan jarak yang dekat, terus kutelisik wajahnya mulai dari matanya yang memperlihatkan sorot ketulusan, senyumnya yang selalu membuatku jatuh kedalam pesonanya, dan bibirnya yang selalu mengecup bibirku dengan hangat dan lembut.

Tak dapat terelakan lagi, air mata yang terus membendung membuatku tak bisa untuk tidak mengeluarkannya tetap saja walaupun aku terus berusaha menahannya, cairan bening ini pasti akan keluar. Tangisan diamku berubah menjadi isakan yang cukup keras. Sakit hati ini bagaikan beribu pisau belati menusuk tepat pada sasarannya mengenai ruang yang paling terdalam didadaku, nafas ini seakan tercekat mengingat kejadian yang terus saja berputar diingatanku bagaikan sebuah film yang tak tau kapan akan berhenti. Kupukul dadaku untuk sekedar menghilangkan rasa sesak ini

‘ Oh Tuhan ini terlalu sulit untukku’

“Kenapa kau menyakiti perasaanku Oppa?! Waeyo! Kau sungguh jahat, pernahkah aku berbuat salah padamu Oppa?! Marhaebwa… marhaebwa Oppa!” jeritku

Aku sungguh tak mengerti dia kenapa dia meninggalkanku setelah aku yakin dengan perasaan ini? kenapa dia membuatku jatuh lebih dalam? Bukankah dulu dia yang selalu mengemis-ngemis cinta padaku? Tapi kenapa semua keadaan berbalik? Jadi semua ini palsu, semua perhatiannya semuanya palsu, ini hanya sandiwaranya belaka dia tidak benar-benar mencintaiku. Apa maksud dari semua ini? Apa tujuannya membuatku seperti ini?

Aku kira dia adalah satu-satunya orang yang tulus tapi aku salah dia sama dengan namja-namja lain, seharusnya aku membencinyakan? Tapi kenapa pada kenyataanya aku sungguh sangat merindukannya berada disisiku, mungkin aku memang tidak akan pernah bisa membencinya rasa ini terlalu dalam untukku ubah dengan benci.

“Oppa nan jeongmal bogoshipoyo” aku sungguh rapuh, aku tak sanggup lagi berpura-pura seakan tak ada yang terjadi seolah aku baik-baik saja.

Ku peluk bingkai foto itu seerat mungkin berharap itu adalah dirinya tak akan kubiarkan dia meninggalkanku begitu saja untuk yang kedua kalinya.

*****

          Langkah kaki terus saja terdengar menaiki anak tangga, seorang yeoja berambut blonde dengan bando kecil yang terhias dirambutnya yang tergerai dengan warna senada menambah kesan anggun pada dirinya. Dia terus saja menaiki tangga itu dengan tergesa-gesa menuju sebuah kamar tapi isakan tangis yang cukup keras membuatnya langkahnya terhenti

“Sudah ku kira pasti akan seperti ini” lirihnya dengan wajah khawatir, diketuknya pintu itu berulang kali hasilnya tetap saja sama si empunya tak menghiraukan, dia menyerah dibukanya knop pintu itu dan hal pertama yang ia lihat adalah seorang yeoja yang menggenggam sebuah foto dengan terisak ‘ Aku yakin itu pasti fotonya’

Helanaan nafasnya sangat terdengar yeoja itu menatap nanar sahabatnya dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.

“Yoong……” lirihnya menghampiri yeoja bernama Yoona itu. Tak lama ,Yoona pun mendongak menatap sahabatnya yang sudah berada disampingnya terlihat denga jelas matanya yang sembab menandakan sudah sangat banyak air mata yang dikeluarkan untuk namja itu.

“Yoong berhentilah menangisinya” lalu dengan sigap dia meraih Yoona kedalam pelukannya.

“Jessica…… eotteokaeyo? Aku harus bagaimana aku sangat tak sanggup dengan semua ini”

“Yoona aku tau apa yang kau rasakan… Mianhae… Jeongmal mianhae kalau saja waktu itu aku tak memaksamu mungkin kau tidak akan menyaksikan itu semua, mungkin kau juga tidak akan sesakit ini” Yeoja ini Jessica menyesal menganggap dia juga penyebab dari kejadian ini semua.

“Sudahlah Jessica ini bukan kesalahanmu, kau jangan merasa bersalah aku justru berterimakasih padamu karna berkat kau aku jadi tau semua kebusukan dirinya. Gomawoyo atas semuanya” sedikit demi sedikit isakan itu mulai tak terdengar Yoona sudah bisa mengalihkan kesedihannya itu.

“Tak perlu berterimakasih, kapanpun kau membutuhkanku aku akan selalu ada” dilepasnya pelukan itu Jessica memperlihatkan senyuman lebar yang tadi sempat tertutupi dengan tangisan.

“Geurigu kau jangan pernah merasa bersalah lagi, Otthe?”

“Emm…” ‘ Akan kubuat kau perhitungan, tak akan kubiarkan kau melalukan ini dengan seenaknya pada Yoona’ batin Jessica.

Mereka sama-sama tersenyum juga tertawa geli dengan tingkah laku meraka sendiri.

*****

Flashback

“YAK IM YOONA tunggu aku…. Aishh dasar anak itu!” Aku terus saja mengejarnya hingga sampai kehalaman sekolah ‘ Dia sungguh keterlaluan, aku kan hanya memintanya menemani ku mengembalikan buku tak salah bukan?! Aishh…’

“Ah akhirnya tertangkap juga kau” aku tak akan menyia-nyiakannya langsung saja kutahan langkahnya.

“Jung Soo Yeon kan aku sudah bilang aku tak mau mengantarmu ke perpus, dasar yeoja keras kepala”

“MWO! Yeoja keras kepala kau bilang, aku kan hanya memintamu antarkan aku ke perpus itu saja. Memangnya ada apa sepertinya kau terburu-buru sekali?” Dengusku dengan kesal

“Hanya sebentar saja Yoong, yaaa pleasee!” Ujarku dengan wajah memelas menyatukan kedua tanganku didepan tak lupa juga puppy eyes ku, akhirnya dia mulai melihatku juga setelah sebelumnya mengalihkan pandangannya.

“Sebentar kau bilang! kau pasti amnesia kau tak lupa kan kebiasaanmu itu saat sudah berada disekeliling cerita fiksi itu, seakan dunia milikmu sendiri. Apalagi kau mengacuhkan sahabat cantikmu ini dan lebih berkutat dengan tulisan penuh khayal itu, aishh itu sungguh membuatku bosan!” Gerutunya penuh emosi yang beruap-uap ‘  Itu terlalu berlebihan, aishh dasar rusa’

“Dengar yaa rusa cantikku, aku kesana hanya akan mengembalikan buku yang aku pinjam tempo lalu. Aku janji tak akan meminjam buku lagi ataupun membaca disana,     Aku hanya sebentar saja. Arasso?!”

“Ne ne… Ara ara tapi apabila kau melanggar janjimu itu jangan salahkan aku jika aku membunuhmu, ingat itu!”

“Ne… Memangnya ada kau sampai terburu-buru seperti itu?”

“Naega? Tentu saja untuk bertemu dengan Hyuk Oppa, kau seperti tak tau saja” senyumnya merekah begitu saja, wajahnya berubah seketika menjadi ceria ‘ Bila bersangkutan dengannya saja wajahnya berubah mood begitu… Aish mengapa dia jadi sangat aneh akhir-akhir ini sepertinya dia sudah kepelet cinta ikan teri itu’

“Aneh, kenapa kau jadi sangat menyukainya begitu? Bukankah dulu kau sangat menolaknya mentah-mentah, berpacaran pun kau terpaksa karena tak enak dengannya yang selalu saja kau tolak” itulah pertanyaan yang selalu ada diotakku.

“Mollasso… Mungkin aku ini sudah bisa menerima dirinya, bahkan saat ini aku yakin aku sudah terpesona dengannya ohh aku sangat mencintainya” sungguh tak disangka yeoja satu ini, yeoja yang biasanya acuh terhadap pria bisa saja jatuh cinta. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya.

“Ishh… Kau ini sungguh menjijikan, Kajja!” Aku langsung saja menarik tangannya sebelum aku mendengar celotehannya yang membuat telingaku berdengung(?)

“MWO….. Aissh?! Sahabat macam apa kau tak senang melihatku bahagia” ah dia mulai mengomel lagi bukan maksudku seperti itu tapi aku hanya tak yakin saja dengan namja itu.

“Sudahlah bukan maksudku seperti itu…. Ayo cepatlah bukankah kau mau bertemu namjachingumu itu?! Lagian mengapa kalian tak pulang bersama saja, apalagi kita juga sekelas dengannya” alisku bertaut tak mengerti dengan pasangan sejoli ini.

“Ahh… Molla, tadi Hyuk Oppa hanya bilang dia akan menjemputku nanti sore” ujarnya mengangkat kedua bahunya.

Setelah lama kami menyusuri koridor sekolah, ruang perpus masih belum terlihat maklum perpus berada diujung koridor sekolah ini.

Kakiku terus saja melangkah. Chakkaman! Sepertinya Yoona tak mengikutiku, ku hentikan langkahku dan menoleh kebelakang benar saja Yoona tertinggal jauh dibelakang.

‘ Aisshh ada apa lagi sih dengan yeoja itu’

“Yoona!” Kupanggil dirinya tapi sepertinya dia menghiraukanku ‘ Memang apa sih yang dia lihat’ kehembuskan nafasku kasar dan memutuskan untuk menghampirinya.

“Yoona waey-“ aku terpaku saat mengalihkan pandanganku mengikuti kemana arah pandang Yoona. “OMO! MWO?! Ini tak salah kan?”

Karena jeritanku yang terlalu keras kedua orang yang sedang berciuman dibangku taman itu menghentikan aksinya dan menatap kearah kami, untung saja hari ini sekolah sudah sepi jika tidak pasti semua yang berlalu lalang akan memperhatikanku.

Namja itu dengan segera melepaskan pelukan mereka dan bangkit dari duduknya, dia terlihat sangat terkejut sekali.

“Yoong…. Ini bukan seperti yang kau lihat….” dia segera belari menghampiri kami tepatnya adalah yeoja yang ada disampingku ini.

Kualihkan pandanganku, dia terlihat sangat shock sekali melihat semua ini jelas saja siapa yang tak tersakiti melihat namjachingunya sedang bermesraan dengan yeoja lain apalagi sampai berciuman panas seperti itu, semua orang juga tidak mau melihatnya bukan?

Aku tau yeoja itu, dia yeoja centil yang memang notabenenya selalu menggoda pria, aku beruntung tak sekelas dengan dia tapi siapa sangka ‘ Dasar yeoja murahan’

‘ Yoona kau baru saja menerima namja itu dikehidupanmu, kau juga sudah mencintainya. Tapi apa yang kau dapatkan?!’ Aku meringis menyesal telah membawanya kesini, kalau saja aku tak memaksanya mungkin dia tak akan melihat ini semua.

Ku liat air matanya mulai berjatuhan, tangannya mengepal keras seperti menahan amarah. ‘ Aku tau perasaanmu Yoona…. Mianhae’

Namja itu mulai meraih tangan Yoona tapi ditepis olehnya “Deer…. Jebalyo…. Biarkan aku menjelaskan semuanya…” ‘ Namja tak tau diri sudah jelas dengan semuanya masih saja beralasan’

“Oppa tidak ada yang perlu dijelaskan, semuanya sudah jelas. Kau begitu jahat saat aku mulai mencintaimu saat rasa ini sudah tumbuh dengan kuat tapi kau begitu saja menghancurkannnya… Hiks… Hiks… Walaupun ini berat untukku tapi aku harus mengatakannya…. Eunhyuk-ssi kita putus….” Yoona segera berbalik dan melangkah pergi tapi sepertinya namja itu tak terima dia segera saja menahan pergelangan tangan Yoona. Isak tangis Yoona semakin keras aku tak tega melihatnya.

Tanganku terulur memisahkan kedua tangan itu, Yoona segera berlari menjauhi kami.

“Benar apa dugaanku, ckk.. kau bukan namja yang baik. Ingat jangan pernah lagi kau mendekati sahabatku atau kau akan tau akibatnya LEE HYUK JAE” aku langsung menghampiri Yoona yang berada jauh di depan masih terdengar juga namja itu berteriak frustasi.

Saat ini Yoona pasti membutuhkanku.

“Yoong…. Gwechanayo?” Sontak dia langsung saja memelukku.

“Aku masih tak percaya dengan semua ini…. Hiks hiks… Ini pasti mimpi kan Sica… Ayo bangunkan aku Sica… Bangunkan aku… Ini pasti mimpi buruk… Hiks hiks” kuusap perlahan punggungnya dia pasti sangat tertekan dengan kejadian tadi.

“Ini bukan mimpi Yoona… Sadarlah… Namja itu tak pantas untuk ditangisi… Dia sudah menghianatimu….”

Flashback End

*****

From : Ice Sica

“ Yoong kau dimana? Apa kau masih dijalan? Palliwa… Sebentar lagi Kim Seonsaengnim akan masuk, kau tak lupa kan dengan pelajarannya. Bisa habis jika kau sampai telat, jangan sampai kau menambah unmood wajah killernya itu”

Aishh… Mengapa aku harus terlambat disaat pelajarannya, oke…. hari ini aku benar-benar sial, mobilku masih ada dibengkel, sedangkan Appa sudah pergi duluan pagi-pagi sekali terpaksa aku harus menaiki bis. Aku terus saja merutuki diriku sendiri sembari berlari bak orang yang mengikuti lomba marathon jelas saja aku dikejar waktu.

‘ Huh…. Kenapa juga aku semalam harus teringat lagi olehnya, membuat mataku sembab dan plus kesiangan, aishh… Dasar namja tak tau diri’

Aku terus saja berlari menaiki tangga tak kuhiraukan seorang namja yang berlari juga, mungkin dia sama telatnya denganku.

Aku langsung saja membuka pintu dengan cepet tanpa mengetuknya terlebih dahulu, aku baru menyadari bahwa itu salah satu kesalahanku.

“MIANHAE” “MIANHAE” ucapku bersamaan dengan seorang namja disebelahku…. Grrr… Kutolehkan pandanganku padanya

“MWO?!” Aku dan dia sama-sama mengucapkan kata yang sama juga membelalakan mata kami.

“Im Yoon Ah Choi Siwon kalian sudah datang, sedari tadi aku menunggu kalian, masuklah” aku merasa ragu untuk masuk ‘ Aneh sekali dengan Seonsaengnim ini apa dia baru mendapatkan lottre sehingga dia begitu ramah seperti itu’ aku mengendikkan bahu, ah tak pedulilah apapun yang terjadi dengannya yang terpenting aku tak kena hukuman darinya. Aku tersenyum penuh kemenangan. Aku dan dia pun melangkahkan kaki memasuki kelas…..

“HEI IM YOON AH CHOI SIWON, APA KALIAN TIDAK TAU PERATURANKU! ATAU MEMANG KALIAN TIDAK INGIN TAU, SUDAH JELAS BAHWA SIAPA PUN YANG TELAT TIDAK BOLEH MEMASUKI KELASKU SAMPAI MATA PELAJARANKU BERAKHIR. CEPAT KALIAN KELUAR KELAS DAN JALANI HUKUMAN KALIAN, SEKARANG JUUGGAAA-”

Ah rasanya aku harus meralat perkataanku tadi dan juga sepertinya  aku harus segera ke rumah sakit hari ini untuk memastikan tidak terjadi apa-apa dengan telingaku, aku hanya meringis mendengar omelannya dan menutup kedua telinga juga mataku ‘ Oh Tuhan apa kau berniat membuatku mati secara perlahan’

Tak tahan mendengar lebih lama lagi teriakannya, knop pintu sudah terbuka dan bergegas menarik tangannya keluar dari kelas yang berkobar-kobar ini.

*****

Aku dan dia akhirnya tetap saja menjalani hukuman, huh…. Setelah lama kami berdiri mengangkat salah satu kaki kami dan merentangkan kedua tangan memegangi kedua telinga tapi tetap saja pelajaran belum juga usai. Ku tolehkan wajahku melihatnya dia terlihat memprihatinkan. Tanpa sadar aku terus saja melihatnya mungkin dia yang menyadarinya mulai terganggu.

“Kenapa kau melihatku seperti itu?” Kuhiraukan saja pertanyaannya aku terus saja memperhatikan setiap lekuk wajahnya mencari kelemahan tapi hasilnya nihil dia begitu sempurna, pantas saja banyak orang yang mengagumi kecantikannya bahkan tak sedikit orang yang mau menjadikannya sebagai pacar, tapi tunggu matanya terlihat sedikit sembab.

“YAK! Jangan menatapku seperti itu” ketusnya akhir-akhir ini sikapnya memang sedikit aneh, yaaa… Walaupun memang kalau kita bertemu percecokan yang selalu ada tapi ini aneh aku merasa ada sesuatu yang ganjal ‘ Ah mungkin itu hanya perasaanku saja, lagian untuk apa aku memikirkannya’ ah mungkin dia memang sedang kesal karena hukuman ini(?) Entahlah….

Sebelum kualihkan pandanganku darinya, sontak saja kutahan tubuhnya. Wajah kami sangat dekat detak jantungku mulai berdetak abnormal aku tau bahkan aku sangat tau bahwa perasaan ini masih ada, bahkan perasaan ini bagaikan terbungkus rapi ditempatnya tapi ketika mengingat lagi kejadian itu…. Ah sudahlah untuk apa aku mengingatnya.

“Yoona…” “Yoonaa.. Ireona.. Ireona” wajahnya sangat pucat takut terjadi apa-apa dengannya segera kuangkat tubuhnya dengan panik membawanya ke ruang UKS

 

Kubaringkan tubuhnya ke kasur yang ada diruangan ini, selimut telah menutupi sebagian tubuhnya ‘ Mungkin dia memang butuh istirahat’

Pandanganku beralih kewajahnya, wajahnya yang pucat itu tidak meninggalkan kesan cantik. Tanganku terulur mengelus pipinya. Tak butuh waktu lama mata yang awalnya terpejam kini mulai terbuka perlahan segera saja kutarik kembali tanganku..

“Gwechana?”

“Si… Si.. won-ssi” ujarnya sedikit serak

“Ne… Ini aku, minumlah dulu ini” kusodorkan segelas air putih dan membantu meminumkannya.

“Kenapa aku bisa berada disini?” Tanyanya dengan mengedarkan pandangannya mengamati ruangan ini.

“Tadi kau pingsan jadi aku bawa kau kesini, apa sudah tidak apa-apa?”

“Ne? Ah… Aniyo gwechanayo..” Jawabnya dengan disertai gelengan kepalanya.

“Aku lihat sepertinya kau pingsan gara-gara kelelahan, apa kau sudah sarapan?”

“Untuk apa kau menanyakannya? Belum… Dan em… Gomawoyo” suranya semakin mengecil di akhir kata tapi pendengaranku bisa sangat jelas menangkap perkataannya.

“Gomawo? Ah memang kau sudah seharusnya mengucapkan itu padaku. Kalau begitu, kajja ikut denganku” tanganku terulur menarik tangannya.

“Mwo! Kau akan membawaku kemana?” Dia terlihat membelalakan matanya… Wajahnya sangat menggemaskan bila seperti itu ‘ Ah ada apa denganmu Choi Siwon’  batinku merutukinya.

“Ikut saja nanti juga kau akan tau” kusemakin erat menarik pergelangan tangannya.

“Shirreo!”

“Ani kau harus ikut”

“Ah.. Appoyo… Kenapa kau kasar sekali bisa pelan sedikit tidak tanganku sakit… Ne ne ara! Aku akan mengikutimu tapi kau lepas dulu tanganku!” Dia mulai menghempaskan tangannya dari genggaman tanganku.

“Kalau begitu, ayoo…”

“Ish dasar orang tidak sabaran!” Gumamnya.

Aku hanya tekekeh melihat wajahnya yang seperti itu…

*****

Aku terus saja mengomel kesal dengan tingkahnya, bisanya dia menyuruh-nyuruh ku seperti ini memang aku siapanya dia. ‘ Aishh… Dasar namja menyebalkan, kenapa sih semua namja sama menyebalkannya?!’

Pandanganku teralihkan kebawah menatap tajam tangannya yang sedang menggenggam tanganku, lalu aku mendongak melihatnya dengan tatapan yang sama dia tersenyum menanggapi tatapanku lebih tepatnya senyuman evil yang dia perlihatkan. Aku berusaha memberontak melepaskan genggaman tangannya tapi dia malah lebih erat lagi, percuma saja aku memberontak tenaga dia lebih besar daripada aku jelas saja dia menang lagi pula aku merasa sangat lemas untuk melawannya hari ini, aku hanya bisa pasrah dengan ini ‘ Aku terlihat seperti budaknya saja yang mau melakukan apa pun yang dia mau.. Huh’

“Ahjumma.. Aku minta buburnya satu dengan jus strawberry” aku tersadar dari lamunanku ternyata dia membawaku ke kantin, disini terlihat sangat sepi mungkin memang jam pelajaran masih berlanjut tapi aku yakin Kim Seonsaengnim yang sangar itu sudah selesai dengan tugasnya.

“YAK! Im Yoon Ah… Sampai kapan kau akan berdiri di situ… Ayo! Cepatlah duduk”

“Aish ne… ne” aku mendengus kesal ‘ Kenapa dia selalu bersikap seenaknya seperti itu padaku! Aish jeongmal’

“Makanlah itu aku akan menunggumu”

“Eh?”

“Cepatlah jangan banyak bicara, kau hanya perlu memakan itu saja” lagi-lagi dia dengan seenaknya menyuruhku… Hah… Kenapa dia begitu menyebalkan.

Aku hanya memandangi makanan itu juga sambil mengaduk-ngaduk tanpa bernafsu memakannya, aneh kenapa aku jadi teringat lagi dengan namja itu seharusnya aku bisa melupakannya kenapa hati ini susah sekali untuk menghapus namanya dari hatiku.

“Ash… jeongmal aku tidak boleh memikirkannya” desahku sembari menggelengkan kepala itu tidak boleh aku harus bisa…

“Yoona… waeyoo?”

“Ah… an-ni anniyoo..”

“Geurae…. Makanlah atau kau mau aku menyuapimu?!” seringainya hah… aku membelalakan mataku memangnya siapa dia berani-beraninya

“Ani… tak perlu Siwon-ssi aku masih mempunyai tangan untuk ma-kan sen-di-ri” ucapku dengan memberi penekanan disetiap kata terakhir

“Ok.. ok.. cepatlah kamu mau kita dihukum lagi karena kita lari dari pelajaran karena sebentar lagi bel akan berbunyi Yoona…”

“Ne… ne.. arayoo aku tau itu”

Dia… memang tidak bisa dielak aku langsung saja memakan itu dengan cepat aku melirik kearahnya dia langsung saja mengalihkan pandangan kearah jendela yang ada di sebelah kami aku tau sedari tadi dia memperhatikanku tapi sedari tadi aku tak mengubris tatapannya, perlahan dia menatap ke arahku tatapannya begitu tajam dan kulihat dia tersenyum tulus kearahku… setiap melihat senyumannya tiba-tiba bayangan kejadian itu selalu muncul aku menjadi merasa bersalah padanya aku tau aku memang jahat andai saja ada yang bisa kulakukan tapi…. kenyataannya memang tak ada yang bisa kulakukan saat itu.

Aku hanya bisa menghela napas panjang untuk ituuuu ‘ Mianhae…. Jeongmal mianhae…..’

 

*** To Be Continue ***

 

——————————————————–

 

Huh… *ngelap keringet* akhirnya selesai juga nih mian yaaa ceritanya amburadul gini, ceritanya kependekan ya? Author sengaja nunggu komentar dari kalian semuaaa kalau responnya nyampe target author lanjut deh dan janji deh dipanjangin tapi kalau enggak yaaa terpaksa author gak lanjut-_-

Jadi gimana mau lanjut apa gak nih ff….???

Author harap juga SIDERS gak berkeliaran nih hehehe

Oh yaaa mian yaaa kalau jalan ceritanya gak dimengerti readers semua…

Dan buat yang nunggu The Real Of Love (emang ada yang nungguin) mian yaaa belum keluar kelanjutannya ini masih dalam proses jadi sabar ajaaa nunggu author yang satu ini hehe author emang lelet sih buat lanjutin cerita J

Neomu neomu gomawo juga buat Resty eonni & Echa eonni yang bersedia buat ngepost ff ku ini, gak berhenti deh buat bilang terimakasih^^ maaf juga selama ini selalu ngerepotin kalian peluk BIG HUG buat kalian hahaha.

About these ads
Tulisan Berikutnya
Tinggalkan komentar

97 Komentar

  1. pnsran klnjutan.a thor
    daeb ak tpi biar lbih jls lgi
    pke POV nnya ne msl.a siwon POV , yoona POv biar lbih ngrti bca.a nextt daebakk

    Balas
  2. Author Daebakk !

    Nexts chap di tunggu

    #gomawo

    Balas
  3. dina

     /  Agustus 4, 2013

    Belum kebayang ttg lanjutan cerita ini..apakah yoonwon akn jd kekasih..chapter 2 lanjut…

    Balas
  4. waa daebak eonni, udah ada lanjutannya belum ? :))

    Balas
  5. kadek

     /  September 3, 2013

    lnjut thor next chaper ya pnasaran ma kisahx yoonwon

    Balas
  6. zubaidah

     /  Maret 8, 2014

    Ff nya keren thor..
    Next nya jgn lma2 ya?

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: